logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Dirgahayu PGRI, Dirgahayu Guru Indonesia

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 27 November 2020
in Persepsi
0
Guru, Insan Cendekia  dan Panggilan Pengabdian

Fory A Naway

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Bupati-Bupati Kita

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Oleh :

Fory Armin Naway
Ketua PGRI Kab. Gorontalo

Tanggal 25 November adalah hari yang bersejarah bagi PGRI dan Guru Indonesia. pada tanggal ini, peristiwa penting terukir dalam sejarah bangsa ini, bahwa Guru Indonesia adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan merebut, mempertahankan dan mengisi  kemerdekaan Indonesia.

Dalam dokumen sejarah Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia adalah organisasi profesi guru pertama di Indonesia. Pada awalnya organisasi ini bernama Volksoonderwijzersbond  atau  Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang resmi terbentuk pada tahun 1912.

Selanjutnya pada tahun 1932, PGHBI berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini tidak terlepas dari komitmen perjuangan Guru di seluruh nusantara untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia terbebas dari penjajahan Belanda. Organisasi PGI merupakan himpunan dari beberapa organisasi profesi guru, diantaranya Persatuan Guru Bantu (PGB), Persatuan Guru Ambachtshool (PGAS), Volksnooderwijers Bond (VOB), Oud Kweek Scolieren Bond (PNS), Hogre Kweek Schoileren Bond (HKSB), Persatuan School Opziener (PSO) dan Perserikatan Normal School (PNS).

Dalam Ensiklopedi Umum yang diterbitkan Kanisius menyebutkan, pada tahun 1932, terdapat 15 ribu guru yang tergabung dalam PGI dan sebagian besarnya berasal dari Perserikatan Guru Desa (VOB) dengan 103 cabang dan 9 ribu anggota. Hanya 2 tahun berselang, yakni pada 1934  jumlah anggota PGI berkembang menjadi 20 ribu anggota.

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, maka organisasi PGI melaksanakan Kongres di Surakarta pada 24-25 November 1945. Pada momen penting itu, PGI berubah nama menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Perubahan nama ini merupakan wujud konsistensi dan ikrar  perjuangan guru Indonesia untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih dengan susah payah selama berabad-abad lamanya.

Untuk mengenang dan mengabadikan peristiwa penting tersebut, maka seluruh peserta Kongres sepakat, bahwa 25 November ditetapkan sebagai hari jadi PGRI yang mulai resmi diperingati sejak 1946. Untuk mengabadikan sekaligus membumikan nilai-nilai dan semangat perjuangan guru Indonesia, maka pada momen peringatan HUT PGRI ke-49 tahun 1994, Presiden Soeharto menerbitkan Kepres Nomor 78 yang menetapkan tonggak kelahiran PGRI 25 November 1945 sebagai Hari Guru Nasional (HGN).

Penetapan HGN merupakan bagian dari upaya membangkitkan semangat dan penghayatan guru Indoensia terhadap hakekat kemerdekaan sebagaimana yang telah menjadi ruh perjuangan Guru Indonesia semasa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hal ini sekaligus merupakan bentuk pengakuan pemerintah Indonesia, bahwa Guru memiliki peran dan andil yang sangat besar, baik semasa sebelum kemerdekaan maupun dalam perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, siapapun sepakat bahwa Guru memiliki peran, fungsi dan tanggung jawab yang sangat penting dan strategis. Untuk mengukuhkan eksistensi kiprah guru Indonesia, PGRI telah lama berjuang mengaspirasikan lahirnya Undang-Undang tentang Guru yang baru terealisasi pada tahun 2005 seiring disahkannya Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Lahirnya Undang-Undang Guru dan Dosen tersebut, merupakan tonggak baru bagi perjalanan Guru dan dosen  di Indonesia. Salah satu dampak besarnya adalah program Sertifikasi Profesi Guru dan Dosen yang salah satunya, melahirkan rumusan standarisasi kompetensi profesi guru dan dosen yang diharapkan menjadi pintu gerbang lahirnya pendidikan yang unggul dan berkualitas di Indonesia.

Meski rumusan standarisasi kompetensi guru terbilang baru, namun secara defakto dan ditinjau dari aspek historisnya semenjak dulu, guru telah mengaplikasikan standar kompetensi itu di tengah-tengah masyarakat. Kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial yang disandang guru, kesemuanya telah merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan guru di tengah masyarakat.

Keberadaan Guru Indonesia hingga di pelosok-pelosok desa menjadi sisi lain yang menarik, karena peran dan kiprah mereka yang mendapat tempat khusus di tengah masyarakat. Guru tidak hanya dihormati, terpandang dan berwibawa tapi juga keberadaan guru di desa-desa seakan menjadi tempat bertanya, menjadi tokoh pemersatu, bahkan menjadi menjadi ujung tombak dan garda terdepan dalam setiap kegiatan di desa-desa. Guru menjadi tumpuan harapan, menghadirkan solusi yang didengar dan disegani masyarakat.

Tidak hanya itu saja, salah satu instrumen yang juga cukup menarik, adalah keberadaan guru dan dosen sebagai satu-satunya profesi yang seakan siap memasuki dan menduduki jabatan-jabatan struktural pemerintahan, seiring maraknya pemekaran daerah semenjak era reformasi bergulir. Peran dan keberadaan guru serta dosen seakan menjadi “dewa penolong” bagi daerah-daerah otonomi baru yang masih kekurangan SDM birokrat. Buktinya, di setiap daerah otonom baru, banyak guru yang direkrut mengisi jabatan struktural di Pemerintahan, baik eselon II hingga eselon IV.

Banyaknya guru-guru yang dipercaya menjadi pejabat di struktural pemerintahan di daerah-daerah, tidak menjadikan dunia pendidikan terpuruk. Justru sebaliknya, keberadaan guru di pemerintahan, selain menjadi spirit dan sumber kebanggaan, juga membawa dampak yang mampu memberi penguatan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah-daerah. Meski belum ada penelitian berapa persen jumlah guru yang menempati posisi-posisi strategis di pemerintahan awal-awal terbentuknya daerah otonom baru di Indonesia, beserta kontribusinya bagi kemajuan daerah, namun yang pasti, guru menjadi satu-satunya profesi yang siap memasuki dunia birokrasi pemerintahan. Ada yang dipercaya menjadi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Biro, Kepala Seksi dan jabatan-jabatan lainnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa guru adalah profesi yang memiliki indikator kompetensi yang bisa menjadi “apa saja”. Itulah sebabnya, guru di manapun diharapkan menjadi pelopor bagi kemajuan dan masa depan bangsa yang lebih baik ke depan. Syaratnya guru harus solid, bersatu dan senantiasa terus memupuk semangat solidaritas dan soliditas di kalangan guru sendiri, sebagaimana ungkapan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Dirgahayu Guru, Dirgahayu PGRI. (****)

Tags: Hari GuruPGRI

Related Posts

Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Monday, 12 January 2026
Basri Amin

Bupati-Bupati Kita

Monday, 12 January 2026
PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Friday, 9 January 2026
Yusran Lapananda

Tahun Baru, KUHAP Baru & KUHP Baru

Tuesday, 6 January 2026
Next Post
BRI Gorontalo, Salah Satu Bank HIMBARA Salurkan Bansos

BRI Gorontalo, Salah Satu Bank HIMBARA Salurkan Bansos

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    589 shares
    Share 236 Tweet 147
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Excapator dan Ratusan Alat PETI Diamankan, Hasil Operasi Tim Gabungan Selama Enam Hari, Forkopimda Segera Lakukan Evaluasi

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Bupati-Bupati Kita

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.