logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Zoom Gotong Royong

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Thursday, 18 March 2021
in Disway
0
Zoom Gotong Royong
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Sel Janin

Bagi Hasil

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Oleh:
Dahlan Iskan

BEGITU banyak pertanyaan tentang Vaksin Gotong Royong. Yang sebelumnya disebut Vaksin Mandiri itu. Untung ada Rosan Roeslani. Maka Ketua Umum Kadin Indonesia itu yang menjawabnya.

Rosan memang dihadirkan sebagai narasumber terpenting di forum Zoom diaspora Indonesia Senin malam WIB lalu. Yang moderatornya berdomisili di empat negara.

“Sudah 11.000 perusahaan yang mendaftar. Itu pun masih tambah terus,” ujar Rosan dari Jakarta.

Minat orang untuk segera mendapat vaksin memang tinggi. Terbukti harus membayar pun antre. Banyak pula perusahaan yang tidak hanya ingin memvaksin karyawan dan keluarga. Pun juga ingin membantu memberikan vaksin untuk masyarakat sekitar perusahaan.

Apakah masyarakat sekitar boleh diikutkan vaksinasi Gotong Royong?

“Boleh. Sudah ada peraturannya sudah diterbitkan Menteri Kesehatan,” jawab Rosan –yang sebentar lagi menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Ide melibatkan masyarakat sekitar itu muncul dari perusahaan perkebunan kelapa sawit. Juga dari perusahaan tambang. Agar masyarakat sekitarnya bisa ikut menikmati Vaksin Gotong Royong.

VGR memang inisiatif swasta. Yang ingin bisnis impor vaksin pun banyak. Mereka ingin manajemen dan karyawan perusahaan cepat dapat vaksin. Atas biaya perusahaan. Tanpa harus menunggu yang gratis dari pemerintah.

Tapi, kata Rosan, perusahaan-perusahaan itu harus membeli vaksin dari Biofarma (BUMN), Bandung. Agar satu pintu. Juga agar harga vaksin bisa dikendalikan.

Syarat lain: VGR itu harus menggunakan vaksin yang bukan Sinovac dan bukan Pfizer. Yang dua merek itu sudah dibeli oleh pemerintah –untuk diberikan secara gratis ke masyarakat. Sekalian untuk memudahkan kontrol mana yang gratis dan mana yang berbayar.

Maka, menurut Rosan, vaksin untuk VGR nanti adalah Sinopharm, Sputnik V, Johnson&Johnson, dan Moderna. “Perusahaan juga dilarang memungut biaya dari karyawan. Harus benar-benar gratis. Tidak boleh ada pemotongan gaji dan sebangsanya,” ujar Rosan.

Ada juga yang bertanya: sudah berapa banyak rakyat Indonesia yang divaksin? “Sampai hari ini sudah 4 juta orang. Kita bisa vaksinasi sebanyak 390.000 orang/hari,” ujar Rosan. “Mulai Juni-Juli nanti bisa 500.000 orang/hari,” tambahnya.

Lalu ada yang bertanya soal paspor vaksin. Maklumlah peserta Zoom ini adalah orang yang sering bepergian antar-negara. “Apakah Indonesia sudah membicarakan dengan negara lain, khususnya antar negara ASEAN?”.

“Kalau dengan Singapura sudah sangat intens,” jawab Rosan. Artinya masih belum ada keputusan. Sedang yang dipersiapkan sekarang ini adalah paspor vaksin untuk perjalanan di dalam negeri.

Lalu ada yang bertanya: bagaimana perkembangan vaksin dalam negeri?

“Kalau vaksin dalam negeri tinggal Vaksin Merah Putih. Yang Vaksin Nusantara izinnya sudah ditolak oleh BPOM,” jawab Rosan.

Vaksin Merah Putih, kata Rosan, adalah vaksin yang dikembangkan oleh Kemenristek bersama Lembaga Eijkman dan Universitas Airlangga Surabaya. “Tapi baru pertengahan tahun depan dimulai ujicobanya,” katanya.

Di antara banyak acara Zoom saya, Zoom dengan diaspora ini paling efektif. Saya sangat suka –meski harus sampai jam 12.00 malam.

Itulah acara seminggu sekali. Kami bisa reuni sedunia. Adi Harsono –suami Marie Pangestu– jadi penasihatnya dari Washington DC.

Di forum ini pembicara dibatasi maksimum hanya 2 menit. Yang bertanya pun bicaranya langsung pada pokok pertanyaan. Bicaranya hanya satu atau dua kalimat. Tidak ada yang muter-muter.

Malam itu, Butet Kartaredjasa diminta bicara soal vaksinasi. Yang khusus untuk seniman di Jogja. Yang dilaksanakan di padepokan Bagong Kussudiardja, ayah Butet. “Setelah Bung Karno baru kali ini ada presiden yang memperhatikan seniman dengan perhatian lebih,” ujar Butet. Presiden Jokowi memang menyaksikan acara vaksinasi seniman itu.

Pencipta lagu James F. Sundah, salah satu moderator yang tinggal di New York, sempat bertanya soal sejarah nama Butet. Ternyata nama itu terkait dengan kisah kunjungan seniman Indonesia ke Vietnam –di zaman Bung Karno. Dalam rombongan itu termasuk Bagong, ayah Butet. Di Vietnam itu, setiap kali penyanyi Indonesia dapat sambutan meriah. Terutama setelah lagu Batak berjudul Butet dinyanyikan. Hadirin selalu berdiri –standing ovation. Termasuk pemimpin besar Vietnam Ho Chi Minh. “Maka ayah saya bilang anaknya nanti akan diberi nama depan Butet. Tidak peduli laki atau perempuan,” katanya.

James, pencipta lagu Lilin-lilin Kecil, lantas menceritakan riwayat lahirnya lagu Tanah Airku, ciptaan Ibu Sud. Waktu itu Ibu Sud masuk dalam rombongan kesenian Indonesia di World Fair New York. Ada juga Bagong di rombongan itu.

Mereka disiapkan hanya untuk tiga bulan di New York. Sebelum musim dingin, mereka direncanakan sudah kembali ke tanah air.

Ternyata World Fair New York diperpanjang tiga bulan. Mereka pun sangat rindu tanah air. Lalu Ibu Sud menciptakan lagu Tanah Airku itu.

Bagong sendiri mengabadikan kata Fair ke dalam nama anaknya: Djaduk Fairianto –kemudian berubah menjadi Djaduk Ferianto. Ia adalah pemusik yang belum lama meninggal dunia. Istri Djaduk ikut tampil di Zoom kemarin.

Lia Sundah, istri James, minta saya bicara. Lia adalah pengacara di New York. Dia salah satu moderator Zoom. Saya diminta bicara sebelum Duta Besar Indonesia di Kuba. Saya pun pilih tidak usah bicara. Info-info dari Kuba akan lebih menarik.  “Kuba sudah melahirkan 4 vaksin nasional,” ujar Bu Nana Yuliana, Duta Besar Indonesia di Kuba. Bu Nana pun menyebutkan nama 4 vaksin itu. “Keempatnya segera memasuki uji coba fase 3,” ujar Bu Nana.

Ternyata bukan lagi segera. Fase 3 itu dilakukan tanggal 15 Maret 2021 –berarti dilakukan saat Zoom kami itu berlangsung.

Menurut Bu Nana, untuk menemukan vaksin itu Kuba bekerja sama dengan Rusia, Iran dan Tiongkok.

Saya tidak menyesal menempatkan Bu Nana lebih penting. Ternyata sangat menarik. Bagaimana negara kecil Kuba yang miskin bisa melahirkan vaksin. “Padahal untuk mendapat bahan makanan saja sekarang ini rakyat harus antre,” ujar Bu Nana –yang wilayah kedutaannya meliputi beberapa negara di kepulauan Karibia.

Moderator yang tinggal di Belanda, Sisca Holtrop, punya info Baru pula: penyintas Covid di Belanda boleh langsung ikut vaksinasi. Tidak harus menunggu tiga bulan.

Dari Belanda Holtrop mewawancarai Timbul Thomas Lubis yang tinggal di Jakarta. Timbul, awalnya gagal vaksinasi. Itu karena tekanan darahnya 190 –luar biasa tinggi.

Sambil menunggu tekanan darah turun, Timbul tertawa ngakak melihat ada orang yang baru saja selesai vaksinasi. Orang itu heboh mencari kaca matanya yang hilang. Padahal kaca mata itu ada di kepalanya.

“Gara-gara tertawa ngakak tekanan darah saya turun jadi 157. Maka saya pun divaksinasi,” ujarnya.

Lia Sundah, istri James, mewawancarai warga kita yang tinggal di Minnesota. Menarik sekali. Dia hari itu baru mendapatkan giliran vaksinasi. Baru kali itu kami punya teman yang berpengalaman vaksinasi Johnson&Johnson.

“Di Minnesota kami disuruh memilih pakai vaksin yang mana,” ujarnyi. “Saya pilih Johnson&Johnson. Setelah vaksinasi saya tidak mengalami efek samping apa-apa,” katanyi.

Berarti dia hanya perlu suntik sekali itu saja. J&J adalah satu-satunya vaksin yang tidak perlu ada suntikan kedua. Tapi dia masih gundah. Di sertifikat vaksinasinyi hanya tertulis nama pertamanyi. Padahal dia ingin nama di sertifikat itu bisa sama dengan nama di paspor. Siapa tahu akan memudahkan perjalanan antar negara.

Maka petugas di sana menambahkan namanyi dengan ballpoint. Itulah yang membuatnyi gundah. Apakah tulisan tangan tambahan itu nanti tidak menimbulkan persoalan.

Begitu banyak yang di dapat dari forum 1,5 jam itu. Berbeda sekali dengan Zoom saya siang sebelumnya. Soal budaya Tionghoa. Yang sampai tiga jam. Ada satu pembicara yang sampai makan waktu 40 menit. Bahkan Zoom sehari sebelumnya, tentang hari Ginjal Internasional, penuh dengan kata sambutan –sampai tujuh orang. Itu baru sambutannya.

Zoom adalah pertemuan digital. Tapi masih banyak perilaku era nondigital terbawa…

Itulah yang disebut carry over problem. Yang terjadi di banyak persoalan.

Tags: beritagorontaloDahlan IskanDahlanIskanDiswaygorontalogorontalopostKabarGorontaloZoom Gotong Royong

Related Posts

--

Sel Janin

Monday, 15 June 2026
--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
Next Post
FYK Jabat Komisaris BSG, Gorontalo Tak Ada Jatah Direksi

FYK Jabat Komisaris BSG, Gorontalo Tak Ada Jatah Direksi

Discussion about this post

Rekomendasi

Polda Gorontalo akan memperketat pengamanan di wilayah, jelang pelaksanaan kegiatan PENAS Petani Nelayan ke-XVII.

Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

Wednesday, 17 June 2026
Perwakilan ahli waris Kisman Tilameo saat menyampaikan dua tuntutan ke Walikota Adhan Dambea terkait pemindahan pekuburan di eks Terminal 42 Andalas. Tuntutan itu disampaikan saat Rakor dan diskusi bersama para ahli waris di Aula Rumah Jabatan Walikota Gorontalo, Selasa (16/6/2026). (Foto: Istimewa).

Dua Tuntutan Ahli Waris ke Walikota, Terkait Pemindahan Makam di Eks Terminal 42

Wednesday, 17 June 2026
SENSUS EKONOMI- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyematkan tanda pengenal petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 pada apel siaga di halaman rumah jabatan gubernur, Senin (15/6). ( Foto : Dok-Pemprov/Valen)

Gubernur Gorontalo Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Wednesday, 17 June 2026
Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026

Pos Populer

  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dukung Edukasi Jurnalis dan Pelajar, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Kupas Tuntas UU ITE dan Hak Cipta

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.