gorontalopost.co.id – Pesantren Hubulo yang berlokasi di Jl. Aulia Hubulo No.297, Kramat, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango menyelenggarakan wisuda bagi santri yang nenamatkan pendidikan menengah pertamanya, Ahad (19/4). Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Pesantren Hubulo, Hj. Rachmayanti Monoarfa, S.Psi, serta dihadiri oleh Kepala Madrasah Aliyah (MA) Hubulo, Adin Mustofa.
Hj. Rachmayanti Monoarfa menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan wisuda tahun ini yang dinilai memiliki perbedaan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu hal yang menjadi sorotan utama adalah peningkatan apresiasi terhadap program TMI (Tarbiyatul Muallimin), yakni program pendidikan khusus santri pondok selama enam tahun. “Tahun ini kita lebih menonjolkan kejuaraan di bidang pelajaran pondok, khususnya TMI. Ini menjadi bentuk penghargaan bagi santri yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun dengan penuh perjuangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perubahan sistem juga dilakukan dalam struktur kepemimpinan. Jika sebelumnya program TMI berada di bawah Wakil Pimpinan Bidang Kurikulum, kini TMI memiliki ketua tersendiri sehingga pengelolaannya lebih fokus dan maksimal. “Sekarang TMI berdiri sendiri dengan pimpinan khusus. Ini membuat penilaian menjadi lebih murni dan objektif, serta pembinaan santri lebih terarah,” tambahnya.
Selain itu, sistem evaluasi juga diperketat. Santri TMI kini menjalani ujian tersendiri yang tidak lagi digabung dengan pelajaran umum. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan, khususnya dalam penguasaan ilmu kepondokan.
Pada tahun ini, jumlah wisudawan mencapai 41 orang, yang terdiri dari 22 santri putra dan 19 santri putri. Jumlah tersebut menjadi capaian yang cukup membanggakan bagi pihak pesantren, bahkan disebut sebagai salah satu rekor dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Pernah ada wisuda hanya lima orang. Tahun ini mencapai 41, ini luar biasa dan sangat membanggakan,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Hj. Rachmayanti menyampaikan harapan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mempertimbangkan pendidikan berbasis pesantren bagi anak-anak mereka. “Saya berharap kepada orang tua di luar sana, mari kita dorong anak-anak masuk pondok. Karena pendidikan karakter dan agama sangat penting sebagai bekal menghadapi masa depan,” tuturnya.
Acara wisuda ini tidak hanya menjadi momentum pelepasan santri, tetapi juga sebagai refleksi komitmen Pesantren Hubulo dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis keislaman yang terintegrasi dan berkelanjutan. (mg-04)












Discussion about this post