logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Tabah 65 Atm

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Thursday, 29 April 2021
in Disway
0
Tabah Sampai Akhir
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Oleh:
Dahlan Iskan

DUKA masih terus menyelimuti Nusantara. Magnitude tenggelamnya kapal selam Nanggala Rabu lalu memang luar biasa. Tapi saya salah ketika membayangkan 53 prajurit TNI-AL yang bertugas di dalam kapal itu meninggal akibat kehabisan oksigen.

Kapal itu ternyata ditemukan pecah menjadi tiga di dasar laut sedalam 838 meter. Berarti 53 prajurit tersebut meninggal jauh sebelum oksigen di kapal itu habis.

Kisah oksigen ini bermula ketika ada penjelasan bahwa persediaan oksigen di kapal itu hanya cukup untuk tiga hari. Yang berarti oksigen akan habis di hari Sabtu pukul 03.00 dinihari.

Begitu Sabtu pagi belum ada kejelasan di mana posisi Nanggala, secara matematika, mereka sudah meninggal dunia –kehabisan oksigen. Atau, begitu diketahui kapal berada di kedalaman 800 meter, maka semuanya, secara ilmiah, pasti hancur.

Tapi begitu ada indikasi bahwa posisi kapal itu berada jauh di dalam laut, penyebab kematian tidak harus karena kehabisan oksigen.

Sebelum persediaan oksigen habis pun bisa terjadi apa pun. Terutama dikaitkan dengan tekanan atmosfer di dalam laut. Yang kian dalam, tekanan itu kian tinggi.

Kini semuanya jelas: kapal itu ditemukan di kedalaman laut 838 meter. Keadaannya tidak utuh lagi –terbelah menjadi tiga. Atau lebih.

Di kedalaman 800 meter itu tekanannya sekitar 65 Atm. Atau sekitar 65,8 bar. Dalam tekanan sekuat itu kapal pasti pecah. Bahkan, menurut teori, kapal sudah mulai retak ketika memasuki kedalaman 300 meter. Kian dalam posisi kapal kian parah retakan itu.

Pada kedalaman 600 meter mestinya kapal itu sudah patah-patah.

Dari teori itu, maka persediaan oksigen tiga hari tidak ada hubungan dengan kematian 53 prajurit di kapal itu. Kemungkinan besar, di hari pertama pun mereka sudah tewas. Yakni ketika kapal itu pecah. Bahkan, mungkin, tidak perlu menunggu satu hari. Pun satu jam.

Dalam beberapa menit saja kapal itu bisa berubah dari kedalaman 100 meter ke 300 meter. Lalu ke 600 meter. Akhirnya ke 800 meter. Dari posisi 100 meter ke 800 meter itu barangkali hanya memerlukan waktu kurang dari setengah jam.

Kalau kapal selam yang begitu perkasa saja bisa pecah menjadi tiga, bisa dibayangkan nasib tubuh manusia. Yang hanya terdiri dari unsur air dan debu. Maka, dengan tekanan 65,8 bar, tubuh manusia bisa remuk menjadi seperti air lagi. Hanya jaket mereka yang tidak hancur – -kalau jaket itu plastik. Semua organ yang berongga langsung mimpes dan lumat.

Saya tidak pernah masuk ke dalam kapal selam. Wartawan saya, Nasaruddin Ismail, yang pernah merasakan ikut Nanggala 402. Itu 20 tahun lalu. Ketika kami masih sama-sama aktif menjadi wartawan.

Waktu itu ia akan menerima brevet Hiu Kencana. Syaratnya harus pernah ”berlayar” di dalam kapal selam.

Nasaruddin memang wartawan yang lama bertugas di TNI-AL. Ia boleh tahu apa saja di situ. Tapi ia harus tahu mana yang bisa ditulis dan mana yang tidak. Nasaruddin dianggap lulus di situ. Ia mendapat penghargaan dari TNI-AL.

Waktu itu kapal selam Nanggala lagi ”parkir” di tengah laut. Di utara kota Situbondo. Di selat Madura. Nasaruddin diterbangkan dengan helikopter dari Surabaya. Heli itu mendarat di sebuah kapal perang.

Posisi Nanggala berada mepet di kapal perang itu. Maka Nasaruddin berjalan lewat bordes dari kapal perang ke kapal selam. Ia masuk ke kapal selam dari pintu atas di kapal itu. Dengan cara menuruni tangga yang tegak lurus.

Ruang di dekat tangga itu sempit. Hanya cukup untuk lima orang berdiri berdekatan.

Di ruang itulah penghargaan diberikan. Yakni setelah kapal Nanggala menyelam ke kedalaman 76 meter. Lalu memutar di perairan bawah laut itu selama sekitar 1 jam.

Sebagai orang yang selama 1 jam hanya di ruang sempit di dalam laut Nasaruddin terperangah ketika pertama kali memunculkan kepala ke pintu atas kapal itu. “Saat pertama melihat kembali alam ini saya kagum. Indah sekali alam ini,” katanya.

Berbeda dengan 53 prajurit yang beberapa hari berada di dalam kapal selam Nanggala. Mereka tidak pernah lagi melongokkan kepala muncul dari pintu atas kapal itu.

Mereka tewas bersama Nanggala. ”Tewas” adalah sebutan yang dikategorikan kepada mereka. Di ketentaraan ada 4 kategori meninggal: Gugur, Tewas, Hilang dalam tugas, dan Meninggal.

Status ”gugur” diberikan kepada prajurit yang meninggal oleh lawan. ‘Tewas’ diberikan kepada prajurit yang meninggal saat membawa surat tugas. ‘Hilang dalam tugas’ kalau prajurit itu tidak diketahui keberadaannya di sebuah penugasan. Status ‘meninggal’ diberikan pada yang meninggal biasa di luar penugasan.

Prajurit 53 orang itu tewas. Mereka adalah prajurit wiraanantarudira – -tabah sampai akhir. Mereka tewas. Mereka hidup selamanya. Atau dalam istilah kebanggaan para pelaut sendiri mereka itu sedang “beristirahat dalam angin yang tenang di laut yang indah”.

Surat penugasan mereka tidak dicabut. Mereka juga tidak mengembalikan surat tugas itu. Selamanya. Mereka menyebut diri mereka masih dalam status sedang “patroli abadi”. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswaygorontalogorontalo postTabah 65 Atm

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
Senam Nusantara

Senam Nusantara

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
15 RAMADAN: Lapangan Batudaa, Kabupaten Gorontalo dipadati ribuan warga untuk berburu kacang dan pisang pada tradisi malam qunut, Kamis (5/3). Masyarakat setempat mengemasnya dalam bentuk festival. (foto: Aviva Dinanti Lambalano/ gorontalo post)

Malam Qunut, Tradisi Unik Berburu Kacang dan Pisang

Friday, 6 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.