gorontalopost.co.id – Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Gorontalo menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Penguatan sektor pendanaan (funding) dan akselerasi layanan digital menjadi kunci utama pertumbuhan bisnis bank tersebut.
Kepala Cabang BTN Gorontalo, Irwan Hasbullah, menyebutkan bahwa strategi penguatan pendanaan berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan perbankan yang sehat. “Pendanaan adalah bahan bakar utama bank. Tanpa funding yang kuat, penyaluran pembiayaan tidak akan berjalan optimal,” ujarnya, Selasa (7/4).
Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap BTN di Gorontalo terus meningkat. Hal ini tercermin dari lonjakan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh hingga 109,94 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) per Desember 2025 menjadi Rp346,16 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana ritel berbiaya rendah yang naik 55,81 persen YoY.
Selain itu, komposisi dana murah juga tetap terjaga dengan rasio current account saving account (CASA) mencapai 79 persen. Irwan menegaskan, penguatan funding akan terus menjadi prioritas guna memastikan ketersediaan likuiditas yang stabil. Dengan demikian, bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara optimal, khususnya dalam mendukung pembiayaan masyarakat.
Di sisi lain, BTN Gorontalo juga mempercepat transformasi digital melalui berbagai layanan, seperti cash management system, payroll, hingga transaksi berbasis aplikasi Bale by BTN. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan perbankan yang lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga kebutuhan finansial lainnya. “Kami ingin menjadi bank dengan layanan yang lebih lengkap, sehingga bisa menjangkau berbagai kebutuhan nasabah,” tambahnya.
Dari sisi pembiayaan, BTN Gorontalo juga mencatat pertumbuhan yang solid. Hingga akhir 2025, penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 17,72 persen YoY menjadi Rp1,06 triliun. Kredit subsidi masih mendominasi dengan pertumbuhan 18,06 persen menjadi Rp689,05 miliar.
Sementara kredit non-subsidi turut tumbuh 18,85 persen menjadi Rp280,63 miliar. Kualitas kredit pun tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berhasil ditekan menjadi 1,63 persen, turun signifikan dibandingkan posisi Desember 2024 sebesar 2,85 persen. Seiring dengan kinerja tersebut, BTN Gorontalo membukukan laba bersih sebesar Rp24,1 miliar atau tumbuh 157,94 persen YoY. Total aset juga meningkat 18,99 persen menjadi Rp1,1 triliun. Capaian ini menegaskan langkah BTN Gorontalo dalam memperkuat fondasi bisnis melalui sinergi antara pendanaan yang solid dan transformasi layanan digital.(hargo)













Discussion about this post