gorontalopost.co.id- Capaian membanggakan ditorehkan mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Sebanyak 21 mahasiswa berhasil mempublikasikan karya ilmiah mereka di jurnal nasional, sebagai bukti meningkatnya geliat riset di kalangan mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengukuhan dan Ramah Tamah Mahasiswa FSB yang berlangsung di Gedung Sumberia Ballroom, Selasa (7/4/2026). Momentum ini sekaligus menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan budaya literasi dan penelitian di lingkungan kampus.
Dari total mahasiswa yang berhasil lolos publikasi, mayoritas berasal dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 17 orang. Sementara itu, kontribusi dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tercatat 1 orang, dan Jurusan Pendidikan Sendratasik sebanyak 3 orang. Adapun mahasiswa yang masuk dalam daftar capaian publikasi jurnal terbaik yakni Irawati Mohamad, Yuyun Indriani Ointu, Divany Nurcholifah Ekasaputri Bami, Moh. Iqbal A Haruna, Puput Novel Pakaya, Diyanti T. Niyode, Mayawi Yahya, Wida H. Saisali, Ishak Y Madjid, Sri Wahyunita Latong, Magvira Ali, Lifka Ismail, Witrian Harun, Dewi Safitri Labuang, Veramita Umar, Robbiyana Lasomba, Sri Ratna Ruchban, Adlin, Riski Mokodompit, dan Aas Ome.
“Ya tadi ada 21 yang sudah publikasi dan menyusul, ada sekitar 8 yang sudah menyiapkan. Tradisi ini harus terus didorong dan diperkuat,” ujar Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E.,
Menurutnya, publikasi ilmiah menjadi bukti nyata kualitas lulusan, khususnya dari Fakultas Sastra dan Budaya. Tidak hanya sekadar menyelesaikan studi, mahasiswa juga dituntut mampu menghasilkan karya yang terukur secara akademik. “Ini sebagai pertanda bahwa lulusan sarjana dari Fakultas Sastra dan Budaya memiliki kualifikasi yang tidak kaleng-kaleng. Karena ada bukti, ada produk, ada output yang dihasilkan,” tambahnya.
Komposisi tersebut itu juga menunjukkan bahwa bidang kebahasaan dan kesusastraan masih menjadi penyumbang terbesar dalam publikasi ilmiah di FSB UNG. Namun, kondisi ini juga memunculkan dorongan agar partisipasi riset dapat lebih merata di seluruh program studi.
Keberhasilan mahasiswa ini tidak diraih secara instan. Setiap karya ilmiah yang dipublikasikan telah melalui proses panjang, mulai dari penyusunan proposal, penelitian lapangan, hingga tahapan seleksi dan penilaian jurnal yang ketat.
Sementara itu, ditempat yang sama Dekan FSB, Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D, menilai, publikasi jurnal menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas akademik mahasiswa. Selain memperkuat daya saing lulusan, capaian ini juga mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan berbasis keilmuan.
Meski demikian, pemerataan budaya riset antarprodi menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius. Upaya penguatan kapasitas penelitian di setiap jurusan dinilai penting agar kontribusi ilmiah tidak terpusat pada bidang tertentu saja.
Dengan capaian ini, FSB UNG berharap tradisi akademik yang telah terbangun dapat terus dipertahankan. Mahasiswa pun didorong untuk semakin aktif meneliti dan mempublikasikan karya ilmiah, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. (Tr-76)












Discussion about this post