logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Ziarah Ziarah

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 9 March 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

ZIARAH pertama saya di Kairo: ke makam Imam Syafi’i. Satu dari imam empat mazhab: Syafi’i, Maliki, Hambali, dan Hanafi.

Islam di Tiongkok mazhabnya Hanafi. Indonesia Syafi’i. Rasanya saya ikut Syafi’i campur Hanafi.

Related Post

Aliran Boneka

Serangan Fajar

Bela Khamenei

Tujuan IsAm

Bangunan tinggi di sekitar makam Imam Syafi’i banyak dikosongkan. Sebagian sudah dihancurkan. Itu menambah tebalnya debu yang harus masuk paru.

Tapi itu juga memberi harapan: pembangunan ekonomi dan modernisasi terus berlangsung di Mesir.

Sementara ini suasananya masih seperti dulu: jalan tanah, debu tebal, kaki lima saling bersaing, pengemis berbaris, dan terik matahari kian ngeri.

Imam Syafi’i inilah yang membuat Islam sangat moderat. Selalu memberi jalan tengah untuk urusan keagamaan. Indonesia berada di jalur ini. Al Azhar University di jalur ini. Banyak mahasiswa yang pilih kuliah di Al Azhar karena ingin belajar sikap tengahnya itu.

Tapi yang mendampingi saya selama di Kairo adalah orang Indonesia dengan latar belakang keluarga pengikut Persis –Persatuan Islam.

Anda sudah tahu seperti apa Persis: tegas. Sesuatu yang tidak ada dalam Alquran dan Hadis tidak boleh dikerjakan. Titik. Tidak ada titik koma.

Termasuk ziarah ke kuburan: tidak boleh. Tidak diajarkan. Tahlil tidak boleh. Orang itu kalau sudah mati ya sudah. Mati. Sudah terputus dengan siapa pun kecuali tiga: ilmunya, amal sedekahnya, dan doa anaknya yang saleh.

Setelah kuliah di Al Azhar sikapnya melunak. Apalagi setelah ia punya bisnis travel: harus sering mengantarkan rombongan yang ingin ziarah ke kuburannya Imam Syafi’i.

Namanya Anda sudah tahu: Fauzi Syam Latif (Disway 19 Februari 2026: Tiga Huruf). Orang Bandung. Mertuanya orang Garut. Sekeluarga Fauzi Persis semua –sedangkan keluarga istrinya NU semua.

Akhirnya Fauzi menciptakan istilah baru. Jalan tengah. Ziarah kubur itu ia bagi dua: ada yang bi barokiyah dan ada yang bi tarikiyah. Yang penting jangan yang pertama: ziarah ke kuburan untuk minta berkah. Kuburan tidak bisa memberi berkah.

Mendengar Fauzi sering ke kuburan, keluarganya di Bandung heboh. Termasuk ayahnya sendiri. Fauzi dianggap orang Persis yang tidak tegak lurus lagi. Fauzi pun sibuk menjelaskan teorinya tentang dua jenis ziarah ke kuburan itu.

Apalagi ketika mertuanya meninggal dunia. Ia harus mengadakan tahlil di rumahnya selama tujuh malam. Ia diejek habis oleh keluarganya.

“Tapi Anda masih tetap Persis kan?” tanya saya.

“Masih,” katanya.

“Ada berapa orang Persis yang kuliah di Al Azhar?”

“Ada 200-an orang”.

Tentu itu objek menarik untuk penelitian: bagaimana 200 orang itu bermetamorfosis dari ajaran Persis ke ahli sunnah yang wasatiyah.

“Bisa untuk disertasi S-3,” kata saya kepada ustaz saudagar Fauzi. Apalagi ia sendiri mengalaminya.

Saya ceritakan kepadanya: waktu muda salah satu bacaan saya adalah majalah Al Muslimun. Rutin. Itu majalahnya Persis. Yang menerbitkan Persis Bangil, Pasuruan. Sudah lama majalah itu mati.

Saya juga bercerita tentang wartawan saya yang juga dari keluarga pimpinan Persis di Tasikmalaya. Wartawan hebat. Akhirnya jadi pemred harian Rakyat Merdeka.

Ia alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Meneruskan S-2 di McGill University di Kanada. Lalu ambil gelar doktor di Belanda. Disertasinya tentang tarekat NahshabandiyahQadiriyah.

Sekarang ia jadi wakil mursyid aliran tarekat itu. Di Ciamis. Di Sirna Rasa. Menjadi wakilnya Abah Aos –keturunan Abah Anom Suryalaya. Namanya: Dr Budi Rahman Hakim. Dari Persis ke tarekat.

Sebenarnya saya merasa cukup ziarah ke satu makam saja: Imam Syafi’i. Tapi Fauzi-lah yang justru mengajak saya ziarah ke banyak makam lainnya. Masih pula mampir ke makam satu lagi: makam anak kecil yang di usia tiga tahun sudah hafal Quran. Ia meninggal di umur empat tahun.

Ibu sang anak kini hidup di makam anaknyi itu. Tinggal di situ. Menjanda. Suaminyi juga dimakamkan di situ.

Makam anak kecil itu harus ditunggui karena banyak peziarah yang datang ke situ. Minta berkah. Sang ibu yang bisa memberi penjelasan lengkap.

Makam di Kairo umumnya memang dijaga. Keluarga yang meninggal membayar petugas jaga. Petugas itu tinggal di makam. Ada tempatnya. Makam di sana besar-besar. Satu makam seperti satu rumah.

Ternyata tidak hanya makam orang Tionghoa yang besar-besar. Pun orang Arab Mesir.

“Ada dua juta orang di Kairo yang pekerjaannya menjadi penunggu makam. Tidur di makam,” ujar Kang Fauzi.

Akhirnya dari hanya ingin ziarah ke satu makam menjadi ziarah ke enam makam. Termasuk ke makam orang yang membiayai pembangunan makam Imam Syafi’i.

Betapa kaya orang itu. Mampu membangun makam Imam Syafi’i yang begitu megah dengan kubah yang tinggi. Ia seorang pengusaha besar di masa itu. Makamnya hampir bersebelahan dengan Imam Syafi’i.

Waktu saya ke makam itu, istri saya ternyata sudah di kampung halamannyi di Loa Kulu, Kaltim. Dia juga ke makam: makam ibu dan bapaknyi.

Waktu saya ke berbagai kabupaten di provinsi Jiangsu sekarang ini dia pun ke kabupaten Kutai lagi. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Momen ribuan warga Iran padati jalanan saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.-Reuters-

Aliran Boneka

Monday, 9 March 2026
--

Serangan Fajar

Friday, 6 March 2026
--

Bela Khamenei

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Next Post
INFO ORANG HILANG: Oma Farida Sudah Hampir Tiga Minggu Dilaporkan Hilang

INFO ORANG HILANG: Oma Farida Sudah Hampir Tiga Minggu Dilaporkan Hilang

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Sampah Kita dan Dosa-Dosa Kita

Monday, 9 March 2026
INFO ORANG HILANG: Oma Farida Sudah Hampir Tiga Minggu Dilaporkan Hilang

INFO ORANG HILANG: Oma Farida Sudah Hampir Tiga Minggu Dilaporkan Hilang

Monday, 9 March 2026
Adhan Dambea

Insiden Pasar Sentral, Adhan Geram Merasa Hendak Dijebak

Monday, 9 March 2026
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Sampah Kita dan Dosa-Dosa Kita

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • INFO ORANG HILANG: Oma Farida Sudah Hampir Tiga Minggu Dilaporkan Hilang

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.