logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Lebih Sulit

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 13 July 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Oleh

DahlanIskan

ADA pertanyaan di Google. Tentu dalam bahasa Inggris: mengapa harga minyak sawit jatuh?
Jawab Google: “Harga CPO turun lebih dari USD 300/ton akibat perubahan kebijakan di Indonesia yang mendorong ekspor dengan cara mengurangi pungutan-pungutan ekspor. Besarnya produksi sawit Indonesia akan terus memberikan tekanan pada harga CPO”.
Jawaban itu kelihatannya dicomot dari publikasi Fitch Rating, dengan topik harga CPO akan terus turun.
Maka Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dalam kapasitasnya sebagai ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), bisa membagi-bagi minyak goreng di Lampung. Dengan harga hanya Rp 10.000. Itu  untuk 2 liter. Pun uangnya tidak usah dibayarkan. Ia minta disimpan saya di kantong masing-masing. Sudah ada yang membayari: putri Zulkifli yang kelihatannya akan maju sebagai calon anggota DPR. Sang Putri berdiri dari kursi. Tepuk tangan menggemuruh.
Anda sudah tahu siapa Sang Putri: Futri Zulya Savitri. Yang lebih dikenal sebagai istri Mumtaz Rais. Yang kian terkenal setelah Februari lalu mengajukan gugatan cerai. Gugatan itu rupanya tidak terlalu lancar. Sampai sekarang masih berproses.
Futri lulusan bisnis manajemen ITB yang lantas melanjutkan S-2 di Australia. Ia anak pertama. Dari 4 anak Mendag. “Pilihlah dia. Tiap dua bulan ada begini lagi,” kata Mendag.
Rupanya tidak hanya Iduladha yang cepat datang lagi hanya selisih waktu satu hari. Harga minyak sawit juga begitu cepat berputar. Dari roda atas ke bawah. Hanya lewat satu kebijakan sapujagad: lewat publikasi resmi video kepresidenan.
Sejak larangan ekspor itu, stok CPO memang melimpah. Untuk menggalakkan ekspor lagi perlu waktu. Mungkin lebih panjang dari yang disangka. Harga CPO turun sekitar 35 persen. Dalam sekali. Itu membuat eksporter kurang bersemangat.
Ada juga penyebab lain. Waktu ekspor itu dilarang banyak kapal mengalihkan diri ke negara lain. Kapal itu mahal. Tidak boleh menganggur. Pun hanya satu hari. Apalagi sampai 1 bulan. Kini tidak mudah lagi mencari kapal untuk ekspor. Setidaknya begitulah  keterangan Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono kepada media pekan lalu.
Dengan stok CPO yang melimpah di dalam negeri Anda pun tahu: harga buah sawit jatuh. Giliran petani sawit kelimpungan. Suara petani dari seluruh penjuru kebun seragam: ampun-ampun. Tidak ada lagi petani yang bisa menjual di atas Rp 1.000/kg. Bahkan ada yang hanya Rp500/kg.
Padahal harga pupuk tidak bisa turun. Harga pupuk selalu terkait dengan harga minyak bumi dan gas –yang kini lagi tinggi-tingginya.
Petani sawit pernah berterima kasih atas bantuan sertifikasi lahan. Dengan demikian lahan bisa dijaminkan ke bank. Petani pun banyak yang ambil kredit di bank. Itulah yang mereka takutkan dari penurunan harga ini. Kalau terlalu lama. Ada tanggungan bank.
Tapi gambaran dari Eddy Martono belum ada yang menggembirakan. Justru sebaliknya: “Sekarang ini ada 68 pabrik kelapa sawit yang berhenti berproduksi,” ujar Eddy.
Syukurlah MendagZulkifli terus menyerukan agar PKS membeli buah sawit dengan harga Rp1.600/kg. Petani masih bisa berharap siapa tahu anjuran itu manjur. Tapi petani juga tahu. Seruan itu hanya seperti melukis di air keruh. Lukisannya tidak jadi keruhnya yang bertambah.
“Harga beli Rp 1.600 itu baru bisa terjadi kalau harga CPO Rp 8.000/kg. Padahal harga CPO sekarang hanya Rp 6.000,” ujar Eddy.
Maka begitu sulit menyeimbangkan antara kepentingan konsumen minyak goreng dan petani produsen sawit. Hanya suara konsumen minyak goreng biasanya lebih nyaring tersiar di media.
Anda pun masih ingat: tidak mudah menurunkan harga minyak goreng waktu itu. Sampai membawa korban dicopotnya menteri perdagangan yang Anda melarang saya menyebutkan namanya itu.
Kini, memperbaiki harga jual petani sawit kelihatannya lebih sulit lagi. Mungkin tidak akan bisa  hanya dengan satu video. Perlu lima. Lima-limanyasapujagad. Ada unsur harga pupuk dan kimia di dalamnya. Jangan-jangan sampai perlu diterbitkan kartu MyPupuk bagi petani sawit.
Harga pupuk memang sulit diturunkan. Sepanjang kita masih terus mengandalkan pupuk kimia, harganya akan terus terkait dengan harga migas.
Saya sudah bicara dengan banyak petani. Juga pengusaha. Sejauh ini belum muncul usulan yang cespleng–yang bisa memperbaiki harga beli buah sawit dalam waktu singkat. Semua muara masih ke ekspor itu.
Apakah ada eksporter yang ngambek? Masih marah dengan larangan tiba-tiba itu? Sampai ada yang harus jadi tersangka?  Kelihatannya tidak. Keinginan ngambek selalu kalah sama cuan. Jadi memang lebih sulit. Apalagi kali ini, soal petani sawit ini, kita tidak bisa menyalahkan perang di Ukraina. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
PURT DPD RI Monitoring Kantor Perwakilan di Gorontalo

PURT DPD RI Monitoring Kantor Perwakilan di Gorontalo

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

Friday, 25 August 2023

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.