Gorontalopost.co.id, BONE BOLANGO — Cuaca panas dan kondisi lahan yang kering selama musim kemarau kembali memicu kebakaran di wilayah Kabupaten Bone Bolango. Kali ini, lahan perkebunan milik warga di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, dilanda kebakaran yang sempat meluas akibat angin kencang, Minggu (23/8).
Kobaran api pertama kali diketahui warga setelah melihat kepulan asap tebal yang berasal dari kawasan perkebunan. Kondisi lahan yang kering ditambah tiupan angin, membuat api dengan cepat menjalar ke bagian lain di sekitar lokasi. Warga yang berada di sekitar kawasan kemudian berupaya melakukan pemadaman secara manual untuk mencegah api semakin mendekati pemukiman.
Pantaun Gorontalo Post, situasi semakin mengkhawatirkan karena lokasi perkebunan yang terbakar berada tidak jauh dari rumah-rumah warga. Upaya pemadaman yang dilakukan secara swadaya belum mampu sepenuhnya mengendalikan kobaran api yang terus meluas.
Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Sebanyak dua unit mobil Damkar diterjunkan guna menjinakkan api. Proses pemadaman sempat berlangsung cukup lama, karena petugas harus beberapa kali melakukan pengisian ulang air untuk memastikan kobaran api di sejumlah titik dapat dikendalikan.
Dalam penanganan, satu unit mobil Damkar dari Polda Gorontalo turut membantu proses pemadaman. Personel Polres Bone Bolango juga ikut diterjunkan untuk membantu petugas di lapangan, terutama dalam mengamankan kawasan sekitar lokasi kebakaran.

Setelah berusaha selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.10 Wita. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, upaya pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Kepala Dusun Buhaa, Desa Lombongo, Sri Wilin Durmias mengatakan, keberadaan asap tebal pertama kali diketahui warga sekitar pukul 10.15 Wita. Menurutnya, api berasal dari kawasan perkebunan warga dan kemudian cepat membesar karena kondisi angin yang cukup kencang.
“Warga awalnya melihat kepulan asap dari arah lahan perkebunan. Karena kondisi lahan kering dan angin cukup kencang, api kemudian cepat meluas,” ujar Sri Wilin Durmias
Ia mengatakan, kawasan perkebunan tersebut bukan pertama kalinya mengalami kebakaran. Setiap memasuki musim kemarau, lahan di kawasan itu disebut rawan terbakar. Bahkan, dalam sepekan terakhir, kebakaran lahan juga sempat terjadi di lokasi yang sama.
“Lokasi ini memang cukup sering terjadi kebakaran setiap musim kemarau. Dalam minggu kemarin juga sempat terjadi kebakaran lahan. Untungnya waktu itu warga cepat melakukan pemadaman sehingga api tidak sampai meluas ke arah rumah,” jelasnya.
Sri Wilin berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar membuat api berpotensi cepat merambat, terutama ketika disertai angin kencang.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar lahan perkebunan. “Kewaspadaan masyarakat dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi dan menghindari kebakaran meluas hingga ke kawasan permukiman,” ujarnya.
Sebelumnya pula telah terjadi peristiwa kebakaran di Dusun III, Desa Bulota, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu siang. Kebakaran yang melanda lahan yang ditanami pohon jati dan bambu tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.20 Wita.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi, Nandar Lateka (29), yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju kandang ayam miliknya. Saksi melihat asap dan mengetahui adanya kobaran api yang berada tepat di samping kandang.
Melihat kondisi tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar, sekaligus berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kobaran api tidak meluas. Mendapat informasi itu, personel piket Polsek Telaga langsung bergerak ke lokasi. Sekitar pukul 13.40 Wita, personel tiba dan bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman.
Berkat kerja sama personel kepolisian dan warga, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.10 Wita. Meski demikian, masih terdapat bara api dibeberapa titik, sehingga warga tetap melakukan pemantauan dan pemadaman untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan api juga tidak sampai merembet ke permukiman warga. Dari informasi awal, kebakaran diduga berasal dari bara api sisa pembakaran yang dilakukan oleh masyarakat yang belum diketahui identitasnya.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering, karena dapat memicu kebakaran serta membahayakan lingkungan dan permukiman warga. Kami juga dari pihak Polsek Telaga terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” kata Kapolsek Telaga. (tha/kif)











Discussion about this post