logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Dunia Akhirat

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 9 April 2021
in Disway
0
Dunia Akhirat
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Oleh:
Dahlan Iskan

SALAH satu berita besar minggu ini adalah: Beijing mulai mengalahkan New York. Yakni dalam hal ”kota mana yang memiliki triliuner paling banyak di dunia”.

Dalam sejarah orang kaya, selalu saja New York ”ibu kotanya”. Selalu saja jumlah orang terkaya ada di sana. Baru tahun 2020 terjadi pergeseran. Selisihnya memang baru satu orang. Tapi kalau ilmu statistik dipergunakan untuk mengukur masa depan Beijing akan kian meninggalkan New York.

Maka tahun 2020 bukan hanya harus diingat sebagai tahun pandemi. Tapi juga tahun di mana negara asal virus Covid-19 mengalahkan negara korban Covid paling parah di dunia.

Beijing kini punya 100 triliuner.

New York kini memiliki 99 triliuner.

Yang juga harus dicatat: selama pandemi ternyata tetap lahir miliader-miliader baru. Selama satu tahun pandemi saja telah lahir 660 miliarder baru. Miliarder di situ ukurannya adalah miliar dolar. Alias sekitar Rp 14 triliun. Atau, kalau dalam bahasa Indonesia disebut triliuner– di atas Rp 14 triliun.

Di antara 660 triliuner baru itu yang 210 orang datang dari Tiongkok –termasuk Hong Kong. Jumlah itu mengalahkan negara mana pun –sebagai pemilik triliuner baru.

Yang juga mengejutkan adalah: lima kota di Tiongkok masuk 10 besar pemilik triliuner baru: Beijing, Shanghai, Shenzhen, Hong Kong, dan Guangzhou. Sedang di Amerika hanya dua kota dalam kategori itu: New York dan San Francisco.

Total kini ada 2.775 triliuner di dunia. Kekayaan mereka USD 13,1 triliun. Saya pusing mengkurskannya ke rupiah.

Menurut Forbes –media yang mengeluarkan angka-angka itu– kekayaan orang-orang kaya itu naik 45 persen selama pandemi satu tahun. Sedang di Amerika saja orang yang jatuh miskin karena pandemi sebanyak 8 juta orang. Itu karena 80 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan.

Tentu Anda sudah tahu siapa orang terkaya baru di Beijing itu: Zhang Yiming (张一鸣). Anda harus selalu ingat nama itu. Kan Anda sudah menyumbangkan sebagian penghasilan Anda untuk anak muda itu. Ia pendiri TikTok. Umurnya 38 tahun. Lulusan Nankai University, yang kampusnya hanya sepelemparan batu dari rumah sakit tempat saya transplant di Tianjin. Ia sendiri orang dari provinsi Fujian –tempat asal kebanyakan orang Tionghoa Indonesia.

Nama-nama lain Anda juga sudah tahu. Termasuk mantan istri Jeff Bezos itu: penulis novel MacKenzie Tuttle. Yang ketika diceraikan dua tahun lalu mendapat harta USD 35,6 miliar. Atau sekitar Rp 500 triliun. Saat cerai itu, Bezos kehilangan 25 persen hartanya. Tapi tahun lalu ia sudah kembali menjadi yang terkaya di dunia.

Triliuner baru yang juga mendapatkan hartanyi dari perceraian Anda lebih tahu lagi: mantan istri penyanyi Kanye West, Kim Kardashian itu. Hanya 6 tahun Kardashian kawin dengan suami ketiganyi itu. Kini Kardashian resmi masuk triliuner baru, dengan kekayaan pas USD 1 miliar. Tentu tidak semua datang dari perceraian. Kardashian adalah pengusaha terkemuka yang terkait dengan kecantikan wanita.

Tentu ini bukan hanya memperbincangkan orang kaya –salah satu hiburan terbaik bagi siapa saja. Tapi juga soal sistem kenegaraan.

Misalnya: bagaimana bisa, sistem komunisme membuat orang-orang bisa masuk terkaya di dunia.

Bahwa Amerika melahirkan orang-orang superkaya adalah memang karena kapitalisme. Amerika didirikan untuk itu: hak semua orang untuk menjadi kaya dan salah orang itu sendiri mengapa miskin.

Pemahaman lama kita tentang komunisme adalah: anti orang kaya dan anti feodalisme. Tapi yang tertanam dalam benak saya adalah slogan Partai Komunis Indonesia (PKI): sama rata sama rasa. Itulah yang sering saya dengar waktu kecil. Ketika ada pawai Nasakom di desa. Barisan paling depan massa PNI. Barisan kedua dari NU. Barisan paling belakang massa dari partai Komunis. Dengan slogan sama rata sama rasa itu.

Saya baru berubah total setelah begitu sering ke Tiongkok. Lalu mendalami sistem di sana. Yang ternyata komunisme Tiongkok sudah menjadi komunisme empat kaki: buruh, tani, pengusaha, ilmuwan. Sudah jauh dari komunisme lama: satu kaki, buruh. Atau komunisme generasi kedua, buruh dan tani, yang dikembangkan di Tiongkok-lama dan di Indonesia sebelum tahun 1965.

Di Tiongkok-baru, pengusaha –yang aslinya adalah lawan utama komunis– justru sudah menjadi salah satu sokoguru komunisme Tiongkok.

Sebetulnya, ternyata, sistem bisa apa saja: yang penting tujuan tercapai. Yakni negara menjadi maju, tidak ada lagi kemiskinan dan selamat dunia-akhirat. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayDunia Akhiratgorontalogorontalo postgorontalopost

Related Posts

--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
Next Post
Muskomwil VI APEKSI ke-IX : Bahas Program untuk Kemajuan Daerah

Muskomwil VI APEKSI ke-IX : Bahas Program untuk Kemajuan Daerah

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
15 RAMADAN: Lapangan Batudaa, Kabupaten Gorontalo dipadati ribuan warga untuk berburu kacang dan pisang pada tradisi malam qunut, Kamis (5/3). Masyarakat setempat mengemasnya dalam bentuk festival. (foto: Aviva Dinanti Lambalano/ gorontalo post)

Malam Qunut, Tradisi Unik Berburu Kacang dan Pisang

Friday, 6 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.