logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Baik Saja

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Thursday, 1 July 2021
in Disway
0
Baik Saja
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Rambo Batman

Omon Kenyataan

Amang Waron

Reflek Radjimin

Oleh:
Dahlan Iskan

ORANG ini jauh-jauh sengaja ke Amerika untuk bisa mendapat vaksin.

Di Amerika ia meninggal dunia: tragis. Tempatnya menginap, sebuah kondominium bertingkat 13, runtuh. Kamis pagi lalu.

Kondo itu di Miami, Florida. Di pinggir pantai. Di sebuah kompleks kondominium 3 tower 13  lantai. Ada 136 unit di kondo itu. Yang dihuni hampir 200 orang.

Kondo itu runtuh pilih waktu paling dramatik: lewat tengah malam. Ketika semua penghuninya sudah tidur lelap. Cara runtuhnya pun seperti dalam video mengenai bangunan tinggi yang sengaja diruntuhkan: roboh bersamaan ke arah bawah.

Dini hari itu, pukul 01.30, tetangga di gedung sebelah terbangun. Ia kaget. Seperti ada suara taifun yang dahsyat.

Tapi kok tidak ada angin di luar. Ia membuka pintu, melihat ke arah laut. Tidak ada tanda-tanda gelombang tinggi. Lalu ia menoleh ke selatan. Lho kok gedung tinggi di sebelah itu tidak ada lagi. Lho runtuh. Rata dengan tanah.

Ia pun masuk rumah lagi. Ia membangunkan seisi rumah, sambil berteriak-teriak: gedung sebelah hilang, gedung sebelah hilang.

Tetangga yang lain juga melongok ke arah gedung yang hilang itu. Mereka juga terbangun oleh suara yang dahsyat.

Sampai kemarin jumlah yang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan 35 orang. Sembilan meninggal, 11 luka-luka, 16 orang segar bugar.

Masih banyak yang belum ditemukan: masih 156 orang. Mereka terdiri dari berbagai bangsa. Latin 30 orang, Israel 20 orang, Kanada 5 orang, dan dari beberapa negara lainnya. Mereka masih terkubur di bawah reruntuhan. Keluarga sudah menganggap mereka meninggal dunia. Sudah empat hari di situ.

Meski itu di Amerika tetap saja perlu bantuan. Tim penyelamat dari Meksiko dan Israel terbang ke Miami. Walikota setempat mengeluh ”kok kami tidak beruntung bisa segera mengevaluasi semua korban”. “Kami tidak punya masalah apa-apa. Kami hanya punya problem di bidang keberuntungan,” katanya seperti dikutip dari media setempat.

Ini Amerika. Ahli banyak. Yang heroik lebih banyak lagi. Mereka bekerja 24 jam bergantian. Alat pun lengkap. Anjing pengendus cukup. Uang ada. Tapi 156 orang masih terkubur di reruntuhan.

Mereka sampai membuat parit dan terowongan ke dalam reruntuhan itu. Sampai kemarin parit itu sudah sejauh 40 meter. Memutar. Tapi memang harus serba hati-hati. Reruntuhan itu setiap saat bisa runtuh ke situ.

Heboh. Kok ada gedung runtuh di Amerika! Kok penyelamatannya begitu lambat.

Itulah berita besarnya. Kok yang seperti itu terjadi di Amerika. Bukan di Tiongkok atau India atau Astina.

Di Amerika, pengawasan gedung tinggi sebenarnya sudah sangat ketat. Izin gedung tinggi hanya berlaku 40 tahun. Setelah itu setiap gedung tinggi harus memperbarui izin –untuk 40 tahun berikutnya.

Kondo di Miami tersebut dibangun tahun 1981. Berarti sudah berumur 40 tahun. Ia harus mulai mengurus izin itu. Harus diperiksa tingkat keamanannya. Itu sudah dilakukan.

Sudah ditunjuk konsultan teknik. Tiga tahun lalu. Untuk memeriksa seluruh aspek tekniknya. Terutama berkaitan dengan kekuatan fondasinya.

Ternyata kondo tersebut sudah cacat. Ditemukanlah beberapa kelemahan. Ada beton yang keropos. Ada dinding yang retak kecil. Ada rembes di bawah kolam renang.

Bahkan harian New York Time mengungkapkan sudah ada lubang yang mencurigakan. Yang ditemukan penghuni di hari roboh itu.

Pihak manajemen sebenarnya lagi memproses semua temuan itu. Perbaikan segera dilakukan. Manajemen sudah mendapat kredit USD 12 juta untuk perbaikan itu. Tiap penghuni sudah setuju akan membayar antara Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar. Tergantung luasan rumah di situ. Yang paling kecil tiga kamar. Yang paling besar 4 kamar. Luasnya ada yang 120 m2 ada pula yang 149 m2.

Tidak ada masalah juga dengan renovasi.

Hanya kalah cepat.

Kondo itu runtuh lebih awal. Runtuhnya dimulai dari kondo yang di tengah (Lihat foto, warna kuning). Lalu tower bagian timurnya (Lihat foto kedua). Prosesnya sangat cepat. Hanya 12 detik. Ada kamera yang merekam pergerakan itu. Detik pertama mulai ada gerakan. Detik ke 12 bangunan sudah tidak ada. Tinggal debu yang terlihat membumbung. Sampai detik ke 22 debu itu masih terlihat.

Kompleks kondo di situ terdiri dari tiga tower. Tower utara dan tower selatan –yang dibangun bersamaan: di tahun 1981.

Mereka membayar USD 200.000 ke Pemda untuk mengurus izin membangun. Uang itu sebagai biaya pemindahan selokan yang tidak boleh dikerjakan oleh pengembang. Agar kualitas selokan baru penggantinya sesuai keinginan Pemda.

Belakangan di antara tower utara dan selatan itu dibangun gedung baru: tower tengah. Bergandengan dengan tower utara dan selatan.

Yang tengah itulah yang runtuh lebih dulu. Lima detik kemudian menggeret tower selatan. Anehnya tidak menggeret tower yang utara. Tower yang selamat itu menjadi seperti gedung yang terpotong.

Dari cara runtuhnya itulah para ahli teknik sipil mengambil kesimpulan: ada masalah di fondasinya. Bisa karena desainnya yang tidak sempurna. Bisa pula pelaksanaannya yang membuat kurang kukuh.

Di situlah para ahli bangunan memfokuskan penyelidikan. Lihat denah area fondasi di foto ini.

Bisa juga karena perubahan lingkungan. Terutama berkaitan dengan naiknya permukaan air laut. Atau juga turunnya tanah di situ: 2 milimeter setahun, selama 30 tahun terakhir.

Kondo ini memang berada di pantai Miami yang sangat terkenal –menghadap ke samudera Atlantik.

Dalam sebulan ke depan seluruh gedung di pulau itu sudah harus selesai diperiksa keamanannya. Yakni gedung 5 lantai ke atas.

Walikota tidak mau ada kejadian serupa, meski tower utara yang tidak ikut runtuh kelihatannya seperti Garuda: baik-baik saja.

Lokasi kondo itu di sebuah tanah yang memanjang. Depannya laut lepas, belakangnya laut juga –yang memisahkan tanah itu dengan daratan Florida.

Praktis tanah itu sebenarnya sebuah pulau tipis yang memanjang –panjangnya lebih 10 Km. Tapi lebar pulau itu kurang dari 1 Km. Di beberapa bagian bahkan kurang dari 600 meter.

Pulau tipis ini menjadi tidak terasa sebuah pulau karena begitu banyaknya jembatan. Yang menghubungkan daratan Florida ke pulau ini. Yakni jembatan lebar-lebar di atas laut. Yang berfungsi sebagai jalan bebas hambatan. Setidaknya ada 23 jembatan di sepanjang pulau itu. Laut yang memisahkan daratan Florida dengan pulau itu tidak seluruhnya lebar. Di beberapa lokasi lautnya nyaris hanya selebar beberapa lompatan kaki saja.

Di pulau tipis itulah gedung-gedung pencakar langit berdiri. Sebagian di atas tanah reklamasi. Terbanyak gedung apartemen/kondominium dan hotel. Ini memang area wisata yang sangat populer di Amerika.

Salah satu korban yang tertimbun di situ adalah sepasang orang tua. Yang sejak muda sudah bercita-cita harus punya rumah di pinggir pantai. Yang kalau jalan-jalan di balkon depan rumahnya bisa memandang ke laut.

Cita-cita lama itu terlaksana. Untuk kemudian meninggal dunia.(*)

Tags: Baik SajaCatatan DahlanDahlan IskanDiswaygorontalo

Related Posts

Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--

Omon Kenyataan

Monday, 19 January 2026
--

Rambo Batman

Monday, 19 January 2026
--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Next Post
Data Pemilih : Tak Lagi Periodic List, Tapi Continous list

Data Pemilih : Tak Lagi Periodic List, Tapi Continous list

Discussion about this post

Rekomendasi

Dari 21 wanita dan waria yang dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya positif sifilis.

Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

Monday, 19 January 2026
Tiga tersangka kasus dugaan PETI Hutino, diserahkan kepada pihak Kejaksaan beserta barang buktinya atau tahap dua oleh pihak penyidik Reskrim Polres Pohuwato.

Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

Monday, 19 January 2026
Kajari Kota Gorontalo Bayu Pramesti, S.H., M.H., bersama jajarannya berpose di momen silaturahmi dengan rekan-rekan media/wartawan, jurnalis, aktivis, dan LSM, Rabu, (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

Kejari Kota Tegas Perangi Korupsi, Gandeng Wartawan Dukung Informasi Penyimpangan Keuangan

Monday, 19 January 2026
Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Isra Mi’raj dan Pembangunan Masjid Raya

Sunday, 18 January 2026

Pos Populer

  • Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

    Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Terjaring Razia, Dua Orang Positif Sifilis

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Tiga Tersangka PETI di Hutino Segera Diadili

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    192 shares
    Share 77 Tweet 48
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.