Niat suci menunaikan ibadah haji dua pemuda Gorontalo, Andy Harvin Thaib (26) dan Chairul Ma’atini (27) begitu besar. Hanya saja, persoalan biaya menjadi kendala, apalagi daftar tunggu untuk menadaftar haji saat ini begitu lama. Keduanya memutuskan untuk naik sepeda, ke tenah suci. Petualangan lewat darat ke Makkah itu, mereka namakakan, Muslim Youth Juorney.
ROY TILAMEO – GORONTALO
Suasana Warkop Jack Kopi, di Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo seketika riuh dengan begitu banyaknya komunitas sepeda yang berkumpul, Ahad (6/6). Mereka bukan hendak gowes, melainkan melepas keberangkatan dua pemuda yakni Andy Harvin Thaib, dan Chairul Ma’atini.
Keduanya, memulai perjalanan panjang mereka ke Makkah, Arab Saudi, dengan tujuan utamanya menjalankan ibadah haji. Keharuan pun terlihat dari para warga yang hadir, terlebih dari keluarga Mapala Benua, UNG, bersama dengan komunitas gowes Gorontalo serta para kader DPD Wahdah Islamiyah Gorontalo. Mereka begitu kagum dengan aksi ‘nekat’ Andi dan Chairul. “Jadi perjalanan ekspedisi bersama rekan saya akh Chairul Ma’atini ini disebut Muslim Youth Juorney,”kata Andy Harvin Thalib saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Molosipat W Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, sehari sebelum pelepasan. Andy menceritakan, goes atau perjalanan panjang ke Makkah ini memang sudah lama direncanakan, tepatnya akhir 2019 silam. Namun dirinya memustuskan berangkat setelah menjalani wisuda tahun ini, di Fakultas Ekonomi, UNG.
Andy mengaku, pernah mencoba menabung untuk ke tanah suci, tapi tabungan tersebut tidak pernah terkumpul karena sering digunakan untuk keperluan yang sangat mendesak. Dari situ Andy berfikir dari pada menabung untuk ke tanah suci, lebih baik berangkat setelah selesai studi, lewat darat, dengan sepeda.
Uang tabungan yang dia dapatkan dengan usaha kecil-kecilan seperti menjual kaos, jualan nasi kotak akan digunakan selama perjalanan. “Ya, mungkin selama setahun bahkan lebih estimasi perjalanan saya nanti. Sebab kita tidak tahu kendala di perjalanan nanti, seperti margin error,”ungkap Andy.
Pria lajang ini mengaku bahwa berangkat ke tanah suci telah mendapatkan restu orang tua dan keluarga terutama ibu kandung. Yang menginspirasi dirinya melakukan perlajanan ke tanah suci naik sepeda karena basic-nya sebagai pencinta alam di Mapala UNG. Andy berkeinginan berpetualang mendaki gunung, dan itu sudah berhasil direalisasikan dengan menaklukan puncak gunung di setiap provinsi.
Seiring berjalan waktu, akhir 2018 semenjak belajar agama di Wahdah Islamiyah (WI) Gorontalo membaca dan menghafal Al-Quran. Disitu Andy berfikir daripada berpetualang hanya sekedar naik gunung, lebih berpetualang ke tanah suci, itu menurutnya lebih mulia. Apalagi kata Andy itu merupakan kewajiban umat muslim yang ada dalam di rukun Islam ke lima. “Setelah mendalami agama, saya berfikir kita hidup hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Misi perjalanan saya juga bukan hanya untuk berhaji atau umroh ke tanah suci, tetapi bagaimana bisa memberikan manfaat kepada orang lain,”kata Andy.
Perihal kendala dalam perjalanan, dirinya telah mempersiapkan segalal sesuatunya untuk menghadapi kendala tersebut, misalnya mengumpulkan segala informasi terkait bagaimana mekanisme perjalanan masuk ke luar negeri sesuai aturan kebijakan yang ada di negara itu. Dengan adanya informasi, Andy bersama rekannya bisa mencarikan solusi permasalahan tersebut.
Saat ini Andy telah membangun networking atau jaringan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Misalnya mencari tahu soal regulasi disetiap daerah dan negara. Solusi atas kendala itu kata Andy akan temui nanti saat di perjalanan. Memang Ada beberapa negara yang saat ini masih lockdown seperti Malaysia dan Arab Saudi, yang belum mengijikan warga negara lain masuk ke negara mereka. Namun, Andy berharap setelah dirinya bersama rekan tiba di negara itu pandemi Covid-19 telah berakhir di tahun akan datang.
Andy dan Chairul targetkan setiap hari bisa menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer. “Saya berfikir ini perjalanan sangat jauh, jadi kami tidak mau menguras tenaga sehingga drop dalam perjalanan,”ungkapnya. Alasan utama menggunakan sepeda dalam perjalanan ke Makkah karena memang itu kendaraan satu-satunya yang ia miliki. Pertimbangan lain jika menggunakan sepeda motor akan terkendala dengan administrasi atau surat-suratan kendaraan dan lain sebagainya yang agak ribet. Salah satu misi Andy dan Chairul juga mengkampanyekan olahraga tanpa tinggalkan ibadah. Jika nanti sakit saat dalam perjalanan, Andy telah mempersiapkan obat-obatan seperlunya.
Selama perjalanan, keberadaan Andy dan Chairul selalu dipantau oleh komunitas sepeda di daerah-daerah yang akan dilalui nanti. “Tempat cek point atau istirahat pertama kami nantinya di Boalemo,”beber Andy. Adapun persiapan yang sudah dilakukan jauh-jauh hari yakni fisik dan mental, ilmu pengetahuan. Selain itu perlengkepan sepeda, pakaian, sleeping bad, pakaian musim dingin, tenda kecil untuk tidur, alat masak dan obat-obatan. Dirinya juga membawa uang tunai sekedarnya dan ATM untuk jaga-jaga. Jenis sepeda yang digunakan Andy yakni Mountain Bike (MTB) yang bukan sepeda touring. Tetapi sepeda tersebut telah dirancang menjadi sepeda touring. Mirisnya, Sepeda ini hanya dipinjamkan teman, bukan miliknya.
Dalam perjalanan ini Andy dan Chairul mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak yakni dari Walikota, Wakil Walikota, Wahdah Islamiyah dan komunitas sepeda. Ada juga sponsor dari usaha-usaha lokal. Harapan dan doa Andy jika bisa melaksanakan ibadah haji, ingin jadi haji yang mabrur serta mendoakan di tanah suci agar bisa mememberangkatkan orang tua untuk beribadah haji. “Tujuan perjalanan perjalanan saya ini agar bisa sujud di depan kabah,”ungkap Andy.
Lebih lanju Andy juga berharap apa yang dilakukannya saat ini bisa menginspirasi dan memberikan spirit bagi para pemuda lain untuk tidak lupa beribadah kepada Allah SWT, jauhi narkoba dan sejenisnya seperti pergaulan bebas. “Untuk paspor saya sudah urus, visa nanti akan diurus di Jakarta. Rencana saya ingin mendapatkan undangan haji langsung dari kerajaan saudi, seperti mas Lili gunawan dari Jambi yang naik motor sama anaknya berhaji.
Kalau untuk menunggu porsi haji sangat jauh, yakni 14 tahun lamanya setelah mendaftar. Andy mengakui akan melewati tujuh Negara selama rute perjalanan yakni Singapura, Malaysia, Thailand, India, Pakistan, Iran dan Arab Saudi dan waktu perjalanan diestimasikan selama kurun waktu 1 tahun. Untuk Visa di setiap negara, Andy mengaku di asean masih bebas visa untuk warga negara Indonesia.
Kecuali jika masuk india, pakistan itu harus ada visa hingga arab saudi. Persoalan bahasa, Andy tidak terlalu menemui kendala, salah satunya dirinya sudah menguasai bahasa arab. Tinggal bahasa untuk 6 negara lain Andy akan mengandalkan teknologi telepon pintar. “Untuk visa kami akan urus jika sudah tiba di Jakarta. Usai menjalani ibadah haji kami kembali Indonesia rencana naik pesawat,”tandasnya.
Sementara itu, Chairul Ma’atini yang kerap disapa dengan Oky (Gorila Benua) menuturkan sempat tak dapat restu orang tua untuk melakukan ekspedisi ini. “Setelah saya coba beberapa kali, akhirnya ayah dan ibu saya mengijinkan dan merestui. Semoga ini jadi kemudahan dan keselamatan bagi saya selama di perjalanan,”kunci Chairul singkat. (*)










Discussion about this post