logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Bjorka Shinta

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 14 September 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh

Dahlan Iskan

AWALNYA saya mau menulis soal peretasan data. Yang lagi ramai itu. Tapi saya tidak tahu banyak dunia itu. Saya ingin menelepon seseorang. Tidak untuk wawancara. Hanya untuk belajar: apa itu hacking.

Sering sekali saya belajar dulu kepada seseorang sebelum melakukan wawancara. Itu juga yang saya ajarkan kepada wartawan baru. Sejak dulu. Pun sampai sekarang.

Saya pun ingat nama Shinta. Mungkin dia bisa mengajari saya: apa itu hack, siapa mereka, tujuannya ke mana, harus punya keahlian apa. Shanti saya anggap ahli di bidang IT. Sejak dulu.

Ternyata meleset.

Related Post

Ya Tidak

Jumat Keramat

Iris Istri

PLN Transisi

“Maafkan bapak, saya tidak ahli hack, tidak pernah melakukan dan tidak tahu banyak,” ujarnyi. “Sekarang saya bergerak di platform start up. Juga di bidang gaming,” tambahnyi.

Saya pun mengurungkan niat menulis soal Bjorka. Toh yang ia bocorkan tidak ada yang sangat menarik. Isinya hanya nama, alamat, nomor telepon, dan status vaksinasi para tokoh. Memang ada sedikit yang gawat: nomor NIK. Bagaimana bisa nomor NIK jadi dagangan bebas seperti itu.

Bjorka tidak menampilkan info tokoh siapa melakukan apa. Tidak seperti Wikileak yang menghebohkan itu.

Kalau toh ada info nakal dari Bjorka, hanya sedikit. Juga belum tentu benar. Misalnya Luhut Pandjaitan ternyata belum pernah booster. Demikian juga Erick Thohir. Tapi saya meragukan info itu. Apa sih sulitnya booster sampai tokoh sentral seperti Luhut tidak melakukannya. Rasanya mustahil.

“Dari bahasa Inggrisnya terlihat Bjorka itu orang Indonesia,” ujar Praginanto, mantan redaktur TEMPO yang aktif di medsos. “Bahasa Inggris orang Barat asli tidak seperti itu,” ujar mantan wartawan Nikkei Jepang itu.

“Mungkin juga orang dari Eropa Timur. Atau orang kita yang tinggal di Eropa Timur,” ujar Praginanto.

Itu terlihat dari emosi Bjorka. Kelihatan sekali ia seperti punya dendam yang berat kepada negara ini. “Kayaknya kakek atau ayahnya pernah jadi korban kekejaman di zaman awal Orde Baru,” katanya.

Bocoran dari Bjorka juga tidak baru. Kan sudah sering ada bocoran seperti itu. Termasuk begitu banyak tawaran di bidang keuangan. Kok bisa tahu identitas yang ditawari.

Jadi, ya sudahlah. Level keamanan IT kita memang masih mudah dibobol. Toh nomor telepon, kita bisa ganti. Seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang langsung tidak mau lagi pakai WA. Ia merasa WA-nya dibobol orang.

Tapi NIK harusnya rahasia abadi. Orang kan tidak bisa mengganti NIK. Dan NIK Anda mungkin sudah bukan rahasia lagi. Juga NIK saya. Lantas apa gunanya NIK.

Maka lebih baik ikut Shinta saja: main game. Dulu Anda mengenal Shinta sebagai Shinta bubu.com. Yakni ketika dia masih bergerak di bidang web design. Kini Shinta lebih aktif sebagai investor di start up. Juga jadi penghubung start up dengan venture capital dunia. Dan yang terbaru Shinta jadi pemilik tim ESport terkemuka: Morph.

Berita terakhir: Shinta mengikutkan tim ESport-nyi ke kejuaraan dunia di Riyadh. Belum juara. Tapi bisa memenuhi syarat ikut kejuaraan dunia saja sudah hebat. Tim milik Shinta berakhir di peringkat delapan dunia. “Peringkat delapan saja hadiahnya Rp 1,2 miliar,” ujar Shinta.

Memiliki tim ESport itu, katanyi, seperti memiliki klub sepak bola di Eropa. Nama tim Shinta, Morph ESport, asli tim Indonesia. Morph artinya berubah. Menjadi anggota tim ESport harus pandai berubah; pandai menyesuaikan diri. “Tim ESport itu harus selalu kompak. Itu kuncinya,” katanyi.

Shinta terjun ke dunia game sejak mengetahui data ini: di Indonesia itu yang main game sebanyak 120 juta orang. Dari angka itu, separonya suka membeli permainan itu.

Betapa besar angka itu. Betapa hebat bisnis game dan yang terkait dengan itu.

Maka Shinta –nama lengkapnyi Shinta Dhanuwardoyo– bikin terobosan. Dia membangun tim ESport wanita. Anggotanyi juga lima orang. Semua dari Indonesia. “Dari 120 juta pemain game itu wanitanya 46 persen,” katanyi. “Tapi dalam setiap kompetisi, tim wanita selalu dianaktirikan,” katanyi. “Hadiah untuk tim wanita biasanya hanya 10 persen hadiah tim laki-kali,” tambahnyi.

Shinta pernah mengadakan turnamen game secara offline. Sebelum pandemi. Yang ikut 7.000 orang. Yang menonton secara streaming 1,5 juta orang.

Membangun tim ESport tidak murah. Shinta pilih membeli tim yang sudah jadi. Mirip di dunia sepak bola beneran. Jual beli tim ESport juga biasa. Tim itu punya value tersendiri. Saya pun melihat company profile tim milik Shinta itu. Mirip sekali dengan profile klub olahraga profesional di dunia  nyata.

Tentu anggota tim Morph juga dibayar bulanan. Lebih tinggi dari pemain sepak bola Liga Indonesia. Sering ada kejuaraan antar tim ESport. Tapi masih belum ada liganya.

Shinta hanya lahir di Indonesia. Masa kecilnyi di Manila. Orang tuanyi adalah pejabat di Bank Pembangunan Asia –berpusat di Filipina. Dia kuliah di Oregon University dan melanjutkan S2 di Portland University, Oregon juga.

Tentu Shinta tetap menekuni komitmen sebelumnya: membina start up di Indonesia. Dia mendirikan platform startupindonesia.co. Dengan platform itu Shinta lebih menyederhanakan pekerjaan. “Sebelum itu terlalu banyak yang menyerbu telepon, email dan alamat saya. Sekarang semua saja silakan masuk ke platform itu,” kata Shinta.

Kebutuhan utama start up kita adalah modal. Mereka memerlukan venture capital. Lewat platform itu Shinta menghubungkan mereka ke venture capital dunia. “Start up kita itu 1.000 lebih. Yang sudah terhubung ke venture capital baru sekitar 200,” katanyi.

Shinta sendiri ikut investasi di banyak start up. Sebagian gagal. Tidak bisa berkembang. Shinta rugi banyak. Tapi ada juga yang berhasil. Misalnya Get Well yang bergerak di bidang kesehatan. Juga Together, aplikasi olahraga. Banyak orang ingin yoga, atau boxing, atau apa saja. Lalu cari teman. Cari tempat. Lewat aplikasi Together.

Begitulah. Saya benar-benar tidak jadi menulis tentang Bjorka. Anda pun pasti lebih senang membaca tentang Shinta. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Camino Nakasendo

Camino Nakasendo

Friday, 16 October 2026
Hati Ngadirejo

Hati Ngadirejo

Wednesday, 14 October 2026
Next Post
Harga Tepung Terigu Merangkak Naik, Tembus Rp15 Ribu per Kg

Harga Tepung Terigu Merangkak Naik, Tembus Rp15 Ribu per Kg

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Ops Patuh Otanaha 2026, 14 Hari Kepolisian Perketat Pengawasan di Jalan

Ops Patuh Otanaha 2026, 14 Hari Kepolisian Perketat Pengawasan di Jalan

Tuesday, 27 October 2026

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.