logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Dua Waswas

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 10 May 2021
in Disway
0
Dua Waswas
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Mister HH

Doa Mahjong

Anggota Istimewa

Virgo Tua

Oleh:
Dahlan Iskan

—-

SEBENARNYA ada satu ekonom yang meramalkan di triwulan pertama 2021 ekonomi kita akan tumbuh positif. Yakni Dr CyrillusHarinowo. Ia pernah di IMF, salah satu calon Gubernur Bank Indonesia, lalu 15 tahun di Unilever, dan kini komisaris Bank BCA.

Nyatanya mayoritas ekonomlah yang benar: pertumbuhan kita minus hampir 1 persen (-0,74 YoY). Berarti sudah empat triwulan Indonesia selalu minus.

Cyrillus punya alasan mengapa meramal positif. Ia lihat, data ekspor kita menguat luar biasa di bulan Maret 2021. Mencapai USD 18,9 miliar.

“Untuk kali pertama dalam 2 tahun terakhir mencapai USD 18 miliar lebih,” katanya.

Cyrillus pun curiga jangan-jangan BPS –yang mengeluarkan angka statistik resmi negara– punya kecenderungan mengambil aman. Yakni aman dari kritik. “Kalau BPS mengumumkan angka positif pasti diserang habis oleh para analis. Maka cari aman,” katanya pada Disway kemarin.

Kecurigaan itu mungkin saja berlebihan. Bisa saja ekspor Maret memang luar biasa, tapi tersedot angka negatif yang dalam di bulan Januari. Sehingga rata-rata 3 bulan pertama belum bisa positif.

Bagaimana triwulan dua, tiga, dan empat tahun ini?

Kali ini hampir semua ekonom sepakat: akan positif. Tinggal positif di angka berapa. Bahkan ekonom seperti Anthony Budiawan menyebut “positif tapi ekonomi melemah”. Itu didasarkan pada kenyataan angka PDB Konstan kita terus melemah. Terutama kalau dilihat dari perkembangan triwulan 3 ke triwulan 4 tahun 2020. Sedikit naik dari triwulan 4 ke triwulan 1 tahun 2021.

Berarti untuk bisa positif masih memerlukan perjuangan dan doa. Ada dua syarat yang masih harus dipenuhi.

Pertama, tidak ada gelombang baru Covid-19. Apa yang terjadi di India belakangan ini sangat mencemaskan. Dalam sehari saja yang terkena Covid 400.000 orang. Yang meninggal dunia sehari sekitar 3.000 orang.

Itulah waswas yang pertama. Yakni was-was pada pengawasan bandara dan pelabuhan. Pengawasan di garis depan harus tidak bisa ditawar-tawar dan disogok-sogok.

Berita meninggalnya Gunawan Tjandra beredar sangat luas. Dari WA ke WA. Tanpa ada klarifikasi kebenaran penyebab sesungguhnya: kena Covid gelombang baru atau sakit jantung. Atau dua-duanya. Meninggalnya adik DjokoTjandra–yang pernah lama jadi buron– itu disebutkan akibat varian baru Covid-19. Padahal Gunawan dikatakan sudah vaksinasi dua kali.

Putri almarhum AM Fatwa, Dian Islamiati, yang saya tulis di Disway dua hari lalu, juga terkena varian baru. Padahal enam bulan lalu dia sudah sembuh dari Covid. Belum diketahui varian yang mana. Dua hari terakhir WA saya sempat tidak dibalas. Saya pun sangat mengkhawatirkannyi. Barulah kemarin Dian membalas dengan WA pendek sekali. “Memburuk. Dipindah ke HCU. Saturasi tinggal 82,” tulisnyi.

Kalau saja kita berhasil terhindar dari gelombang baru Covid-19 harapan ekonomi bisa tumbuh akan terkabul.

Waswas yang kedua: apakah bank berani mulai mengucurkan kredit. Baik investasi maupun modal kerja. Sepanjang bank masih mementingkan bisnis dengan Bank Indonesia –dengan cara lebih memilih menggunakan likuiditas untuk membeli surat utang BI– maka waswas itu akan jadi kenyataan.

Kita belum punya alat pengungkit pertumbuhan lainnya. Memang ekspor kita semakin baik. Terutama oleh kenaikan harga sawit dan kenaikan angka ekspor besi/baja (baca: nikel).

Investasi besar-besaran di industri pengolahan nikelkelihatannya telah mulai membuahkan hasil.

Lihatlah angka dari Cyrillus ini: tahun 2019 neraca impor-ekspor besi/baja kita masih defisit USD 3 miliar. Tahun lalu sudah surplus USD 4 miliar.

“Rasanya surplus kita akan berlangsung agak panjang. Berkat pengolahan nikel,” ujar Cyrillus yang alumnus UGM (akuntansi) itu –yang gelar doktornya dari universitas di Vanderbilt University, Nashville, Amerika Serikat.

Para pelaku bisnis tampaknya masih harus terus pasang mata dan telinga. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayDua Waswasgorontalo post

Related Posts

Mister HH

Mister HH

Tuesday, 22 September 2026
Doa Mahjong

Doa Mahjong

Monday, 21 September 2026
Anggota Istimewa

Anggota Istimewa

Saturday, 19 September 2026
Virgo Tua

Virgo Tua

Saturday, 19 September 2026
William Paputungan

William Paputungan

Friday, 18 September 2026
Purbaya DJuamputh

Purbaya DJuamputh

Thursday, 17 September 2026
Next Post
Dapat THR Rp 300 Ribu, Staf Ahli Fraksi PKB Pohuwato Ngamuk, Kaca Dewan Pecah

Dapat THR Rp 300 Ribu, Staf Ahli Fraksi PKB Pohuwato Ngamuk, Kaca Dewan Pecah

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Hadapi Cuaca Ekstrim, Masyarakat Pesisir Diedukasi

Hadapi Cuaca Ekstrim, Masyarakat Pesisir Diedukasi

Tuesday, 22 September 2026
Bersama Honda DAW, 23 Bikers Honda Jelajah Terowongan Bulo

Bersama Honda DAW, 23 Bikers Honda Jelajah Terowongan Bulo

Tuesday, 22 September 2026
Didukung Bank Indonesia Gorontalo, Transaksi di Bandara Serba Non-Tunai

Didukung Bank Indonesia Gorontalo, Transaksi di Bandara Serba Non-Tunai

Tuesday, 22 September 2026
Karhutla Terus Terjadi di Wilayah Bone Bolango

Karhutla Terus Terjadi di Wilayah Bone Bolango

Tuesday, 22 September 2026

Pos Populer

  • Diikuti Dua Calon Ketua, Musprov Kadin Bakal Sengit

    Diikuti Dua Calon Ketua, Musprov Kadin Bakal Sengit

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Oknum Mantri Bank di Pohuwato Tipu Puluhan Nasabah, Uang Rp 1 M Digondol! Digunakan Trading Crypto

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Hadapi Cuaca Ekstrim, Masyarakat Pesisir Diedukasi

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Bersama Honda DAW, 23 Bikers Honda Jelajah Terowongan Bulo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Didukung Bank Indonesia Gorontalo, Transaksi di Bandara Serba Non-Tunai

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.