gorontalopost.co.id– Inflasi Gorontalo melampaui angka nasional. Pada September 2026, inflasi tahunan Provinsi Gorontalo mencapai 5,46 persen, jauh di atas inflasi nasional yang tercatat 3,28 persen. Di tingkat daerah, Kabupaten Gorontalo bahkan mencatat inflasi 6,28 persen, sedangkan Kota Gorontalo sebesar 4,48 persen.
Tingginya inflasi tersebut menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Ia secara khusus meminta pemerintah daerah, termasuk Gorontalo, memperkuat langkah pengendalian harga agar kenaikan biaya hidup tidak semakin membebani masyarakat. “Perhatikan betul angka ini jangan sampai ke angka di atas 3,5 persen ini target pemerintah. Karena kalau di atas 3,5 persen, desil-1, desil-2, 20 persen masyarakat terbawah itu terasa,” ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (12/10).
Secara nasional, inflasi tahunan pada September 2026 naik menjadi 3,28 persen dari 3,19 persen pada Agustus. Inflasi bulanan juga meningkat dari 0,21 persen menjadi 0,30 persen, terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Tito menyoroti kelompok pangan karena kenaikan harganya langsung dirasakan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Sementara itu, sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan nasional, antara lain akibat kenaikan harga bahan bakar minyak yang dipengaruhi konflik geopolitik global.
Gorontalo termasuk salah satu provinsi yang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat bersama Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah. Mendagri meminta daerah dengan inflasi tinggi segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga. Koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta pelaku usaha pangan dinilai penting untuk menjaga pasokan dan mengendalikan harga komoditas yang bergejolak. “Daerah terutama untuk yang tinggi-tinggi, segera untuk koordinasi dengan Badan Pangan, kemudian dengan Bulog, dengan para pengusaha sektor makanan apa yang perlu distabilisasikan supaya angka nasional jangan sampai kita menembus 3,5,” tandas Tito. (tro)












Discussion about this post