logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Mati Hidup

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 10 March 2022
in Disway
0
Mati Hidup

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Point 100

Rambo Batman

Omon Kenyataan

Amang Waron

DI SANA orang hidup dimatikan.

Di sini tanah mati akan dihidupkan.

Maka daerah setandus Sikka pun kini berpikir value.

Kabupaten paling timur Flores itu tidak mau lagi memproduksi kopra tradisional. Mereka, kini, hanya mau memproduksi kopra putih.

“Barang yang sama dengan biaya yang sama bisa memperoleh hasil 2 kali lipat,” ujar Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo.

Ia biasa dipanggil Roby.

Di Sikka kini sudah terbangun 300 rumah UV. Yang disebut ”rumah UV” itu begitu sederhananya: dari bambu lokal. Tiang maupun kerangka atasnya. Ukurannya 3 x 8 meter. Bisa dibangun di mana saja: terutama di pekarangan.

”Rumah UV” itu diberi dinding plastik bening. Rapat. Atapnya pun plastik bening. Rapat.

Di dalam ”rumah UV” itu diletakkan rak bambu. Susun tiga. Kelapa yang sudah dikupas serabutnya dibelah dua. Lalu ditaruh di rak bambu tersebut.

Dalam 4 hari kelapa itu terkelupas dari tempurungnya. Jadilah kopra putih. Yang kadar airnya tinggal 7 persen.

Roby tidak mau lagi rakyatnya menjemur kelapa dengan cara lama. Yang dijemur di udara terbuka begitu saja. Yang kelapanya berubah warna menjadi cokelat. Dan berjamur.

Usaha Roby itu sementara ini masih terganggu keadaan pasar yang berubah cepat. Sekarang ini harga kopra cokelat pun meningkat drastis –mengikuti naiknya harga minyak goreng. Kemarin-kemarin harga kopra cokelat hanya Rp 6000/kg. Sekarang sudah Rp 15.000/kg.

Kopra putih seperti kehilangan momentum. Ia baru akan berkibar kalau harga minyak goreng sudah normal. Masalahnya: bisakah kembali normal.

Roby berumur 50 tahun. Ia bupati dari jalur independen. Kala itu ia mengalahkan dua pasang lainnya yang diusung partai.

Ia sendiri pernah jadi calon bupati lewat partai. Ketika umurnya masih 30 tahun. Kalah.

Lima tahun kemudian nyalon lagi. Pindah partai. Kalah lagi.

Agak tragis.

Di putaran pertama ia menang jauh. Ayahnya, yang lagi berobat di Bali, senang bukan main. Sang ayah undang banyak teman datang ke Bali –merayakan kemenangan itu.

Ternyata Roby kalah di putaran kedua. Sang ayah –yang lagi menderita kanker prostat– terpukul. Lalu berpesan kepada sang anak: jangan urus politik lagi. Politik itu kejam. Jahat. Sang ayah lantas meninggal dunia.

Sang ibu berbeda prinsip. Roby tidak boleh patah semangat. Harus bisa balas dendam atas dua kekalahan sebelumnya.

“Kenapa yang kali ketiga tidak lewat partai lagi?”

“Mahal sekali. Tidak kuat. Juga takut kecewa lagi,” ujar Roby Sabtu (4/3) kemarin.

Roby ke Surabaya untuk lebih menghidupkan Sikka.

Di Pilkada lalu Roby memang punya modal nama. Ayahnya itu adalah bupati Sikka tahun 1998. Sebelum itu pun sang ayah sudah menjadi ketua DPRD.

Sang ayah memang pernah menjadi ketua Golkar Sikka. Yang di Pemilu terakhir Orde Baru bisa membuat Golkar menang 97 persen –hanya karena tidak pantas kalau menang 100 persen.

Tidak lama setelah menyemangati Roby, sang ibu juga meninggal dunia. “Istri saya yang bekerja keras berkampanye. Keliling dari desa ke desa,” ujarnya.

Dari tingginya dukungan untuk calon independen saja ia yakin kali itu akan menang. “Saya hanya ingin membangun Sikka,” ujarnya.

Tekad itulah yang membuat Roby, begitu lulus STPDN di Jatinangor,  balik ke Sikka.

Biar pun dengan hati yang penuh luka.

“Pacar tidak mau saya ajak pulang ke Sikka. Padahal saya ingin sekali  kawin dengan dia dan pulang ke Sikka,” ujar Roby.

Pacarnya itu gadis Sukabumi. Ia jatuh hati berat dengan gadis itu.

Sepulang di Sikka Roby jadi pegawai negeri rendahan di sana. Latar belakang keluarganya yang tokoh Golkar tidak lagi menguntungkannya.

Ia pun ingin menutup luka itu secara permanen. Ia minta siapa saja –terutama keluarga besarnya– untuk mencarikan ia istri. Siapa saja. Yang penting baik hati dan mau tinggal di Sikka.

Salah satu keluarganya kenal dengan gadis asal salah satu desa di Kediri. Dari keluarga amat miskin. Tidak lagi punya ayah dan ibu. Ia lagi bekerja di Bali.

“Kami diperkenalkan. Lewat telepon. Lalu kami saling menelepon. Tiga bulan kemudian dia mau dibawa ke Sikka,” ujar Roby. Di Sikka-lah mereka menikah –secara Katolik. Pasangan itu kini sudah punya 4 anak –salah satunya sudah jadi dokter.

Tidak hanya kopra putih. Roby juga mengubah cara menanam vanili. Perubahannya sangat radikal. “Di Sikka kami sudah menggunakan drip irrigation,” ujar Roby. Berarti inilah pertanian vanili dengan sistem irigasi air menetes yang pertama di Indonesia.

Kebetulan, saat Roby terpilih sebagai bupati, 60 alumni Israel  sudah pulang. Mereka tiga tahun di Israel: belajar pertanian lahan kering. Salah satunya adalah mendalami sistem irigasi air menetes.

“Saya sendiri sekarang sudah bisa membuat sistem irigasi air menetes,” ujar Roby. “Saya belajar dari anak-anak lulusan Israel itu,” katanya.

Sikka beruntung punya banyak tokoh nasional. Sejak dulu –sejak zaman Frans Seda menjadi menteri keuangan Orde Baru. Gories Mere, jenderal polisi itu, juga dari Sikka. Gories-lah yang menyekolahkan anak-anak Sikka ke Israel.

Roby sendiri ikut berkebun vanili. Ia sudah berhasil menanam 30.000 pohon vanili. Tersebar di beberapa kecamatan. Sebagai contoh bagi rakyatnya.

Dengan sistem irigasi seperti itu tidak banyak air diperlukan. Semua tanaman dilewati pipa yang diberi lubang. Air menetes hanya di pokok setiap tanaman.

Teknologi melubangi pipa inilah yang ditemukan Israel. Yang sulit ditiru begitu saja. Salah membuat lubang airnya mengucur –bukan menetes. Cobalah kalau bisa.

Semua tanaman unggulan dari Sikka akan dikerjakan pakai teknologi baru seperti itu. Termasuk pala dan lada. Dengan itulah Roby ingin mengubah Sikka –kabupaten paling kering di antara seluruh kabupaten di Flores yang kering.

Justru ketika sudah menemukan cara baru itu, Roby dikejutkan dengan kreativitas rakyatnya. Ada satu petani di Sikka yang bisa menanam vanili tanpa irigasi apa pun. Vanili itu tetap subur di musim paling kering sekali pun.

Caranya?

“Ia menanam vanili di dekat pohon Kamboja Hutan. Vanilinya merambat di pohon itu. Dapat air dari pohon itu,” kata Roby.

Pohon Kamboja Hutan memang banyak tumbuh di Sikka. Rupanya itulah salah satu pohon yang mampu bertahan di tanah yang sangat kering.

Nama petani: Fery, dari Desa Uma Uta, Kecamatan Bola.

Saya jadi ingin menyaksikan sendiri penemuan petani Sikka yang baru ini. Bahkan saya belum tahu seperti apa Kamboja Hutan itu. Mungkin saja saya sudah pernah ketemu dengannya. Ketika keliling Flores dulu. Hanya saya mungkin belum mengenalnya.

“Jadi, ke depan, lebih mengandalkan irigasi drip atau Kamboja Hutan?” tanya saya.

Sang bupati berpikir sejenak. “Dua-duanya,” katanya.

Roby ke Surabaya Sabtu lalu. Ia ingin merayu pengusaha kapal: agar mau membuka jalur pelayaran ro-ro Surabaya-Sikka. Roby ingin mengembangkan industri ikan tangkap di Sikka.

Posisi Sikka adalah di selatan Laut Arafuru yang kaya ikan. Maumere –ibu kota Sikka– ingin ia jadikan pusat pengolahan hasil laut.

“Kan sudah ada Pelni yang secara rutin menyinggahi Maumere?” kata saya.

“Kapal Pelni mampir-mampir banyak daerah lain. Kami perlu kapal yang membawa ikan langsung dari Sikka ke Surabaya,” katanya. “Sekarang sudah ada 4 pabrik ikan di Maumere. Saya ingin bantu mereka,” katanya.

Roby tidak hanya menemukan jalan bagi kemajuan ekonomi di Sikka. Ia juga menemukan cara agar –sebagai bupati independen–tidak dimusuhi DPRD. Padahal ia tidak mau kompromi bagi-bagi rezeki. Uang APBD ia hemat luar biasa untuk fokus di pendidikan. Semua anak  Sikka gratis sekolah sampai lulus perguruan tinggi. “Sikka hanya bisa diubah dengan pendidikan,” katanya.

Ia paksakan APBD pro-pembangunan seperti itu. Kalau DPRD tidak menyetujui ia tetap bertahan. Ia tidak mau kompromi. “Kalau APBD tidak  disetujui kan kita sama-sama tidak gajian. Anggota DPRD juga tidak gajian. Kuat-kuatan,” katanya.

Apalagi belakangan Megawati Soekarnoputri mencatat kesungguhan dan keberhasilan Roby. PDI Perjuangan kini merangkulnya.

Ia akan bisa maju lagi lewat PDI Perjuangan dengan murah.

Roby telah membuat saya tiba-tiba kangen Sikka. (Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Point 100

Tuesday, 20 January 2026
Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Rambo Batman

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Next Post
Makin Sporti, Honda Supra X 125 Hadir dengan Desain Terbaru

Makin Sporti, Honda Supra X 125 Hadir dengan Desain Terbaru

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

    Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.