logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Purbaya DJuamputh

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 17 September 2026
in Disway
0
Purbaya DJuamputh

Momen serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan antara Suahasil Nazara dan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.-Dok. Istimewa-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

BUDAYA kita ternyata sudah setara dengan Amerika: memberhentikan seseorang cukup lewat telepon. Sangat efisien: Anda diberhentikan. Titik. Tidak perlu ada alasan yang bisa didengar oleh yang diberhentikan. Itu sepenuhnya otoritas yang memberhentikan.

Pakai cara apa pun toh hasilnya sama: diberhentikan. Lebih baik cepat diberitahu daripada kepikiran berlama-lama.

Related Post

Sejarah Pertanda

Penyadapan Beneficial

Kerikil Subhan

Ya Tidak

Misalkan Senin siang kemarin itu. Bisa saja dengan cara yang lebih ”manusiawi”. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa diberi kesempatan dulu untuk menyelesaikan paparan di pleno DPD.

Secarik memo berisi pesan telepon dari mensesneg itu cukup diberikan ke pimpinan sidang. Setelah membaca isinya pimpinan sidang minta agar Purbaya mempersingkat paparan.

Setelah paparan selesai barulah pimpinan sidang menyerahkan memo itu ke Purbaya. Isinya bukan pemberitahuan bahwa Purbaya diberhentikan tapi agar menkeu segera ke istana.

Paparan pun dipersingkat. Sidang ditutup. Purbaya bergegas ke istana: 30 menit bisa sampai di istana. Di situ Purbaya menemui mensesneg. Tidak akan makan waktu lama.

Bisa hanya lima menit. Bisa langsung to the point: Presiden memutuskan mengangkat menteri keuangan yang baru menggantikan Anda. Cukup begitu. Lalu SK pemberhentian diserahkan.

Rasanya, biar pun pakai cara itu tidak akan menghambat penggantian. Paling hanya tertunda satu jam. Kesannya akan jauh lebih baik dari yang terjadi Senin lalu (baca komentar pilihan dari perusuh Disway Agus Soeryonegoro di bawah tulisan ini).

Tapi memang ”kesan” hanyalah sebuah basa-basi. Bangsa ini sudah terlalu gawat dalam berbasa-basi. Salam di awal pidato saja misalnya sampai tujuh macam.

Bahkan sejak Presiden Prabowo menjadi delapan macam –ada salam ala Kristen dan ada salam ala Katolik. Semoga saja tidak ada tuntutan yang sama untuk membedakan salam Islam NU dan Muhammadiyah.

Tentu ini sebuah paradoks: dalam memberi salam begitu penuh basa-basi. Tapi dalam memberhentikan orang lewat telepon. Tidak ada yang salah. Masih lebih sopan dibanding beberapa laki-laki yang menceraikan istri lewat WA.

Kalau misalkan yang diberhentikan dengan cara itu adalah saya, saya pun bisa menerima. Saya anggap sama dengan diberhentikan dengan cara penuh basa-basi.

Purbaya mungkin juga punya perasaan yang sama. Purbaya kan lama tinggal di Amerika. Sudah biasa melihat kejadian seperti itu. Buktinya tidak ada reaksi yang berlebihan atas pemberhentiannya. Purbaya justru bisa menjadi menteri keuangan yang sebenarnya setelah diberhentikan: sangat pelit bicara.

Yang menarik justru sebuah akun fanbase Purbaya yang viral di medsos. Singkat. Abu-abu. Sulit ditafsirkan arahnya. Tapi ada kandungan lucunya yang menjadi gaya khas Purbaya selama menjadi menteri.

Sore itu akun fanbase itu posting wajah tersenyum Purbaya dalam baju batik dan celana hitamnya. Tanpa pidato. Tanpa ucapan kata-kata. Hanya ada teks tiga kata dalam captionnya: “Sudah siap belum?”

Ketika ada netizen yang bertanya apakah Purbaya sudah siap memberikan kejutan, reaksinya juga sulit ditafsirkan. Akun itu hanya menjawab dengan enam huruf: hehehe.

Satu-satunya yang bisa ditafsirkan adalah suara background musik di balik medsos itu: lagu Wasap Mamen dari penyanyi Djuamputh dan Andi Mbendol.

Lagu itu memang lagi hype belakangan ini –meski saya sendiri baru tahu setelah dijadikan ilustrasi postingan Purbaya. Saya pun tidak tahu siapa DJuamputh dan Andi Mbendol.

DJuamput sangat mirip dengan bunyi sumpah serapahnya Arek Suroboyo. Mbendol juga dekat dengan istilah Jawa ”mbendol mburi”: kelihatannya gampang di awal ternyata penuh persoalan di bagian akhirnya.

Nama asli Andi Mbendol adalah Rizky Andi Putra. Anak Yogyakarta ini memang kreatif. Lagu ciptaannya banyak, umumnya remix koplo Jawa. Misalnya Tresno Tekane Mati, Ayang Ayang, Minggato, Lalekno Aku, dan Maturnuwun.

Dari background lagu Wasap Mamen tidak bisa diterjemahkan apa maksudnya. Ups… Ada. Sedikit. Saya cari teks lagu DJuamput itu: “Jane pengen sambat karo kancaku, tak rewangi mburuh nganti raono wektu”.

Artinya dalam. Anda sudah tahu: “Sebenarnya ingin curhat kepada temanku, saya belain menjadi buruh sampai tidak punya waktu”.

Teks berikutnya dari lagu itu: “Wes rausah kakean protes, maju terus”. Artinya: Sudahlah tidak perlu terlalu banyak protes, maju terus”.

Kalau itu cermin sikap pribadi Purbaya, maka berarti Purbaya sudah bisa menerima pemberhentiannnya itu. Tapi apa makna ”maju terus”. Tidak ada yang tahu.

Kemunculan kedua Purbaya terjadi keesokan harinya: di acara serah terima jabatan. Purbaya tidak mau membacakan teks pidato yang sudah disiapkan –tapi itu sudah jadi kebiasaan lamanya: tidak bermakna apa-apa.

Ia hanya pidato singkat mengucapkan terima kasih. Selebihnya diserahkan sepenuhnya kepada menkeu yang baru: Prof Dr Suahasil yang selama ini menjadi wakilnya.

Meski tidak tahu arahnya postingan satu-satunya fanbase Purbaya “sudah siap belum?” itu disambut hangat. Hanya dalam beberapa jam sudah dibaca oleh 4 juta orang. Yang berkomentar pun hampir 20.000 orang. Itu mencerminkan daya tarik Purbaya.

Di mata publik Purbaya tetaplah orang yang jujur, bisa dipercaya, bersih, tidak korupsi dan tidak hedon. Pun istri dan keluarganya. Maka tidak ada aib apa-apa yang harus dipikul Purbaya meski pun ia diberhentikan mendadak.

Apalagi kalau penyebab pencopotan itu ternyata bukan pertumbuhan ekonomi dan bukan pula Danantara: melainkan karena kalah adu kuat dengan dua dirjennya: dirjen pajak dan dirjen bea cukai. Kalau itu yang terjadi lepas siapa yang salah-benar, Purbaya kian dapat nama. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Sejarah Pertanda

Sejarah Pertanda

Friday, 6 November 2026
Penyadapan Beneficial

Penyadapan Beneficial

Friday, 6 November 2026
Kerikil Subhan

Kerikil Subhan

Friday, 6 November 2026
Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
Next Post
Ambang Batas Bakal Naik 5 Persen, Partai Makin Sulit ke Senayan

Ambang Batas Bakal Naik 5 Persen, Partai Makin Sulit ke Senayan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

Thursday, 5 November 2026
Pendidikan, Dana BOP Bulan Ini Dicairkan

Pendidikan, Dana BOP Bulan Ini Dicairkan

Wednesday, 23 February 2022
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea ketika menyerahkan hadiah kepada juara lomba religi yang digelar Citimall Gorontalo, Ahad (9/3/2025). (Foto: Kominfo)

Adhan: Perusahaan Swasta Diimbau Bikin Kegiatan Religi

Monday, 10 March 2025
Dahlan Iskan mengundang makan malam Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas-Harian Disway-harian.disway.id

GovTech Anas

Tuesday, 30 January 2024

Pos Populer

  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Kalender “Literasi” Gorontalo 

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Buron Kasus SPBE Boalemo Diciduk di Jakarta

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.