logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Pembelajaran Virtual di Era Pandemi, Antara Ikhtiar dan Menjaga Kualitas

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 16 July 2021
in Persepsi
0
Guru, Insan Cendekia  dan Panggilan Pengabdian

Fory A Naway

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
Fory Armin Naway

—

Rencana pembelajaran tatap muka pada awal tahun ajaran 2021 ini, nampaknya mengalami penundaan lagi, karena trend peningkatan penderita wabah Covid-19, di daerah- daerah cukup mengkhawatirkan. Di Gorontalo sendiri, kasus penularan Covid-19 per 4 Juli 2021 terdeteksi sebanyak 73 orang, setelah sebelumnya kasus paparan Covid-19 sempat menimpa sejumlah siswa di sekolah unggulan di Kab. Bone Bolango.

Bahkan jika melihat tren penderita yang terpapar di Jakarta dan daerah lainnya di Pulau Jawa pada awal Juli 2021 ini, maka ikhtiar untuk pencegahan merebaknya Covid-19 di tengah masyarakat membutuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen untuk kebaikan bersama. Demikian pula halnya dengan kerinduan guru dan siswa untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di ruang kelas, untuk saat ini, sulit untuk diwujudkan demi keselamatan siswa dan guru itu sendiri.

Hal itu sekali lagi membutuhkan kesadaran kolektif guru dan siswa untuk terus melakukan ikhtiar dengan 2 dimensi ruang lingkup, yakni dimensi keselamatan dan kesehatan di satu sisi dan dimensi kualitas pembelajaran di sisi yang lain.

Related Post

Batas-Batas Pengobatan

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Dalam konteks ini, setiap guru di manapun dapat berinovasi secara lebih elegan untuk memformulasikan pembelajaran yg berkualitas meski hanya melalui virtual. Oleh karena itu pembelajaran Virtual tidak hanya dipandang sebagai pembelajaran jarak jauh melalui perangkat Android semata, tapi ada aspek-aspek lainnya yang dapat meningkatkan animo dan minat siswa untuk mendalami pembelajaran secara mandiri di satu sisi, tapi juga materi pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk meningkatkan kompetensinya.

Dalam pembelajaran Virtual, metode pembelajaran psikomotorik jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan metode pembelajaran kognitif dan afektif. Artinya, di era Pandemi saat ini, terdapat hikmah yg dapat dimaknai oleh pendidik bahwa pengetahuan siswa jauh lebih luas dibandingkan dengan sebelum era digital. Hal itu disebabkan oleh terbukanya akses yang luas bagi anak didik untuk mengeksplore berbagai informasi yang tersaji lewat internet.

Meski demikian, guru juga tidak bisa mengabaikan begitu saja kegandrungan sebagian besar anak didik yang saat ini menjadi “pecandu” permainan game online yang ternyata berdampak negatif terhadap masa depan anak. Pembelajaran Virtual yang nampaknya masih terus berlangsung, dengan begitu dapat dimaknai lebih mendalam dan lebih luwes lagi oleh guru agar tidak terjebak pada pola pembelajaran Virtual yang menoton.

Demikian juga dengan anak didik dan orang tua, bahwa di era pembelajaran Virtual, kesadaran individu untuk mempersiapkan masa depan sejak dini menjadi sesuatu yang sangat mendesak. Menjadi siswa yang rajin dan berprestasi bukan karena faktor pengawasan guru yang ketat dan penerapan disiplin dari pihak sekolah, melainkan karena kesadaran individu siswa itu sendiri.

Oleh sebab itu, meski pembelajaran tatap muka dirindukan dan demi kualitas pembelajaran, namun bukan berarti pembelajaran Virtual tidak menjanjikan “kualitas”, justru sebaliknya, pembelajaran Virtual mampu memberikan dampak positif sepanjang guru mampu meramu pembelajaran yang luwes dan elegan. Pembelajaran Virtual dalam konteks ini, mampu merangsang kesadaran individu. Jika selama ini siswa menjadi disiplin belajar karena faktor pengawasan guru, maka di era pembelajaran Virtual, disiplin itu harus bersumber dari kesadaran sendiri, bukan karena faktor orang lain.

Dalam kaidah pendidikan yang dicanangkan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud-Ristek, terutama yang terkait dengan Merdeka Belajar, maka inovasi pembelajaran secara virtual, justru sangat relevan dan kondusif. Relevansinya terletak pada kemauan dan motivasi guru untuk menerapkan konsep pembelajaran Virtual secara merdeka, namun memiliki bobot dan muatan yang dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan karakter dan kompetensi anak didik.

Melalui prinsip dan semangat merdeka belajar itulah, guru sejatinya dapat lebih kreatif dan terus berinovasi dalam proses pembelajaran secara virtual. Guru tidak hanya memberikan tugas- tugas kepada siswa tapi juga mampu menelaah secara mendalam hakekat pendidikan secara menyeluruh.

Hakekat tugas pendidikan adalah “memikirkan generasi hari ini dan mempersiapkan generasi mendatang”, maka guru dalam konteks yang lebih luas dan manifestatif adalah memberikan serta menyuguhkan materi pembelajaran dengan 3 sasaran utama, yakni terkait dengan pengembangab karakter anak didik, kompetensi dan kebangsaan. Paling tidak ketiga aspek itu menjadi rujukan guru dalam proses pembelajaran yang bagaimanapun juga, baik secara tatap muka maupun pembelajaran secara virtual.

Sebagai kesimpulan, bahwa dalam sistem pembelajaran secara virtual di era Pandemi Covid-19 yang masih terus berlaku, hal itu dapat dipandang sebagai langkah ikhtiar dan alternatif keberlangsungan pembelajaran. Meski demikian, guru tetap bertanggung jawab penuh terhadap jaminan kualitas pembelajaran. Karena sesungguhnya, kualitas pembelajaran sangat bergantung pada sejauhmana performance guru dalam proses pembelajaran. Prinsipnya pada komitmen, tanggung jawab yang dibarengi dengan motivasi untuk terus berkreasi dan berinovasi. Dengan kreasi dan inovasi, siswa dan orang tua siswa yang membimbing anak mereka di rumah dapat lebih tergugah dan bersemangat untuk belajar secara virtual.

Semoga saja seluruh guru, anak didik dan masyarakat dapat memaknai lebih luwes dan elegan lagi dalam memandang serta menyikapi wabah Pandemi Covid-19 agar berbagai resistensi mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dapat diminimalisir. (*)

Penulis adalah dosen FIP UNG dan Ketua PGRI Kab. Gorontalo

 

Tags: Dosen FIPfory nawaypersepsiUNG

Related Posts

Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026
Next Post
Gereja AtThohir

Gereja AtThohir

Discussion about this post

Rekomendasi

AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Wardoyo Pongoliu

Izin Tambang, IPR Dengilo Tunggu Persetujuan Pemkab

Tuesday, 21 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Batas-Batas Pengobatan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.