Gorontalopost.id – Tahapan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2024 sudah mulai berlangsung, Partai Politik (Parpol) calon peserta pemilu mulai melakukan pendaftaran ke komisi pemilihan umum (KPU). Terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2024, baru-baru ini, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI), membahasnya dalam diskusi panel peserta Lemhanas RI angkatan 63 di Jakarta.
Pakar politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro, bersama tenaga profesional Lemhanas RI bidang Politik Dalam Negeri, Gusnar Ismail, dalam kesempatan itu memaparkan senjumlah pokok pikiran, termasuk potensi konflik yang harus dihindari saat Pemilu 2024 nanti.
Menurut Gusnar Ismail, potensi konflik Pemilu harus dihindari semua elit politik, sehingga dampak pemilu seperti 2019 yang meninggalkan polarisasi ditengah masyarakat yang masih terasa hingga saat ini tidak terulang kembali.
“Sehingga itu penting menghindari konflik politik, karena dampaknya akan terus terjadi di masyarakat,”ujar Gusnar Ismail. Gubernur Gorontalo ke 2 ini, menambahkan elit politik dalam menghadapi Pemilu 2024 agar mengedapankan budaya politik yang berdasarkan Pancasila. “Tidak mengeksploitasi politik identitas, intoleransi, dan politik uang,”tegasnya.
Forum dengan moderator Mayor Jendral
Urip Wahyudi tersebut mengharapkan, selain para politisi selain mengedepankam budaya politik yang berdasarkan Pancasila, juga diharapkan masyarakat dengan arif menggunakan media sosial dan tidak terjebak dengan berita bohong. “Harus bijak ber media sosial, memilah informasi yang beredar sehingga tidak terjebak dalam berita bohong,”tandas Gusnar, yang membawakan materi tantangan dan dinamika ketahanan nasional, dalam menghadapi Pemilu 2024, dihadapa peserta pendidikan Lemhanas 2022. (Tro)












Discussion about this post