logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Kota dan Luka yang Menganga

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 16 March 2021
in Persepsi
0
Negeri yang Ke(gemuk)an   

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh : 
Basri Amin

Sebuah kota selalu menampung banyak beban. Pergulatannya menjadi ruang hidup bagi wargaya dan bagi para pendatang berjalan seiring, meski tak selamanya berada pada jalur keseimbangan yang mudah. Arus penduduk, modal, barang dan teknologi, basa-basi kebijakan, serta “ambisi kuasa” akan mewarnai bagaimana tata kelola setiap kota diselenggarakan.

Banyak kalangan percaya kepada perlunya sejumlah “aturan” dan infrastruktur yang menjamin keberlanjutan sebuah kota. Sebagai prinsip, semua ini tentu saja benar. Meski demikian, yang jarang diberi perhatian serius adalah dimensi “perilaku bersama” yang berkembang di setiap kota yang kita bangun. Dan, terutama, tentang tabiat leadership “cari aman” yang tetap dominan dengan ritual birokratisnya.

Manusia dan perilakunya adalah sumberdaya. Namun jika tidak terbentuk dengan baik, ia adalah sumber petaka yang berkepanjangan. Itulah sebabnya sebuah kota yang maju bukan hanya merupakan hasil dari visi dan aksi tertentu yang konsisten, ia adalah sekaligus sebagai “pembentuk” perilaku bersama bagi warganya dan siapa saja yang datang di kota itu. Pada tingkat yang sederhana, “perilaku kita membentuk kota, kemudian selanjutnya kota akan membentuk perilaku kita”. Dengan kaidah ini, yang kita butuhkan adalah sejenis “rekayasa” yang saling membentuk, secara timbal balik, tanpa henti dan saling mengisi.

Masa depan sebuah kota terlalu penting untuk hanya diserahkan kepada pemerintah. Apalagi, jika perangai yang dibangun oleh pemerintah kota lebih banyak memproduksi “kata-kata” dan tidak memperlihatkan sebuah kerelaan untuk “belajar” dengan tuntas, agar lebih memahami yang rinci dan mampu memungut masukan-masukan dan jalan-jalan (keluar) yang kreatif atas setiap persoalan.

Related Post

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Bupati-Bupati Kita

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Demikian juga dengan keterbukaan dan kejujurannya untuk menerima kesalahan. Ada kesan yang kuat, pemerintah kota-kota di negeri ini lebih sibuk menebar “tontonan” dan kesan-kesan yang dangkal –-termasuk beragam gaya seremoni— daripada sungguh-sungguh mengerahkan kemampuan tata-kelola terbaiknya dan dengan sikap itu pula ia rela berkeringat untuk perbaikan-perbaikan mendasar.

Kata-kata yang disertai angka-angka tentang kemajuan sebuah kota hanyalah lapisan luar dari apa-apa yang sesungguhnya terjadi dalam masyarakatnya. Tak perlu kita berbasa-basi bahwa kota-kota kita masih menampung angka kemiskinan yang lumayan; demikian juga dengan rentannya rasa aman dan nyaman di berbagai sudut. Di luar itu, kriminalitas dan penggunaan Narkoba sejak awal sudah menyasar berbagai segmen; belum lagi dengan premanisme dan beragam illegalitas lainnya. Dan pada saat yang sama roda pasar dan sektor perdagangan memaksa pemanfaatan ruang di perkotaan, tidak jarang membuahkan gesekan dan guncangan.

Setiap jengkal ruang kota hendaknya dipastikan status dan kontribusi (fungsionalnya) dalam pembangunan perkotaan kita. Dengan begitu, “tata ruang” tidak sekadar gincu dari motif kita yang sebenarnya, yakni “tata uang”. Di kota, antara ruang dan uang sudah sangat tumpang-tindih. Di sinilah letaknya mengapa kuasa (pemerintah) mudah digeser oleh kuasa-kuasa “lain” di luar dirinya, terutama karena kepentingan akan penguasaan ruang merupakan kekuatan paling keras yang menekan (otoritas) negara di perkotaan. Jika ini tidak disadari sejak awal dengan memadai, maka sebuah kota tak lagi punya ruh dan identitas. Ia tak lebih sebagai tumpukan pemukiman, pertokoan dan tempat hiburan saja yang disesaki dengan gedung, gudang dan gugusan komoditi, orang dan kendaraan yang lalu-lalang.

Kota sejatinya di bangun di atas sejarah, gagasan dan gerakan tertentu. Meski setiap kota tetaplah mempunyai semacam “luka” yang membutnya perih, entah itu sebuah luka di masa lalu dan/atau di masa kini, tapi kota tetaplah merupakan pencapaian kebudayaan manusia yang tinggi. Tak heran kalau orang cenderung menyenangi kota dan berlomba-lomba untuk tinggal di kota, menjadi warga yang urbanized.

Pertumbuhan kota-kota baru di dunia, terutama di Asia, menjadi bukti nyata atas sejarah baru ini. Secara teknis, hanya dalam ukuran 15-20 tahun, sebuah wilayah yang tandus dan pinggiran, bisa menjadi kota yang subur dan aktif. Sekali arus manusia, barang, modal, informasi dan transportasi bergerak bersama, kota pun akan tumbuh dengan “otomatis”. Beberapa kota (pulau) di Asia memperlihatkan gejala positif ini. Kota ibarat “gula” dan yang lainnya akan berposisi sebagai “semut” yang mengikuti.

Sekian kali saya berada di Yogyakarta dan menyaksikan dengan amat jelas betapa kota ini menjadi “magnet” besar yang unik di sektor pendidikan dan kebudayaan. Semua kita tahu, Yogyakarta sudah sangat lama berperan sebagai kota pelajar. Atmosfir sosialnya sudah terbangun sejak awal. Tak heran kalau kota ini menjadi oase perjumpaan yang “istimewa” antara modernisme dan tradisi. Sehingga, antara yang mondial dan yang lokal bisa berbagi secara kreatif, sekaligus mengajak untuk saling mengajukan pertanyaan dan rencana-rencana.

Sebagai sebuah kota yang sudah “matang”, Yogya pun tak pernah bebas dari “beban” baru yang terus bertambah dan mengepungnya. Tapi karena kematangan (identitas) kotanya, tak heran kalau setiap orang di Yogya -–dalam kesan umum saya–, sadar atau tidak, sepertinya terlatih mengemban tugas-tugas keindonesiaan di satu sisi, tapi juga mengerjakan diri melakoni amanah-amanah universalnya di sisi lain, yakni sebagai bagian dari dunia dan sebagai anak negeri yang datang dari ratusan daerah di negeri ini. Semua bekerja! Semua sibuk untuk maju!

Menoleh sejenak di tingkat lokal, terasa bahwa begitu banyak harapan dengan kota-kota kita. Demikian juga dengan daftar keluhan dan persoalan. Untuk memenuhi setiap harapan, sepertinya cara “menyicil” merupakan pilihan, agar kota-kota kita tidak sesak nafas dengan harapan-harapannya sendiri. Yang jelas, beban yang terus membesar membutuhkan penyikapan, pelibatan dan penyesuaian tindakan dan cara bernalar. Jika tidak, yang kita bangun hanyalah sebuah kota yang berisi keramaian dan kerumunan; kota yang kelihatan sibuk tapi tak punya arah dan angan-angan jangka panjang. Kota seperti ini pada akhirnya hanya akan mewariskan “luka” yang terus menganga. ***

Bekerja di Universitas Negeri Gorontalo
Anggota Indonesia Social Justice Network (ISJN)
E-mail: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminberitagorontalogorontalogorontalopostKabarGorontaloKota dan Luka yang Mengangaspektrum sosial

Related Posts

Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Monday, 12 January 2026
Basri Amin

Bupati-Bupati Kita

Monday, 12 January 2026
PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Friday, 9 January 2026
Yusran Lapananda

Tahun Baru, KUHAP Baru & KUHP Baru

Tuesday, 6 January 2026
Next Post
Luas Karhutla RI Terus Berkurang

Luas Karhutla RI Terus Berkurang

Discussion about this post

Rekomendasi

Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

Wednesday, 14 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H

Kapolda Bakal Ratakan PETI di Pohuwato, Kaget Lihat Langsung Dampak Kerusakan Lingkungan

Thursday, 15 January 2026

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    587 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Excapator dan Ratusan Alat PETI Diamankan, Hasil Operasi Tim Gabungan Selama Enam Hari, Forkopimda Segera Lakukan Evaluasi

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Bupati-Bupati Kita

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.