logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

PKB Daun Salam

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 19 May 2022
in Disway
0
PKB Daun Salam

Disway

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Rambo Batman

Omon Kenyataan

Amang Waron

Reflek Radjimin

Oleh

Dahlan Iskan

TERBIT lagi kaus oblong seri kedua: “NU Kultural Wajib Ber-PKB, NU Struktural Sakkarepmu.”

Yang memproduksi sama: Kiai ”kaos oblong” Imam Jazuli. Ia kiai besar dari Cirebon. Pengasuh pondok pesantren Bina Insan Mulia (Bima) yang terkenal itu. Yang kalau menerima tamu hampir selalu pakai kaus oblong putih. Digandengkan dengan bawahan sarung.

Kiai Jazuli tentu NU. Ia lulusan pesantren ”bintang sembilan” Lirboyo Kediri. Ia meraih gelar doktor di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Waktu kuliah di sana Kiai Jazuli mendirikan PDI-Perjuangan. Cabang Mesir. Ia jadi ketuanya.

Kini Kiai Jazuli menjadi tokoh utama untuk membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Logikanya: warga NU itu berjumlah 90 juta. “Masak partai NU kalah besar dari PKS. Malu-maluin NU saja,” begitu ia sering mengatakan.

Kaus edisi kedua ini lebih menohok. Ada unsur menyerang tapi juga penuh kepasrahan. Terutama tetap khas NU: santai dan humoris. Di oblong edisi pertama hanya ditulis “Warga NU Wajib Ber-PKB”. Di edisi kedua, ”warga NU” itu ia bagi dua: NU yang kultural dan NU yang struktural.

Oblong kali ini lebih merangkul ke NU yang kultural. Yang jumlahnya lebih besar. Yang disasar adalah NU struktural. Yang jumlahnya dinilai hanya 5 persen dari yang kultural.

Apakah intensitas Kiai Jazuli menjadi ”panglima perang” PKB ini tidak akan merugikan reputasi pesantren yang ia pimpin?

“Saya ikhlas. Saya tidak takut. Terserah pada Allah. Saya terima segala risikonya,” ujarnya.

Saya meneleponnya dua hari lalu. Semula ingin minta kaus itu. Tapi kok minta-minta. Kan bisa mencetak sendiri. Toh tidak akan digugat melanggar hak paten.

“Insya Allah tidak sampai  berpengaruh ke pesantren saya,” ujar Kiai Jazuli. “Yang penting PKB harus kuat. Harus bisa menjadi partai tiga terbesar,” ujarnya. “Dengan demikian bisa mengusung calon presidennya sendiri. Bukan hanya melulu menunggu dilamar untuk jabatan wapres,” tambahnya.

Pesantren Bima memang sudah besar. Bermutu tinggi. Orientasinya: lulusan Bima harus bisa diterima di universitas di luar negeri.

Tidak mudah bisa masuk pesantren Bima. “Sekarang sudah harus inden dua tahun,” kata Kiai Jazuli. Berarti sejak masih kelas 1 SMP (akhir) sudah harus membayar untuk bisa mendaftar masuk SMA Bima.

Tahun lalu sebanyak 86 lulusan Bima diterima di Al-Azhar. Dari tahun ke tahun jumlah itu terus meningkat. Kini, di pesantren itu, didirikan pula kelas VIP. Yang ruang kelasnya ber-AC, gotakan (kamar tidur)-nya juga ber-AC. Ada fasilitas kolam renang. Ada acara nonton bioskop bersama.

Kenapa begitu getol membesarkan PKB?

“Saya tidak mau kita yang mayoritas ini hanya jadi daun salam. Setelah disesap rasanya, dibuang daunnya,” katanya.

“Jadi, siapa pun yang berusaha menggembosi PKB harus dilawan,” tegasnya. “Pada dasarnya mereka itu ingin merusak kekuatan politik NU,” tambahnya.

Bunyi kalimat di kaus itu adalah salah satu bentuk perlawanan itu. Bunyi lengkapnya: Warga NU kultural wajib ber PKB. Warga NU Struktural Sakkarepmu.

Kata ”Sakkarepmu’‘ berarti ”suka-suka kamu”. Bisa juga berarti ”tidak saya pedulikan”. Atau juga ”toh sikapmu itu tidak akan didengar”.

Yang dimaksud semua itu adalah: NU struktural. Maksudnya: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Yang punya ketua umum baru: KH Yahya C. Staquf. Yang punya kebijakan baru: pengurus NU tidak boleh merangkap di PKB.

Tafsirnya: NU harus netral terhadap semua partai. Tidak ada ikatan lagi dengan PKB.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas adalah adik sang ketua umum. Sang adik adalah juga Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor. Yakni sayap pemuda yang sangat penting di NU selain Muslimat (sayap perempuan di NU). Sang adik juga punya kebijakan: Ansor/Banser harus mendukung Erick Thohir sebagai capres mendatang. Erick sudah dilantik menjadi anggota Ansor. Bahkan sudah lulus menjalani ujian fisik sebagai anggota Banser. “Ansor dan Banser harus tegak lurus. Apa kata pusat harus diterima sama sampai di daerah-daerah dan di semua anggota,” tegasnya di acara ulang tahun Ansor bulan lalu.

Kata ”Sakkarepmu” itu ternyata ada asbabun nuzul-nya. Di masa-masa nan lalu sikap PBNU memang dinilai tidak tecermin di hasil Pemilu. Ketika PBNU bersikap mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, NU kultural memenangkan Jokowi. Di Pemilu berikutnya sikap PBNU dan NU kultural sama: Jokowi menang luar biasa besar.

Boleh dikata, Kiai Jazuli berpendapat PKB jangan memusingkan sikap PBNU. Yang penting bisa merangkul NU kultural.

Apakah Kiai Jazuli akan jadi pengurus atau calon anggota DPR dari PKB?

“Sama sekali tidak. Saya tidak mungkin cawe-cawe di politik, apalagi jadi caleg,” jawabnya. “Saya akan istikamah fokus ngurus pesantren. Impian saya hanya satu: cetak kader/politikus hebat sebanyak mungkin,” tambahnya.

Pesantren Bina Insan Mulia memang unik. Terutama kurikulumnya. Di tiap semester hanya mengajarkan  tiga mata pelajaran. Membaca Quran, matematika, dan fisika. Lalu menghafal Quran, matematika, fisika. Bahasa Arab (gaya Al-Azhar), matematika, fisika. Bahasa Inggris, matematika, fisika. Lalu ada semester khusus menghadapi ujian nasional. Satu semester lagi khusus menyiapkan diri masuk perguruan tinggi di luar negeri.

“Saya bagian menyiapkan kader bangsa saja. Lewat Bina Insan Mulia ini,” katanya. “Saya akan dorong santri NU di mana saja untuk jadi caleg.  Bagi yang sangat potensial, justru akan saya bantu sampai finansialnya,” ujar Kiai Jazuli.

Kiai Jazuli sudah melakukan itu di Pemilu yang lalu. “Akan lebih serius di Pemilu yang akan datang,” katanya.

Kiai Jazuli tidak suka warga NU hanya jadi pendorong mobil mogok. Di setiap pemilu.

Dan kini kiai Jazuli sendiri yang tidak ingin partai warga NU ini menjadi mobil mogok.(*)

 

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Rambo Batman

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Next Post
Hindari Kecemburuan dalam Bantuan

Hindari Kecemburuan dalam Bantuan

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

    Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.