logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

IKN Mendongak

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 9 May 2022
in Disway
0
IKN Mendongak

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

SUDAH ada kok pembangunan fisik di IKN Nusantara: membangun bendungan. Itulah satu-satunya kegiatan fisik di sana. Saat ini. Kegiatan itu terlihat di kiri-kanan jalan utama IKN –jalan milik perusahaan konglomerat Sukanto Tanoto. Lokasi proyek ini di sekitar 2 km dari portal pintu masuk.

Itulah proyek Waduk Sepaku.

Itu rencana lama.

Sudah lebih 30 tahun.

Ide awalnya, dulu, untuk menjadi sumber air minum kota Balikpapan.

Kini airnya akan dibagi dua: 1.500 liter untuk IKN. Yang 1.000 liter lagi untuk Balikpapan. Kalau pipa sejauh sekitar 50 Km jadi dibangun.

Nama Bendungan Sepaku ibarat guntur setengah abad tanpa hujan. Penetapan IKN membawa hujan itu turun. Rencana lama ini akhirnya dilaksanakan. Alhamdulillah. Air dari bendungan itu sangat ditunggu. Terutama untuk IKN sendiri. Pembangunan fisik IKN secara besar-besaran tentu tidak bisa jalan tanpa air.

Di lain pihak, ini bukan bendungan besar. Dari cadangan air bersihnya saja bisa dilihat: hanya cukup untuk IKN kecil. Berarti IKN tidak boleh meledak jadi seperti Jakarta. Ada problem pendukung seperti air.

Atau, kelak, kalau ternyata meledak juga, harus mengambil air dari Sungai Mahakam –sekitar 60 km dari IKN.

Problem pendukung berikutnya adalah jalan menuju ke IKN.

Saya salah kira. Minal aidin wal faizin. Bayangan saya, dari exit tol Samboja itu tinggal 30 menit lagi. Yang berarti dari Bandara Balikpapan ke IKN 1 jam. Kan dari bandara ke exit tol Samboja hanya 30 menit.

Ternyata saya salah. Orang tua ternyata banyak salahnya –meski juga banyak tabungannya. Mohon maaf lahir batin. Lingkungan ternyata sudah berubah. Total.

Kecamatan Sepaku –yang saya kenang ”hanya” sebagai sebuah lokasi transmigrasi, telah berkembang begitu besar. Lalu lintas menuju IKN ini ternyata sudah begitu ramai. Terutama sejak sebelum kantor kecamatan Sepaku. Sampai 3 km sebelum IKN.

Berarti, dari Bandara Balikpapan, IKN tidak bisa ditempuh dalam 1 jam. Mustahil. Kalau pun ngebut. Bisa hampir 2 jam. Terlalu jauh. Tidak bisa diterima.

Presidennya sendiri –entah siapa nanti– memang bisa naik helikopter. Layak. Tapi para duta besar tentu keberatan –terutama dari negara sekelas Senegal.

Pilihannya: melebarkan jalan lama itu. Menambah satu jalur lagi di kiri. Juga satu jalur lagi di kanan. Sekalian memperbaiki infrastruktur daerah. Agar berkah IKN ikut dinikmati rakyat setempat –yang ternyata begitu dekatnya dengan IKN.

Apalagi jalan raya jurusan Samarinda-Banjarmasin itu menjadi empat lajur. Berkahnya mengalir sampai jauh: sampai Banjarmasin.

Tapi, itu, hanya akan menolong percepatan 30 menit. Masih terlalu lama untuk ke suatu ibu kota negara besar seperti Indonesia.

Pilihan lain: membuat jalan tol baru. Dari exit Samboja. Ke IKN. Tidak panjang: sekitar 35 km. Tapi harus dengan uang negara. Belum menarik bagi investor biasa. Kecuali Sang Investor mendapat sweeter di proyek lain.

Hanya saja, Anda sudah tahu, jalan tol baru itu hanya membawa berkah untuk investornya.

Pilihan berikutnya: langkah yang sangat besar. Yakni membangun tol layang di atas pantai Balikpapan. Dari bandara Sepinggan, melengkung sampai dekat Kampung Baru. Langsung nyambung ke jembatan di atas laut. Melengkung tinggi di atas Teluk Balikpapan. Semua berstatus jalan tol. Begitu turun jembatan tol-nya bisa berakhir. Sudah nyambung ke jalan lama poros Banjarmasin-Samarinda. Dari arah berlawanan menuju Sepaku.

Ini akan bersejarah.

Jalan tol di atas laut itu –dan jembatan panjang di atas teluk itu– tidak harus pakai uang negara. Proyek itu bisa dibangun secara komersial. Sudah ada peminatnya. Sudah ada kajiannya. Sudah ada desain teknisnya. Semua izin daerah pun sudah pernah selesai.

Persoalan yang muncul, kala itu, tinggal satu: harus berapa meter tinggi jembatan. Yang melengkung di atas Teluk Balikpapan itu. Jangan sampai mengganggu kapal yang lewat di bawahnya.

Itulah yang dulu menghambat. Proyek itu pun tidak terlaksana.

Di dalam Teluk Balikpapan itu memang ada pelabuhan besar. Sebagai pengganti pelabuhan lama di dalam kota. Di dekat kilang-kilang minyak Pertamina. Yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi itu.

Investornya, kala itu, merencanakan setinggi 45 meter. Dianggap lebih dari cukup. Itulah desain yang ekonomis. Itu sudah tinggi sekali.

Pemberi izin, kalau tidak salah, menginginkan 65 meter.

Dua teori itu saling bertahan. Tidak pernah bisa menemukan keputusan.

Tapi dengan gaya pemerintahan sekarang soal ketinggian itu pasti bisa diterobos. Melarang total ekspor produk sawit saja berani. Apalagi hanya soal ketinggian jembatan. Upil.

Dengan tol di atas laut ini tidak hanya IKN yang menikmati. Juga masa depan. Bahkan masa kini. Ups… Masa lalu pun ikut mengagumi.

Itu keinginan lama di Balikpapan. Agar kalau menyeberang ke Penajam tidak perlu lagi pakai speedboat. Banyak orang yang menyeberang di sini. Mereka selalu mendongak ke atas: kapan ada jembatan melintang di atasnya.

Lalu-lintas penyeberangan di sini sangat ramai. Ini jurusan besar. Menuju ibu kota Penajam Paser Utara. Terus lagi ke Paser induk. Lanjut ke Tanjung, Barabai, Martapura akhirnya ke Banjarmasin.

Poros itu, terutama dari Balikpapan sampai Tanjung, telah jadi aorta besar ekonomi: minyak, batu bara, sawit.

Banyak yang memilih menyeberang dengan speedboat karena ingin cepat. Tentu mobil tidak bisa naik speedboat. Harus naik fery. Memutar. Jauh.

Atau lewat jembatan baru. Lebih jauh lagi. Tapi ini Jembatan Abunawas. Jembatannya sudah lama jadi. Jalan ke jembatan itu yang belum ada.

Pilihan lain memutar lebih jauh lagi. Lewat Samboja, Sepaku, IKN, Panajam Paser Utara.

Rasanya membangun tol yang terakhir itu lebih tepat. Sekaligus mengatasi persoalan mendasar di sana.

Maka kalau pilihannya itu, kehadiran IKN di Sepaku bisa membawa berkah nyata di daerah. Sekarang dan untuk jangka yang sangat panjang.

Ikut kakek nenek.(Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
Harga Tomat Tembus Rp20 Ribu per Kg

Harga Tomat Tembus Rp20 Ribu per Kg

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
Pihak BRI Gorontalo saat melakukan pendaftaran perkara gugatan sederhana, di Kejari Kota Gorontalo. (F. Istimewa)

Ratusan ASN Kredit Macet, BRI Gandeng Kejaksaan Tempuh Jalur Hukum

Friday, 22 August 2025

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.