logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Vaksin Itu Lagi

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 15 March 2021
in Disway
0
Vaksin Itu Lagi
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Anak Sembrono

Sejarah Pertanda

Penyadapan Beneficial

Kerikil Subhan

Oleh:
DahlanIskan

DUA kemungkinan ini yang saya khawatirkan. Pertama, Tiongkok segera memproduksi vaksin dendritik–seperti konsep Vaksin Nusantara. Kalau itu terjadi kita akan gigit jari. Kita akan kembali menjadi bangsa konsumen produk luar negeri –seperti mobil listrik. Kedua, mungkin saja pihak Amerika –yang bekerjasama dengan BalitbangKemenkes, Undip Semarang, RSUP Kariadi– akan memindahkan Vaksin Nusantara ke negara lain –tanpa nama Nusantara.

Kemungkinan pertama itu sangat besar. Saya ikuti perkembangan terbaru di Shenzhen. Arahnya juga ke sana. Kita sudah tahu betapa cepat Tiongkok melegalkan vaksin-vaksin Covid-nya.

Kemungkinan kedua juga sangat besar. Pihak Amerika akan memindahkannya ke Brazil atau India, atau negara mana pun. Apalagi mereka sudah punya hasil uji coba fase 1 yang dilakukan di Semarang. Mereka bisa memanfaatkan itu sebagai harta karun –di mata peneliti.

Pihak Amerika tentu tidak mau mengerti apa saja kesulitan partnernya di Indonesia. Apalagi mereka juga punya kaidah sendiri di bidang keilmuan.

Sebenarnya banyak yang mengingatkan saya untuk tidak menulis lagi Vaksin Nusantara. Bahkan sejak tulisan edisi pertama terbit –dari tiga seri waktu itu.

Tapi saya berpikir dan berpikir. Saya tidak mau menyesal untuk kali kedua. Maka saya harus menulis apa yang harus saya tulis. Biarlah mobil listrik kandas –tapi jangan Vaksin Nusantara.

Sebagai penerbit Disway, tentu saya tahu ada iklan dua halaman di Harian Disway Surabaya edisi hari ini. Saya sudah baca iklan itu sejak kemarin sore –sebelum dikirim ke percetakan.

Saya lega membaca iklan itu. Maka tulisan yang sudah saya siapkan untuk Disway edisi pagi ini saya batalkan. Saya ganti dengan tulisan yang sekarang ini. Toh saya masih bisa menulis tentang TKDN itu kapan saja. TKDN adalah problem lama yang selalu baru.

Dari iklan itu terlihat bahwa ternyata Tim Peneliti Vaksin Nusantara tidak perlu menyembunyikan sesuatu. Semua hasil fase 1 uji coba itu dibuka lebar. Di iklan itu. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

Saya lihat iklan itu sendiri dibuat untuk memenuhi keinginan DPR. Yang dalam rapat Komisi IX Rabu lalu sepakat agar Tim Peneliti membuka saja hasil fase 1 itu ke publik.

Kini semua pihak bisa membacanya. Termasuk lewat iklan di Disway edisi digital hari ini.

Saya pun mempertanyakan soal apakah Vak-Nus ini layak disebut karya anak bangsa. Kesimpulan saya: layak.

Pengetahuan tentang sel dendritikternyata sudah tidak baru. Termasuk bagi sebagian dokter di Jakarta.

Jerman sendiri sudah mengembangkannya untuk pengobatan kanker. Demikian juga Amerika Serikat. Publikasi ilmiah tentang sel dendritiksudah banyak. Bisa diikuti siapa saja. Termasuk oleh ahli di Tiongkok –yang sekarang juga mulai melakukannya.

Pun Indonesia sendiri. Sudah menerapkannya. Sejak 2014. Yakni di RSPAD GatotSubroto Jakarta. Dengan sebutan cell cure. Pasiennya pun sudah banyak. Cell cure itu juga pengobatan lewat sel dendritik.

Sebelum itu, setidaknya 7 dokter ahli RSPAD sudah menjalani pendidikan cell cure di Jerman. Termasuk pendidikan di bidang sel dendritik.

Ketika RSPAD mendatangkan alat-alat cell cure dari Jerman, dilakukan pula transfer pengetahuan. Ahli dari Jerman datang ke Jakarta. Ahli Jerman itu satu tahun di RSPAD –mendampingi para dokter yang sudah pulang dari Jerman.

Ketika Covid menjadi pandemi awak tahun lalu tim cell cure, RSPAD memikirkan bagaimana agar bisa dimanfaatkan juga untuk mengatasi Covid-19.

Saat itulah mereka mempelajari banyak publikasi internasional. Mereka menemukan bahwa di Amerika juga muncul ide serupa. Yakni yang dilakukan oleh Prof dr Hans Keirstead PhD (Disway 21 Februari 2021).

Kontak pun dilakukan. Untuk membawanya ke Indonesia.

“Jadi, Prof Hans Keirstead setuju membawa itu ke Indonesia karena melihat Indonesia sudah punya tim cell cure yang tepercaya,” ujar salah satu Tim Peneliti Vaksin Nusantara. “Apalagi tim Indonesia juga punya ide yang sama,” tambahnya.

Ketika mendengar penjelasan itu saya menjadi tidak ragu-ragu lagi ikut menyebut ini Vaksin Anak Bangsa. Awalnya saya sempat agak mencibir ketika menulis kata Vaksin Nusantara. Saya sempat menduga kata ”Nusantara” di situ hanya tempelan. Tapi sekarang saya tidak ragu lagi. Ternyata ada riwayat keilmuannya.

Tim dendritik RSPAD itu sendiri kemudian menjadi supervisi dari tim peneliti dari Undip Semarang. Ditambah dengan 8 orang ahli dari Amerika yang ”pindah sementara” ke Semarang.

Mereka menunggu: apakah izin uji coba fase 2 bisa didapat.

Presiden Jokowi sudah memberikan dukungannya pada Vak-Nus. Demikian juga DPR. Mungkin masih perlu istighotsah kubro untuk mewujudkannya. (*)

Tags: berita dahlanberita gorontaloDahlan IskanDiswaygorontalo postgorontalo updateharian gorontalo postkabar gorontaloVaksin Itu Lagi

Related Posts

Anak Sembrono

Anak Sembrono

Saturday, 7 November 2026
Sejarah Pertanda

Sejarah Pertanda

Friday, 6 November 2026
Penyadapan Beneficial

Penyadapan Beneficial

Friday, 6 November 2026
Kerikil Subhan

Kerikil Subhan

Friday, 6 November 2026
Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Next Post
GORUT-KABGOR, Disapu Bajir Bandang

GORUT-KABGOR, Disapu Bajir Bandang

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Friday, 6 November 2026
Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Saturday, 7 November 2026
Ramli Ondang Djau

73 Tahun Merawat Semangat Demokrasi 

Saturday, 7 November 2026
Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Saturday, 7 November 2026

Pos Populer

  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Kalender “Literasi” Gorontalo 

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Buron Kasus SPBE Boalemo Diciduk di Jakarta

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.