Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Penurunan populasi sapi bali betina dalam mulai terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini praktis berpengaruh pula terhadap kurangnya ketersediaan sapi qurban tahun ini.
Hal ini terungkap saat Gorontalo Post melakukan penelusuran di tumpukan sapi yang ada di pasar Pulubala Kabupaten Gorontalo. Tampak jelas sapi yang diperjual belikan di tumpukan sapi didominasi oleh sapi jantan. Kondisi ini ternyata sudah berlangsung lama, yakni sejak dua tahun terakhir.
Menurut para pedagang sapi, saat berbincang dengan wartawan media ini, yang menjadi penyebab utama berkurangnnya populasi sapi betina karena tingginnya permintaan para penjual daging di tempat pemotongan sapi.
“Ya, paling banyak para penjual daging mencari sapi betina, sebab selain harganya murah, juga kuantitas dagingnya lebih banyak disbanding sapi jantan yang mahal,”kata Samin Halid salah satu blante sapi.
Selain itu sebagian besar sapi Gorongalo dikirim ke Balikpapan karena harganya jauh lebih mahal dibandingkan di Gorontalo. Samin menjeaskan, pengendalian kuota dilakukan agar populasi sapi lokal tidak terus terkuras akibat tingginya permintaan pasar luar Gorontalo. Selain untuk menjaga populasi, kebijakan ini juga bertujuan memastikan ketersediaan bibit ternak tetap aman bagi peternak lokal.
Di tengah meningkatnya kebutuhan daging nasional akibat makanan bergizi gratis (MBG), pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan menjaga agar populasi sapi betina sapi tetap menjadi kekuatan peternakan lokal, bukan justru mengalami penurunan populasi akibat tingginya arus pengiriman keluar daerah. (roy)












Discussion about this post