logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Provinsi Gorontalo Kurang Inovatif, DPRD Tak Kaget

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Saturday, 19 June 2021
in Headline
0
Provinsi Gorontalo Kurang Inovatif, DPRD Tak Kaget

Kantor DPRD Provinsi Gorontalo. (foto : fb/humasdprd)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

GORONTALO-GP- Komisi I Deprov Gorontalo mengaku tak kaget dengan hasil penilaian indeks inovasi daerah 2020 yang telah dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Yang menempatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, sebagai satu dari lima provinsi yang kurang inovatif. Pasalnya dari amatan Komisi I, langkah-langkah yang diambil Pemprov berkaitan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan selama ini, masih berkutat dengan rutinitas. Belum ada kebijakan yang bersifat out of the box atau keluar dari kebiasaan.

“Kemajuan sektor infrastruktur hingga prestasi WTP berturut-turut yang dicapai Pemprov bukan sebuah inovasi. Tapi menjadi keharusan yang harus dicapai oleh pemerintah daerah,” tandas Ketua Komisi I AW Thalib. Menurutnya, memang ada beberapa inovasi yang sudah ditempuh oleh pemerintah provinsi. Misalnya di sektor pertanian dengan membentuk Brigade Alsintan. Tapi inovasi ini kurang merangsang partisipasi aktif dari para petani. Operasional Brigade Alsintan hampir-hampir tak berbeda dengan sebuah OPD. “Padahal inovasi yang mungkin diinginkan oleh Kemendagri adalah inovasi yang bisa merangsang partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan dan akan bermuara bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan pemerintahan. Jadi masyarakat merasa menjadi elemen penting,” ujar AW Thalib.

Mantan Sekda Kota Gorontalo itu mencontohkan, inovasi yang diambil Pemerintah Kota Gorontalo dalam bidang lingkuang, di era Walikota Medi Botutihe. Saat itu Pemkot menjalankan program kota hijau untuk mendapatkan piala Adipura. Melalui program itu, Pemerintah Kota membuat lomba antar kelurahan. Maka setiap kelurahan berlomba-lomba menata dan mempercantik wilayahnya.

“Waktu itu, tanaman bunga laris manis. Tanaman bunga yang awalnya tidak punya harga akhirnya punya harga jual. Saat itu semua bergerak memperindah wilayahnya. Sehingga Kota Gorontalo meraih Adipura dan ada benefit ekonomi yang diperoleh masyarakat dari prestasi itu. Program kota hijau seingat saya diadopsi oleh daerah-daerah lain,” ujar AW Thalib yang menjadi salah satu inisiator dan penggerak program Kota Hijau tersebut.

Related Post

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Menurut AW Thalib, program desa tangguh yang sedang berjalan saat ini untuk merangsang partisipasi masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19, sebetulnya bisa dikreasi oleh Pemerintah Provinsi menjadi inovasi untuk peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Dia menguraikan, program kampung tangguh selama ini hanya diarahkan untuk penanganan Covid-19. Padahal bisa dikembangkan lagi untuk persoalan lain. Misalnya persoalan Miras yang sangat menonjol, pencegahan terorisme atau kemiskinan. Jadi program kampung tangguh benar-benar bisa mewujudkan sebuah kampung yang tangguh dalam mengatasi semua masalah. “Karena program kampung tangguh ini akan membuka ruang partisipasi masyarakat untuk bisa terlibat aktif,” sarannya.

Konsep Pentahelix

Minimnya inovasi Pemerintah Provinsi bisa jadi disebabkan kolaborasi elemen-elemen penting dalam penyelenggaraan pembangunan tidak terbangun secara baik. Padahal kolaborasi itu akan melahirkan inovasi yang benar-benar menjadi kebutuhan bersama. AW Thalib menyarankan Pemerintah Provinsi untuk menjalankan konsep pentahelix dalam proses penyelenggaraan pembangunan.

Konsep ini membutuhkan kolaborasi lima unsur yaitu pemerintah yang memiliki political power untuk merumuskan kebijakan pembangunan. Kemudian unsur masyarakat sebagai social power, lalu akademisi yang memiliki kekuatan knowledge, lalu pengusaha yang memiliki kekuatan ekonomi dan terakhir unsur media yang memiliki kekuatan untuk membangun opini publik.

“Dalam mengatasi persoalan aktual, maka peran lima unsur harus dikelola dan terkolaborasi secara baik. Sehingga inovasi atau kebijakan pembangunan yang diambil mempertimbangkan masukan pihak-pihak terkait sehingga inovasi ini akan mendapatkan dukungan maksimal. Tidak seperti sekarang sepertinya pihak-pihak ini jalan secara sendiri-sendiri,” kata AW Thalib.

Upaya lain yang juga perlu diambil sambungnya adalah pembenahan internal. AW Thalib meminta Gubernur bersama Wakil Gubernur harus mencari bawahan yang punya inovasi dalam mempercepat pencapaian target program. Penataan OPD bisa menjadi jalan masuk untuk pembenahan internal tersebut. “Saya menyarankan kalau perlu ada lomba inovasi antar OPD. Untuk melatih para pejabat terbiasa dengan berinovasi dalam bekerja. Tidak hanya sekadar menggugurkan tugas dan kewajiban,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, terkait indeks inovasi daerah tahun 2020, Kemendagri merilis ada 55 Kabupaten dan tiga kota, di seluruh Indonesia yang indeks inovasi daerah disclaimer, Kabupaten Boalemo berada paling atas, atau satu-satunya di Gorontalo. Tidak hanya itu, terkait indeks inovasi daerah, Kemendagri juga membeberkan lima provinsi yang kurang inovatif, lima provinsi itu salah satunya adalah Provinsi Gorontalo.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Balitbang Kemendagri) Agus Fatoni, menyebutkan kelima provinsi dengan indeks inovasi daerah rendah tersebut ialah Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Kalimantan Timur, dan Gorontalo. Lima provinsi itu masuk dalam kategori kurang inovatif hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah 2020. Sedangkan, 55 kabupaten dan tiga kota tidak dapat dinilai inovasinya alias disclaimer. (rmb)

Tags: AW ThalibDPRD Provinsiindkes inovasi daerahkomisi I DPRD Provinsi Gorontalokurang inovatifpemprov gorontalo

Related Posts

Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026
Mohammad Kilat Wartabone Semasa Hidup

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Monday, 8 June 2026
Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Saturday, 6 June 2026
Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Friday, 5 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea disambut para guru saat membuka SPMB tahun 2026 tingkat Kota Gorontalo, Rabu (3/6). (foto: istimewa)

Wali Kota Gorontalo Siap Pasang Badan untuk Guru, Adhan: Jangan Lagi Ada Kriminalisasi

Thursday, 4 June 2026
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Arie Suwandani. (F. Istimewa)

Gaji 13 Cair Hari Ini, Rp 120,59 M Dikucurkan DJPb Gorontalo

Tuesday, 2 June 2026
Next Post
Negeri yang Ke(gemuk)an   

Tokoh Bertampang Pejabat,  Pecundang Bertabiat Pembaru

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.