gorontalopost.co.id- Persoalan penonaktifan kepala desa Toto Utara berbuntut panjang. Ditengah dinamika pandangan yang terus mengalir,Senin(27/7) kemarin belasan warga setempat sempat menyegel kantor desa Toto Utara. Praktis layanan pemerintah desa, terhenti.
Mereka menganggap aksi pemblokiran Kantor Desa Toto Utara untuk sementara dilakukan sebagai bentuk protes sambil menunggu hasil proses hukum maupun proses administrasi lainnya yang masih berjalan. Sebab masyarakat menilai penonaktifan Kepala Desa Toto Utara tidak sesuai prosedur sehingga mereka tidak terima kepala desa yang dipilih langsung oleh rakyat melalui proses demokrasi, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dapat diberhentikan atau dinonaktifkan sewaktu-waktu.
Aksi tersebut sempat berlangsung tegang sebab beberapa warga bersikukuh melakukan Penyegelan didepan sejumlah petugas Satpol, kepolisian dan unsur TNI serta masyarakat. Mereka menyegel pintu masuk depan kantor desa dengan memaku kayu dan meja sehingga selama sejam petugas berupaya melakukan mediasi hingga akhirnya di Pukul 10:45 WITA segel dibuka berdasarkan hasil Negosiasi antara aparat dan pejabat yang hadir di lokasi dengan warga dan suasana kembali kondusif.(csr)
Discussion about this post