gorontalopost.co.id – Suasana Ramadan di Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, berlangsung semarak melalui Festival Pawai Obor dan Kolak Ubi yang digelar Ahad (8/3) malam. Kegiatan yang berlangsung bakda salat tarawih itu, dipadati masyarakat yang datang untuk menyaksikan pawai obor sekaligus menikmati kolak ubi yang dibagikan secara gratis.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat serta secara resmi dibuka dan dilepas oleh Wakil Wali Kota Gorontalo. Turut hadir unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus remaja masjid di wilayah Kota Gorontalo.
Dalam sambutan Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan remaja masjid yang terus menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan karena tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat.
“Pemerintah Kota Gorontalo sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh remaja masjid dan masyarakat. Tradisi seperti pawai obor ini perlu terus dijaga karena menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” ujarnya sebelum melepas peserta pawai obor.
Sementara itu, H. Ramli Jafar, S.I.P. selaku Ketua PPIB Kota Gorontalo dalam sambutannya juga memberikan apresiasi kepada Remaja Masjid Kelurahan Molosipat W yang secara konsisten melaksanakan kegiatan tersebut setiap tahun.
“Alhamdulillah malam hari ini kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Remaja Masjid Kecamatan Kota Barat berupa Festival Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi dapat terselenggara dengan baik. Tradisi ini bukan baru pertama kali dilakukan, tetapi sudah rutin dilaksanakan setiap tahun dan dananya murni berasal dari swadaya masyarakat,” ujar Ramli Jafar.
Ia berharap kegiatan yang dipelopori oleh remaja masjid tersebut dapat menjadi motivasi bagi remaja masjid di wilayah lain di Kota Gorontalo untuk mengadakan kegiatan serupa yang sesuai dengan tradisi di daerah masing-masing.
Sementara itu, Muhammad Guntur Diwantung selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi merupakan agenda masyarakat yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi Ramadan di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini kata dia, diikuti oleh sembilan kelompok peserta yang berasal dari majelis taklim, remaja masjid se-Kota Gorontalo, anak-anak Taman Pengajian Al-Qur’an (TPQ) se-Kecamatan Kota Barat, serta siswa SD dan SMP di wilayah Kecamatan Kota Barat.
Panitia menjelaskan bahwa pawai obor sengaja dilaksanakan pada pertengahan Ramadan karena berkaitan dengan momentum malam Nuzulul Qur’an. Tradisi ini menggambarkan kebiasaan umat Islam pada masa dahulu yang berjalan menuju masjid dalam suasana malam yang gelap dengan menggunakan obor sebagai penerangan.
“Tujuan kegiatan ini adalah membangun budaya yang baik bagi generasi muda sekaligus melestarikan tradisi. Karena peminat pawai obor ini banyak dari kalangan remaja, siswa SD, SMP, dan anak-anak Taman Pengajian,” jelas panitia saat diwawancarai.
Selain pawai obor, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Festival Kolak Ubi yang menjadi daya tarik bagi masyarakat. Pada tahun 2026 ini panitia membagikan 2026 cup kolak ubi kepada masyarakat di sepanjang jalan Kelurahan Molosipat W.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 2025 cup, sehingga setiap tahun jumlah kolak ubi yang dibagikan disesuaikan dengan angka tahun pelaksanaan kegiatan.
Menariknya, kolak ubi tersebut tidak hanya disediakan oleh panitia, tetapi juga berasal dari partisipasi masyarakat. Warga Kelurahan Molosipat W secara sukarela menyediakan kolak ubi di beberapa pos yang telah ditentukan di sepanjang jalur pawai. “Yang menyediakan kolak ubi ini masyarakat Kelurahan Molosipat W. Jadi semua orang bisa menyediakan dan siapa saja yang lewat juga boleh mengambil kolak ubi yang sudah disediakan di pos-pos yang ada,” ujar panitia.
Festival Pawai Obor dan Kolak Ubi ini sendiri telah dilaksanakan secara konsisten selama lima tahun terakhir oleh Remaja Muda Molosipat W. Panitia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai tradisi Ramadan yang memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta kehidupan religius masyarakat di Kota Gorontalo. (mg-05)











Discussion about this post