Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 tak ingin mengulang persoalan tahun sebelumnya. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta identitas karawo benar-benar menjadi wajah utama karnaval, bukan sekadar tempelan yang hanya terlihat di bagian-bagian tertentu kostum peserta.
Gusnar bahkan meminta 70 persen unsur karawo ditempatkan di bagian depan kostum agar langsung terlihat saat peserta melintas di hadapan penonton. “70 persen karawo di bagian depan, jangan di belakang. Karena kesan kemarin, mungkin karena pertama kali saya melihat juga, mana bagian karawonya. Hanya di spot-spot tertentu saja,” kata Gusnar dalam rapat persiapan GKK 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (26/8).
Penegasan itu menjadi salah satu titik penting persiapan GKK 2026 yang akan digelar 11–13 September. Tahun ini, pemerintah provinsi menargetkan karnaval tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi sekaligus etalase terbesar untuk menunjukkan identitas kain tradisional Gorontalo.
Skalanya pun cukup besar. Sedikitnya 175 pelaku UMKM dan 500 siswa akan terlibat dalam rangkaian kegiatan. Peserta dari luar daerah juga mulai berdatangan. Salah satunya kontingen Bali yang disebut telah mendaftar sekitar 100 orang.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe menyampaikan kesiapan tersebut dalam rapat yang dipimpin Gusnar, didampingi Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dan Sekdaprov Sofian Ibrahim.
Selain karnaval, rangkaian GKK akan diisi sejumlah agenda, termasuk Jelajah Rasa Nusantara di halaman parkir GPCC dengan 50 stan kuliner dan bazar yang melibatkan sekitar 175 UMKM. Ada pula Karawo Kolosal yang melibatkan 500 siswa. Mereka akan menjalani proses pembuatan karawo mulai dari pengirisan kain, pencabutan benang, penyulaman hingga tahap akhir.
Pembukaan GKK 2026 juga akan melibatkan sekitar 100 siswa SMA Negeri 1 Limboto yang membawakan musik tradisional dengan iringan perkusi. Rute karnaval disebut masih menggunakan jalur yang sama seperti pelaksanaan 2025, sementara agenda “Gorontalo Bercerita” digelar di City Mall.
Dengan tema “Ritme Hulondalo, Harmoni Warisan Gorontalo”, GKK tahun ini dirangkaikan dengan Hulonthalo Art and Craft Festival yang digelar Bank Indonesia. Sejumlah nama besar juga dijadwalkan tampil, di antaranya Yura Yunita dan The Soul.
Pembukaan GKK direncanakan dihadiri Menteri Pariwisata, sedangkan Menteri Komunikasi dan Digital dijadwalkan meresmikan Desa Kreatif Wisata di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. (tro)














Discussion about this post