logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Ujian Konghucu

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Saturday, 12 December 2020
in Disway
0
Ujian Konghucu
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Pet Byar

Randy Sunda

Gu Lebang

Gubuk Dea

Oleh:
Dahlan Iskan

TENTU Pilwali Solo dan Medan yang paling menarik. Tapi medsos sudah begitu membanjiri keduanya. Saya memilih ke Manado –lewat tulisan ini.

Inilah kali pertama orang yang beragama Konghucu menjadi kepala daerah. Ia adalah Andrei Angouw. Umur 49 tahun. Anaknya empat orang. Pendidikannya, S-1 dan S-2, di University of Southern California, di Los Angeles. Ia lulus dari jurusan teknik industri.

Dari nama belakangnya, saya menebak Andre bermarga Ang. “Iya, benar,” ujar Andrei kepada saya kemarin malam.

Tapi Andrei sudah tidak bisa berbahasa Mandarin. “Sedikit pun tidak bisa,” katanya. “Kakek nenek saya pun sudah tidak bisa,” tambahnya. Andrei, bahkan, tidak punya nama Tionghoa.

Andrei mulai tertarik ke politik tahun 2005. Ia tidak lupa siapa yang mengajaknya: Dr Sinyo Sarundayang –waktu itu Gubernur Sulawesi Utara. Sarundayang memang terkenal sebagai tokoh yang dekat dengan agama apa saja. Ia juga dikenal sebagai pejuang keragaman masyarakat. Dan itu ia wujudkan di Minahasa.

Di Manado, Pilkada ternyata masih semangat. Calon wali kotanya masih empat pasang. Andrei diusung PDI Perjuangan. Memperoleh dukungan 36,9 persen –87.000 suara.

Bagi Andrei itu tidak sulit. Saat menjadi caleg DPRD Sulut tahun lalu perolehan suaranya sudah 38.000. Lalu berpasangan dengan sesama anggota DPRD yang perolehan suaranya sudah 17.000: Richard Sualang.

Andrei sudah tiga kali ikut pemilu. Tahun 2009 ia sudah terpilih sebagai anggota DPRD. Anggota biasa. Lalu terpilih lagi. Lalu menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

Ketika ketua DPRD ikut Pilkada, jabatan ini kosong. Andrei  terpilih sebagai Ketua DPRD. Maka ia menjadi orang Konghucu pertama yang menjadi ketua DPRD.

Di Pemilu tahun lalu ia terpilih lagi. Lalu menjadi Ketua DPRD lagi. Baru setahun, Andrei  diminta mencalonkan diri sebagai wali kota Manado. Ia tinggalkan jabatan Ketua DPRD provinsi itu.

Di Manado hubungan antar ras dan agama memang sangat cair. Tantangan terbesarnya sudah dilewati: ketika terjadi kerusuhan SARA di Maluku. Manado adalah pilihan terbaik bagi para pengungsi. Baik yang Islam maupun yang Kristen. Dan dua kelompok itu ternyata menjadi rukun setelah di Manado.

Andrei punya tantangan besar menjadikan Manado sebagai  pusat pengembangan kawasan regional. Manado-lah yang paling maju di kawasan itu. Tetangga Utaranya miskin: Mindanao, Filipina. Tetangga Baratnya miskin: Sabah. Tetangga selatannya miskin: Sulteng. Tetangga Timurnya sama: Maluku Utara.

Manado tidak bisa berharap  berkah dari utara. Saya juga tidak punya harapan ke Sabah. Tidak banyak kemajuan di sana –tahun lalu saya ke sana lagi. Kota Tarakan di Kaltara kini jauh lebih baik dari Tawau. Manado lebih menarik dari Kinabalu.

Memang ada ”pesaing” dari tetangganya sendiri: Luwuk dan Morowali. Luwuk dengan LNG-nya dan Morowali dengan industri nikelnya.

Dulu, untuk ke Luwuk harus terbang dari Manado. Atau naik kapal dari Gorontalo. Kini berkah penerbangan itu sudah diambil Makassar.

Manado –dan Sulut–memang harus mencari bidang jasa. Lion Air pernah mau menjadikan Manado sebagai pusat pemeliharaan ratusan armadanya. Persiapan sudah dilakukan. Sayangnya batal. Pindah ke Batam. Di zaman Andrei nanti tidak boleh terjadi seperti itu.

Apalagi kini sudah beda. Dengan dibangunnya jalan tol Manado-Bitung –separo sudah beroperasi– poros dua kota itu akan bisa menjadi lokomotif ekonomi untuk kawasan sekitar.

Saya membayangkan Pemda bisa menguasai tanah 500 hektare di antara Manado-Bitung. Lebih baik kalau 1.000 hektare. Pemda jangan jual tanah itu. Sewakan saja. Kepada investor. Jangka yang agak panjang. Dengan murah.

Jangan investor diminta membeli tanah. Sudah tidak zamannya lagi. Investor zaman sekarang tidak mau ruwet. Dan lagi daerah tidak kehilangan aset itu. Suatu saat kelak nilainya tak terpermanai.

Andrei, yang lima tahun di Amerika, tentu punya pandangan global yang lebih baik. Untuk sementara, apa boleh buat, Manado hanya bisa tumbuh dari dalam. Pertumbuhan di dalam itulah yang pada saatnya akan menjadi daya tarik investor dari luar. Manado harus jadi pusat orang kreatif. Industri seperti musik dan film mestinya menjadi salah satunya. Andrei pasti bisa mengomandaninya. Masyarakat Manado harus diberi banyak tantangan. Yang berat-berat. Agar terus kreatif. Agar tidak sibuk bertengkar di dalam.

Andrei akan mampu menjadi dirijen yang baik. Apalagi ia pernah dua tahun menjadi konsultan yang bekerja di Arthur Andersen Jakarta –satu dari empat konsultan terbesar di dunia.

Ia tahu zaman kopra –yang membuat Manado jaya–  sudah lama berlalu. Mungkin ia masih sempat melihat kejayaan Manado itu di masa kecilnya. Tapi zaman berubah cepat.

Cengkeh –andalan kedua kejayaan Manado– juga sudah lama berlalu. Andrei tahu  sendiri itu. Ia bisa sekolah ke Amerika antara lain karena cengkeh.

Ayah Andre adalah orang yang menjadi kaya karena cengkeh. Ketika zaman cengkeh berlalu  sang ayah tetap cinta Manado. Ia investasi di hotel besar di Manado: Grand Puri. Dari sini bisa memandang Manado Water Front City. Bisa pula memandang pulau Bunaken yang terkenal itu. Pun bisa menatap Gunung Manado Tua yang seperti tumbuh dari dalam laut. Dan tentu juga bisa melihat Gunung Lokon yang sering batuk-batuk ringan itu. Saya beberapa kali menginap di situ.

Hotel inilah yang membuat Andrei pulang ke Manado. Sang ayah yang memanggilnya pulang. Krisis moneter 1998 terlalu parah. Proyek hotelnya itu terancam tidak bisa selesai. Ia harus membantu ayahnya.

Maka ia tinggalkan Arthur Andersen. Ia pulang. Ia berhasil menyelesaikan hotel itu –lewat berbagai restrukturisasi.

Andrei akan menjadi contoh yang lain lagi. Apakah pengusaha seperti Andrei bisa ikut mengatur negara. Tentu, mestinya, Andrei tidak perlu lagi mencari apa-apa. Hartanya sendiri sudah lebih dari Rp 300 miliar. Betapa pula kalau disatukan dengan harta orang tuanya.

Andrei tidak tahu generasi keberapa yang lahir di Manado. Bahkan istrinya sudah lebih mempribumi lagi.

Mereka inilah yang menurut Weliam H Boseke sebagai keturunan dinasti Han di Tiongkok. Yang sudah menjadi ”suku Manado” atau suku ”Minahasa”.

Bulan lalu Boseke diundang ke Surabaya. Untuk membedah bukunya berjudul ”Leluhur Minahasa” (Disway 29 Oktober/Boseke Minahaizi). Saya ikut diminta membahasnya. Bersama Prof Dr Perry Rumengan, ahli etnomusikologi dari Universitas Negeri Manado. Juga Soetijadi Judo, pengusaha besar Tionghoa Surabaya yang hari itu mendapat marga Manado, Ratulangi.

Meski menamatkan SMA-nya di sekolah Katolik Manado, Andrei tetap ikut agama orang tuanya: Konghucu. Tiap bulan purnama Andrei ke kelenteng  Ban Hin Kiong yang di pusat kota itu. Yang terkenal sebagai ”Kelenteng Berdewa”.

Tidak setiap Imlek dewa di situ mau memberkati jemaatnya. Tergantung firasat yang didapat suhu di situ. Maka setiap menjelang Imlek orang Tionghoa menunggu berita dari Manado: dewanya akan keluar atau tidak.

Begitu ada pengumuman sang dewa akan keluar, Manado kebanjiran manusia. Dari berbagai kota di Indonesia. Tahun lalu ada yang dari Medan. Bahkan dari Singapura, Taiwan dan Hongkong. Saya beberapa kali ke kelenteng itu –sayangnya tidak pas lagi ada dewannya.

Banyak pejabat yang mempermalukan agama dan partainya. Agama apa saja. Partai mana saja. Kecuali agama Konghucu –karena baru kali ini orang Konghucu mendapat ujian berat: menjadi pejabat publik.(*)

Tags: Andrei AnggouwDahlan IskanDiswaypilkada manadoUjian Konghucu

Related Posts

Pet Byar

Pet Byar

Saturday, 30 May 2026
Randy Sunda

Randy Sunda

Friday, 29 May 2026
Gu Lebang

Gu Lebang

Thursday, 28 May 2026
Gubuk Dea

Gubuk Dea

Wednesday, 27 May 2026
Wani Tenan

Wani Tenan

Wednesday, 27 May 2026
Masuk Istana

Masuk Istana

Tuesday, 26 May 2026
Next Post
Isteri Baru Dua Hari Melahirkan, Ruhlan Tewas Ditikam Barkali-kali

Isteri Baru Dua Hari Melahirkan, Ruhlan Tewas Ditikam Barkali-kali

Discussion about this post

Rekomendasi

KOMITMEN MELAYANI : Insan BRILian BRI Branch Office (BO) Gorontalo menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, berlangsung di halaman kantor BRI BO Gorontalo, Senin (1/6). (Foto: dok-bri)

Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO Gorontalo Gelar Upacara, Tekankan Komitmen Melayani

Monday, 1 June 2026
Oi Limboto Gelar Donor Darah Serentak, Diharapkan Bantu Penuhi Stok Darah PMI

Oi Limboto Gelar Donor Darah Serentak, Diharapkan Bantu Penuhi Stok Darah PMI

Monday, 1 June 2026
Longsor Jalan Trans Sulawesi di Desa Bakti Mulai Ditangani, Warga Masih Diliputi Kekhawatiran

Longsor Jalan Trans Sulawesi di Desa Bakti Mulai Ditangani, Warga Masih Diliputi Kekhawatiran

Saturday, 30 May 2026
Dinilai Sukses Kendalikan Inflasi, Kemendari Suntik Pemprov Gorontalo Rp 3 Miliar

Dinilai Sukses Kendalikan Inflasi, Kemendari Suntik Pemprov Gorontalo Rp 3 Miliar

Saturday, 30 May 2026

Pos Populer

  • KOMITMEN MELAYANI : Insan BRILian BRI Branch Office (BO) Gorontalo menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, berlangsung di halaman kantor BRI BO Gorontalo, Senin (1/6). (Foto: dok-bri)

    Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO Gorontalo Gelar Upacara, Tekankan Komitmen Melayani

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Oi Limboto Gelar Donor Darah Serentak, Diharapkan Bantu Penuhi Stok Darah PMI

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Banjir Bandang Hantam Gorut, KAT Didingga Porak-poranda

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Longsor Jalan Trans Sulawesi di Desa Bakti Mulai Ditangani, Warga Masih Diliputi Kekhawatiran

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Dinilai Sukses Kendalikan Inflasi, Kemendari Suntik Pemprov Gorontalo Rp 3 Miliar

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.