logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Dipaksa Umur 27 Tahun

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 14 June 2021
in Disway
0
Dipaksa Umur 27 Tahun
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Oleh:
DahlanIskan

—

SAYA pun pernah dipaksa atasan saya. Dibentak. Dimarahi. Pada saatnya, saya juga pernah memaksa anak buah. Membentak. Memarahi.

Rupanya yang seperti itu terjadi kapan saja di zaman apa saja. Kalau paksaan itu membuat yang dipaksa berhasil jadilah kejengkelan dulu itu sebagai kenangan yang manis. Kadang malah bersejarah.

Itu pula yang dialami Mochtar Kusumaatmadja. Dipaksa, dibentak, dimarahi. Berhasil. Lalu membuat Mochtar menjadi profesor, doktor, ilmuwan, menteri, rektor, dan penanda sukses lainnya.

Mungkin Mochtar tidak akan dicatat sejarah sebagai pahlawan Indonesia kalau tidak pernah dibentak Chairul Saleh. Berkat bentakan itu,Mochtar dicatat sebagai pejuang yang membuat wilayah Indonesia bertambah dua kali lipat. Tanpa perang. Tanpa pertumpahan darah. (Disway8 Juni 2021).

Di mata generasi seperti saya, nama Chairul Saleh itu buruk sekali. Kesannya ia sangat korup. Juga sebagai salah satu yang mengakibatkan ekonomi Indonesia runtuh di akhir Orde Lama.

Kesan itu mungkin akibat pers yang dikendalikan penguasa baru saat itu. Chairul ”hanyalah” menteri Veteran. Tapi kekuasaannya memang besar. Ia disegani. Setelah itu,Chairul menjadi menteri energi. Terakhir sebagai menteri/Ketua MPR(S).

Di zaman saya sekolah, bahkan jasa Chairul Saleh di kemerdekaan Indonesia pun tidak pernah disebut. Padahal berkat militansi para pemuda seperti Chairul Saleh, Wikata, dan Sukarni, Indonesia merdeka 17 Agustus 1945. Merekalah yang memaksa Bung Karno untuk memproklamasikan kemerdekaan itu.

Padahal Bung Karno semula tidak mau. Bung Karno memilih menunggu janji Jepang yang akan memberikan kemerdekaan pada Indonesia. Akhirnya Bung Karno diculik. Dibawa ke Rengasdenglok (Karawang). Di situ Bung Karno dipaksa memproklamasikan Indonesia.

Awalnya kelompok Chairul Saleh memang tidak memilih Bung Karno sebagai calon presiden pertama Indonesia. Begitu mendengar Jepang dibom oleh Amerika, kelompok pemuda itu sepakat meminta Amir Syarifuddin untuk menjadi presiden pertama. Mereka pun mencari di mana Amir. Tidak ketemu. Ada info Amir lagi di penjara di Lowokwaru, Malang. Pejuang berusaha membebaskan Amir secara paksa. Gagal.

Lantas mereka sepakat minta SutanSyahrir saja yang menjadi presiden. Mereka mencari Syahrir. Ketemu. Tapi Syahrir tidak mau. Ia baru berumur 28 tahun saat itu. Syahrirlah yang mengusulkan agar Bung Karno saja yang menjadi presiden.

Ternyata Chairullah yang memaksa Mochtar untuk menemukan cara: agar laut-laut di antara pulau di Indonesia menjadi laut pedalaman. Artinya: laut itu menjadi bagian wilayah Indonesia.

Waktu itu, tahun 1957, Mochtar masih sebagai pegawai biasa di biro perdagangan devisa. Tapi ahli hukum laut. Ia baru dua tahun pulang dari kuliah master hukum di Yale University.

“Mana ini, hasil panitia kok belum ada? Lambat betul kerjanya” kata Chairul.

Kisah itu sangat terkenal. Dimuat di mana-mana. Termasuk ditulis MF Mukthi dari testimoni Mochtar berjudul Sekelumit Pengalaman Bersama Bung Chairul Saleh. Itu dimuat di buku Chairul Saleh Tokoh Kontroversial.

Mochtar memang anggota Panitia Rancangan UU Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim. Yang dibentuk di masa Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo di tahun 1956.

Berarti sudah setahun panitia belum berhasil membuat rumusan. Bahkan Ali sendiri sudah turun dari jabatan perdana menteri.

UU baru tersebut dimaksudkan untuk mengganti Territoriale Zee en MarietiemeKringenOrdonantieyang diterapkan sejak masa kolonial.

Chairul mencari Mochtar. ”Ini bagaimana? Kapal perang Belanda kok masih mondar-mandir saja di Laut Jawa. Ini Laut Jawa apa tidak bisa dijadikan laut pedalaman?” kata Chairul.

“Tidak bisa,” jawab Mochtar.

Chairul pun marah.

”Pokoknya bikin supaya bisa. Jangan bilang tidak bisa!” sergah Chairul.

”Wah, ini bertentangan dengan hukum internasional,” ujar Mochtar.

”Kamu ini masih muda. Ngomongnya tidak revolusioner,” ujar Chairul. “Kalau dulu waktu proklamasi kita mendengarkan orang-orang yang terlalu yuridis, proklamasi juga tidak jadi. Kamu harus mengubah cara berpikir. Pokoknya mesti bisa!” kata Chairul.

Mochtar terlecut oleh ”paksaan”Chairul itu. Ia minta cuti 2 minggu. Ia pergi ke Bandung. Ia selesaikan konsep itu di masa cutinya itu.

Bulan berikutnya, Desember 1957, konsep Mochtar itu dipaparkan di sidang kabinet. Yang memimpin sidang Perdana Menteri Juanda.

Sebelum masuk ruang sidang Chairul mencari Mochtar. ”Dalam konsep itu nanti yang diukur dari pantai berapa meter?” tanya Chairul.

”12 mil laut,” jawab Mochtar.

”Bikin 17 mil. Angka 17 itu keramat, 17 Agustus,” tukas Chairul.

Rupanya orang seperti Chairul tetap saja radikal. Ketika deklarasi penguasaan laut itu diumumkan, negara-negara Barat protes. Mulai dari Amerika sampai Australia. Saat itu Belanda memang belum mengakui kemerdekaan Indonesia.

”Mereka protes? Kalau negara-negara imperialis itu protes berarti kita di jalan yang benar,” ujar Chairul enteng.

Waktu itu Chairul berumur 40 tahun. Mochtar baru berumur 27 tahun. Tapi ia sudah bisa menyikapi tekanan, paksaan, kemarahan, dan bentakan dengan begitu positifnya.

Chairul meninggal di umur 50 tahun, tidak lama setelah dianggap terlibat G30S/PKI. Ia adalah Ketua umum Partai Murba, yang dikenal sebagai partai kiri.

Mochtar meninggal minggu lalu di umur 92 tahun. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDipaksa Umur 27 TahunDiswaygorontalo post

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
23 Mahasiswa UNG Akhiri Magang Jurnalistik di Gorontalo Post

23 Mahasiswa UNG Akhiri Magang Jurnalistik di Gorontalo Post

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
15 RAMADAN: Lapangan Batudaa, Kabupaten Gorontalo dipadati ribuan warga untuk berburu kacang dan pisang pada tradisi malam qunut, Kamis (5/3). Masyarakat setempat mengemasnya dalam bentuk festival. (foto: Aviva Dinanti Lambalano/ gorontalo post)

Malam Qunut, Tradisi Unik Berburu Kacang dan Pisang

Friday, 6 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.