gorontalopost.co.id – Bukan sekadar penutupan kegiatan, Bulan Sastra 2026 di Universitas Negeri Gorontalo justru menegaskan satu hal penting mahasiswa sastra membutuhkan ruang, dan ruang itu mulai dibangun. Selasa (28/4) malam, pelataran Perpustakaan Kampus 4 menjadi titik akhir rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 24 April, ditutup melalui Konser Sastra yang menyedot perhatian mahasiswa.
Selama lima hari pelaksanaan, kegiatan yang diinisiasi HMJ Bastrasia ini menghadirkan lomba tingkat provinsi hingga nasional, seperti puisi berantai, penulisan esai, dan cerpen. Tidak hanya kompetisi, kegiatan ini juga mempertemukan mahasiswa lintas kampus dalam satu ruang kreatif yang jarang tersedia di lingkungan akademik formal.
Ketua HMJ Bastrasia, Zahra Nuradawiyah, secara terbuka menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi mahasiswa sastra: potensi yang besar, tetapi belum diimbangi keberanian untuk tampil. “Masih banyak mahasiswa yang berpotensi tetapi, masih malu untuk mengekspresikan potensinya,”ujarnya. Karena itu, menurutnya, Bulan Sastra hadir bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai pemicu keberanian mahasiswa untuk mulai mengambil ruang.
Dalam sambutannya, Zahra juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, peserta, dan seluruh pihak yang terlibat, termasuk dukungan dari jurusan yang dinilai konsisten mengawal kegiatan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Ulfa Zakaria, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai yang tidak tergantikan di ruang kelas. Ia menekankan bahwa proses yang dilalui mahasiswa selama kegiatan jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir. “Proses belajar yang akhirnya membawa kita menjadi manusia yang kuat…” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi “…modal pengalaman yang luar biasa,”ujarnya.
Hal serupa ditegaskan oleh Dekan Fakultas Sastra dan Budaya, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., yang menolak memandang kegiatan ini hanya dari sisi kemenangan atau kompetisi. “Tidak ada yang namanya kekalahan, tetapi yang ada adalah proses belajar, melalui kegiatan ini mahasiswa sedang dibentuk menjadi pribadi yang unggul dan bisa bersaing di masyarakat,”ujarnya. Selain itu, pihak fakultas juga memberikan perhatian pada dinamika organisasi mahasiswa yang dinilai semakin berkembang, terutama dalam mengelola kegiatan berskala luas.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak jurusan, pelaksanaan Bulan Sastra tahun ini dinilai berjalan lancar dengan partisipasi yang meningkat, baik dari internal Universitas Negeri Gorontalo maupun dari kampus lain. “Antusiasme dari peserta juga mahasiswa, ini bagus sekali”ujar Dr. Ulfa Zakaria, yang berharap jangkauan kegiatan ke depan dapat diperluas. Penutupan melalui Konser Sastra menjadi puncak ekspresi mahasiswa, dengan berbagai penampilan seni yang menghidupkan suasana malam. Pementasan tari menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, Bulan Sastra tidak hanya meninggalkan panggung yang telah usai, tetapi juga dorongan yang lebih besar bagi mahasiswa untuk terus berkarya, bersuara, dan mengambil peran dalam perkembangan budaya melalui sastra. (Mg-05)













Discussion about this post