Gorontalopost.co.id, GORONTALO –- Gelaran Gorontalo Half Marathon (GHM) diseriusi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Event lari yang digagas pertama kali oleg Pj Gubernur Rudy Salahuddin itu dijadikan kegiatan rutin tahunan, dan diharap mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.
Tahun lalu, GHM berpolemik, yakni terkait medali finisher yang hanya bertuliskan nama Gusnar Ismail, tanpa nama Idah Syahidah sebagai Wakil Gubernur, dan izin lokasi kegiatan yang nyaris tak keluar dari Pemerintah Kota Gorontalo. Polemik GHM 2025 bahkan berdampak pada penonaktifan Daniel Ibrahim dari jabatan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Gorontalo.
Kini, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkanya jauh-jauh hari. Bahkan untuk suksesnya kegiatan ini, Gubernur Gusnar Ismail mengajak rombongan Pemprov Gorontalo menemui mantan Penjagub Gorontalo Rudy Salahuddin, yang kini menjabat Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di kantornya, di Jakarta, Sabtu (7/3).
Dikutip dari laman resmi Pemprov Gorontalo, Gubernur Gusnar menyampaikan rencana pelaksanaan GHM tahun ini. Pemprov Gorontalo mengarahkan agar penyelenggaraan GHM tidak lagi dibiayai oleh pemerintah daerah, melainkan melibatkan pihak swasta.
“Kami berharap Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dapat membantu memfasilitasi pihak swasta yang dapat bekerja sama dalam penyelenggaraan Gorontalo Half Marathon,” ujar Gusnar.
Menanggapi hal tersebut, Rudy Salahuddin menilai GHM memiliki potensi besar menjadi agenda olahraga berskala nasional di Provinsi Gorontalo. Ia menyatakan kesiapannya untuk membantu memfasilitasi dukungan sponsor dari pihak swasta. “Melihat antusiasme peserta yang terus meningkat, GHM seharusnya dapat menjadi barometer event nasional di Provinsi Gorontalo,” kata Rudy.
Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah menyiapkan berbagai kegiatan pendukung pariwisata yang waktunya diatur mendekati pelaksanaan GHM. Dengan demikian, event tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mampu mendorong promosi pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah.
Selain membahas GHM, Gusnar juga melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menandatangani nota kesepahaman dengan ID FOOD di Jakarta pada 5 Maret 2026.
Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari pencanangan kawasan industri ayam di Kabupaten Gorontalo Utara sebagai bagian dari program hilirisasi industri ayam terintegrasi di Provinsi Gorontalo. P
ertemuan itu juga membahas peluang lanjutan kerja sama yang dapat difasilitasi oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan program sister city, promosi UMKM, serta dukungan studi bagi pelajar Gorontalo ke Maroko.
Gubernur Gusnar hadir didampingi Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga bersama jajarannya. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab mengingat Rudy Salahuddin juga pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Gorontalo. (tro)













Discussion about this post