Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Harga tujuh komoditas pangan yang dalam kondisi normal mencapai sekitar Rp271 ribu ditekan menjadi hanya Rp95 ribu dalam pasar murah bersubsidi Pemerintah Provinsi Gorontalo. Selisih Rp176 ribu itu ditanggung melalui subsidi pemerintah untuk menjaga daya beli warga di tengah musim kemarau.
Sebanyak 2.500 paket pangan disiapkan dalam pasar murah yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Kamis (27/8). Setiap paket berisi beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, cabai 250 gram, bawang merah 500 gram, satu ekor ayam dan telur 10 butir.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan intervensi harga dilakukan karena kondisi kemarau berpotensi memengaruhi harga dan daya beli masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, terus memantau pergerakan harga pangan.
“Kami terus bekerja dan memperhatikan kondisi masyarakat apalagi di musim kemarau seperti saat ini. Pemerintah terus memantau kalau ada kenaikan harga dan akan selalu hadir membantu masyarakat,” kata Gusnar.
Selain paket bersubsidi, masyarakat juga bisa mendapatkan beras SPHP yang dijual Bulog Gorontalo seharga Rp57 ribu per lima kilogram dan MinyaKita Rp15 ribu per liter. Sejumlah komoditas lainnya turut dijual gerai modern dengan harga tingkat distributor.
Pasar murah tersebut sekaligus menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga akses masyarakat terhadap pangan ketika tekanan harga mulai meningkat. Besarnya subsidi menunjukkan pemerintah memilih menekan harga jual langsung ke konsumen, ketimbang membiarkan kenaikan harga sepenuhnya dibebankan kepada rumah tangga.
Di sisi lain, pemerintah memastikan penyaluran bantuan beras dari Bulog kepada keluarga penerima manfaat di Gorontalo mulai berjalan. Setiap keluarga penerima akan memperoleh total 30 kilogram beras untuk kebutuhan tiga bulan, yakni Juli, Agustus dan September. “Saya sudah cek ke Bulog, penyalurannya sudah sementara berjalan,” ujar Gusnar.
Dengan subsidi pasar murah dan distribusi bantuan beras berjalan bersamaan, pemerintah mencoba menjaga dua sisi sekaligus: harga pangan tetap terjangkau dan stok di tingkat masyarakat tetap tersedia di tengah tekanan kemarau. (tro)














Discussion about this post