logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Benci Ras

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 16 February 2022
in Disway
0
Doa Wadas

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

WANITA lagi. New York lagi. Pembunuhan lagi.

Pokoknya orang keturunan Asia kini merasa tidak tenang di Amerika Serikat. Kian lama kian tidak aman. Setahun terakhir setiap satu dari lima orang mengalami kejadian akibat kebencian ras.

Korban terakhir: Christina Yuna Lee. Kejadiannya menjelang subuh hari Minggu lalu. Pagi buta itu, pukul 04.30 dia baru pulang. Sendirian. Naik taksi.

Rumah Lee di sebuah apartemen di China Town, Manhattan, New York. Yakni di depan taman Roosevelt yang panjang itu. Yang kalau hari Minggu penuh dengan pengunjung Tionghoa. Banyak juga yang main musik klasik Tiongkok di sana. Menyanyi. Menari. Dan segala macam atraksi kebudayaan Tionghoa.

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Lee, 35 tahun, tinggal di lantai 6 apartemen itu. Belum lama di situ. Baru setahun terakhir. Yakni sejak dia pindah dari New Jersey ke New York. Dia berhenti bekerja sebagai profesional creative di platform musik digital di Jew Jersey. Empat tahun dia bekerja di situ –sejak lulus kuliah di Rutgers University. Itulah universitas tertua kedua di negara bagian tetangga New York itu: didirikan tahun 1766.

Lee keturunan Korea. Yang di Amerika sering dianggap sama saja dengan dari Tiongkok. Bahkan pernah ada orang asal India dibunuh di Texas dikira dari Tiongkok.

Kalangan tertentu di Amerika menganggap semua orang asal Asia sebagai asal Tiongkok.

Peristiwanya sendiri Anda sudah tahu: subuh itu Lee turun dari taksi. Dia langsung menuju pintu masuk apartemen. Dia buka pintu itu dengan kartu akses miliknyi. Semua penghuni apartemen punya kartu seperti itu.

Lee tidak memperhatikan keadaan. Dia tidak tahu kalau ada orang yang menguntitnyi. Begitu membuka pintu Lee langsung naik tangga apartemen. Dia tidak menutup pintu itu –otomatis akan menutup sendiri. Mengunci sendiri.

Sebelum pintu itu menutup, seseorang menahan pintu itu. Ia menyelinap. Ia ikut naik tangga ke lantai 1 ketika Lee sudah belok naik ke lantai dua. Ia pun mulai naik ke lantai 2 ketika Lee sudah membelok naik ke lantai 3. Dan seterusnya: ia ikut naik ke lantai 6 ketika Lee sudah terlihat membuka pintu kamar apartemennyi.

Sekali lagi terjadi: Lee tidak menutup pintu kamarnyi –yang memang akan menutup sendiri secara otomatis.

Sebelum pintu itu menutup dengan sempurna, Si Penguntit menahan pintu itu. Ia pun memasuki kamar Lee: menyerang wanita sendirian itu.

Rupanya terjadi perlawanan. Si Penguntit terluka sedikit di badan, tangan, dan pundak. Lee sendiri tewas. Dengan luka sekitar 40 tusukan.

Mayatnyi ditemukan polisi di bak mandi. Ceceran darah di mana-mana. Lee terlihat telanjang di bagian pinggang ke atas. Rupanya dia sudah copot atasan untuk mandi.

Kelak akan diketahui, siapa yang mengambil pisau dapur di apartemen itu. Apakah Lee? Dengan maksud sebagai senjata untuk melawan? Atau Si Penguntit? Yang menggunakannya untuk membunuh Lee?

Yang jelas Si Penguntit bingung setelah itu. Ia bermaksud lari lewat pintu darurat kebakaran. Tapi sirine polisi terdengar mendekat.

Tetangga di seberang kamar Lee memang menelepon 911. Ia memang mendengar ada teriakan minta tolong dari kamar Lee. Teriakan itu seperti yang sering ia dengar di film-film: “Tolong, tolong, telepon ke 911”.

Polisi pun datang. Si Penguntit bergegas balik badan. Ia putuskan untuk kembali ke kamar Lee. Lalu mengunci pintu dari dalam. Ditambah barikade seadanya.

Ketika polisi mengetuk pintu kamar Lee itu ada jawaban dari dalam. “Saya tidak memerlukan pertolongan polisi,” ujar suara dari dalam –seperti suara yang dicewek-cewekkan.

Satu jam kemudian, polisi mendobrak pintu kamar Lee. Tidak ditemukan ada orang. Polisi menemukan tubuh mati Lee yang tergeletak di bak mandi. Polisi belum bisa menyimpulkan mengapa bagian atas Lee telanjang. Apakah Lee sudah siap mandi? Atau Si Penguntit yang mencopotnya? Untuk apa? Akan dipotong-potong di bak mandi?

Kamar itu sepi. Tapi polisi yakin masih ada orang di dalamnya. Penggeledahan pun dilakukan. Ketemu: Si Penguntit bersembunyi di bawah tempat tidur.

Namanya: Assamad Nash.

Umur: 25 tahun.

Ras: kulit hitam.

Kamera yang merekam semua lantai di apartemen itu bisa menjelaskan banyak. Terutama bagaimana Nash menguntit Lee sejak turun dari taksi. Tanpa sedikit pun Lee menyadari ada yang menguntitnyi.

New York pun kembali heboh.

Ini mengingatkan orang pada peristiwa persis sebulan lalu. Yakni ketika seorang wanita keturunan Tionghoa didorong jatuh ke rel kereta bawah tanah. Tubuhnyi langsung disambar kereta yang lewat di detik itu.

Nama wanita itu: Michelle Alyssa Go.

Umur: 45 tahun.

Dia bekerja di perusahaan keuangan. Hari itu, pukul 9.45, Michelle ke stasiun bawah tanah di dekat Times Square. Dia berdiri di pinggir platform menunggu kereta jurusan kantornyi tiba. Sambil menunggu itu dia sibuk dengan HP-nyi. Matanyi terus menunduk: asyik menatap ke layar handphone. Tiba-tiba seorang laki-laki kulit hitam mendekat di belakangnyi: mendorongnyi.

Semua itu terekam di kamera stasiun. Termasuk ketika si lelaki sebenarnya akan menyasar wanita lain. Gagal. Si Wanita Lain waspada. Dia menjauh dari laki-laki itu.

Nama Si Pendorong segera diketahui: Martial Simon.

Umur: 61 tahun.

New York pun heboh.

Tahun lalu, seorang lelaki Tionghoa tua juga jadi korban. Saat itu ia lagi mengumpulkan kaleng-kaleng bekas minuman di China Town. Ia dipukuli orang. Beberapa waktu kemudian meninggal akibat luka-lukanya.

Baik Nash maupun Simon, sama-sama ditangkap. Mereka sama-sama gelandangan. Sama-sama punya gangguan jiwa. Bahkan sama-sama residivis.

Ketika melakukan kejahatan itu, keduanya juga sudah dalam status tersangka: untuk kejahatan lain. Bukan pula hanya sekali. Berkali-kali.

Tapi, orang seperti Nash, tidak pernah ditahan. Ia boleh bebas dengan jaminan. Bulan depan, harusnya, Nash diadili untuk kejahatan sebelumnya.

Menurut catatan polisi, kejahatan dengan motif kebencian ras naik lebih 300 persen setahun terakhir. Sasarannya: keturunan Asia. Atau keturunan pulau-pulau di Pacific.

“Cukup. Sudah cukup,” teriak aktivis anti kebencian ras. “Semua ini akibat penjahat dibiarkan tidak dihukum”.

Maka nama Jaksa Distrik New York yang baru kembali jadi sorotan: Alvin Bragg. Ia yang membuat kebijakan agar penjahat-penjahat kecil tidak dihukum (lihat: Disway  (13/1/2022: Sesal Istri).

Kebencian atas ras Asia itu meningkat sejak Presiden Donald Trump punya kebijakan anti imigran. Lalu naik lagi ketika Covid-19 melanda Amerika. Banyak yang berpendapat pandemi itu merupakan dosa Tiongkok. Bahkan muncul kesan: semua orang Asia membawa virus di badan mereka.

Trump sudah lama diganti Joe Biden. Kejahatan kebencian ras ternyata tidak juga surut.

Banyak hal, kalau sudah naik, rupanya sulit untuk diharapkan turun. (Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Tags: Disway

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
Polres Gorontalo Selidiki Penyebab Kebakaran Meubel, Masyarakat Diminta Waspada, Segera Koordinasi dengan PLN Soal Jaringan Listrik

Polres Gorontalo Selidiki Penyebab Kebakaran Meubel, Masyarakat Diminta Waspada, Segera Koordinasi dengan PLN Soal Jaringan Listrik

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

HUT Pramuka ke 62, Ketua Kwarda Gorontalo Raih Penghargaan Karya Bakti dari Kwarnas

Friday, 25 August 2023

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.