Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Seorang ayah tersangka kasus penganiayaan terhadap anak kandungnya diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo. Menyusul pelaksanaan tahap dua atau penyerahan barang bukti dan tersangka oleh penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Gorontalo, Senin (2/03/26).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Gorontalo Kompol Muh Hendrik Apriliyanto, S.I.K., M.M., bersama personel penyidik.
Setibannya di Kejati Gorontalo, Tersangka berinisial Lk. A masih menjalani serangkaian pemeriksaan, selanjutnya di serahkan ke jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Gorontalo.
Di Kejari Kota tersangka yang mengenakan stelah kaos oblong warna hitam itu juga dilakukan penelitian tersangka sebelum akhirnya digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan Gorontalo untuk menjalani penahanan sebagai tahanan titipan kejaksaan. Sebelumnnya perkara ini terjadi pada Senin, (5/1/2026), bertempat di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.
Kasus tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Tersangka berinisial Lk. A diketahui merupakan ayah kandung dari korban, dan peristiwa tersebut diduga dipicu oleh permasalahan keluarga.
Adapun pasal yang disangkakan yaitu Pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (4) Subs Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atau Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, atau Pasal 466 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Barang bukti yang turut diserahkan antara lain 1 (satu) unit handphone Samsung A14 warna ungu, 1 (satu) buah parang bergagang kayu warna coklat, 1 (satu) buah cincin batu akik warna merah jambu dengan lingkaran silver dan kuning, 1 (satu) buah kaos oblong warna merah, 1 (satu) buah sarung bantal guling warna coklat bintik putih, serta 1 (satu) buah flashdisk merek Toshiba 4 GB warna putih yang berisi rekaman layar video call.
Dengan dilaksanakannya Tahap II ini, proses penanganan perkara selanjutnya berada pada kewenangan Jaksa Penuntut Umum untuk tahap penuntutan. (roy)












Discussion about this post