gorontalopost.co.id– Kasus malaria di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) mulai melandai, bahkan sejumlah wilayah dilaporkan sudah tidak menemukan kasus. Namun, kondisi itu tidak membuat pemerintah daerah mengendurkan pelacakan di lapangan.}
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi justru meminta tim kesehatan memperbanyak tracking untuk memastikan penurunan kasus bukan semata akibat berkurangnya pelacakan. “Tracking-nya akan kita tambah terus. Jangan sampai kasusnya terlihat melandai hanya karena tracking berhenti. Makin kita identifikasi, makin bagus agar semua terbaca jelas,” kata Sofyan, Jumat (2/10).
Menurut dia, pelacakan menjadi bagian penting dalam penanganan malaria karena setiap kasus harus dipastikan terdeteksi dan ditindaklanjuti hingga tingkat desa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pelacakan oleh tim lapangan mulai memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi malaria di wilayah Kabupaten Gorontalo. Sofyan menyebut, selain kasus yang mulai menurun, sejumlah wilayah bahkan telah dilaporkan mencapai nol kasus.
Meski demikian, ia meminta camat, kepala puskesmas, pemerintah desa, dan jajaran terkait tetap melakukan pengawasan. Penanganan tidak boleh berhenti hanya karena angka kasus sementara menunjukkan tren penurunan. “Alhamdulillah hasilnya mulai melandai, bahkan di beberapa wilayah terinformasi sudah nol,” ujarnya.
Evaluasi lanjutan dijadwalkan kembali pada 9 Oktober melalui rapat virtual untuk melihat perkembangan pelacakan sekaligus memastikan penanganan malaria terus berjalan hingga tidak ada kasus yang terlewat. Rapat evaluasi tersebut merupakan koordinasi kedua yang melibatkan seluruh camat, kepala puskesmas, dan pemerintah desa di Kabupaten Gorontalo. (adv)














Discussion about this post