gorontalopost.co.id — Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Gorontalo mendapat suntikan anggaran Rp75 miliar dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Kepastian anggaran itu diperoleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor di Jakarta, Rabu (9/9).
Anggaran tersebut disiapkan untuk melanjutkan pembangunan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) BLK Gorontalo. Dukungan pemerintah pusat ini menjadi titik penting bagi pembangunan fasilitas pelatihan kerja yang selama ini didorong Pemprov Gorontalo. Selain anggaran, pertemuan tersebut juga membahas finalisasi hibah lahan untuk pembangunan UPTP BLK Gorontalo. Pemerintah provinsi berharap proses hibah segera tuntas agar pembangunan dapat masuk ke tahap implementasi.
Gusnar menilai keberadaan UPTP BLK bukan sekadar pembangunan gedung, tetapi berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas tenaga kerja Gorontalo. “UPTP BLK Gorontalo sangat penting untuk memperkuat pelatihan vokasi dan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja,” kata Gusnar.
Menurut dia, fasilitas tersebut nantinya dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi. Lebih jauh, BLK diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dukungan Rp75 miliar itu disebut berasal dari program Listraf yang didukung World Bank.
Wamenaker Afriansyah Noor memastikan Kementerian Ketenagakerjaan mendukung pembangunan UPTP BLK Gorontalo. Menurutnya, penguatan sarana pelatihan vokasi di daerah diperlukan untuk membangun tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja. Dengan dukungan anggaran dan proses hibah lahan yang tengah difinalisasi, pembangunan UPTP BLK Gorontalo kini diarahkan untuk segera masuk tahap pelaksanaan. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo. Gusnar dan rombongan diterima Afriansyah bersama jajaran Direktorat Bina Lavotas Kementerian Ketenagakerjaan RI. (tro)














Discussion about this post