logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Bela Khamenei

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 6 March 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

PERLUKAH Presiden Indonesia mengucapkan duka cita atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei? Itulah yang sedang viral di medsos.

Utamanya setelah Megawati Soekarnoputri memublikasikan ucapan duka cita itu ke publik.

Related Post

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Bom Suci

Petir Agrinas

Bela sungkawa Mega begitu spesial: dua halaman. Isinya pun cukup emosional: menunjukkan solidaritas sebagai sesama anggota Nonblok, sesama negara Islam, dan sesama berjiwa nasionalistis.

Anda bisa membaca sendiri isinya: sampai menguraikan riwayat masa muda Ayatollah Khamenei yang ternyata mengagumi Bung  Karno.

Mega juga menceritakan pengalamannyi saat sebagai Presiden RI ke-5: berkunjung ke kediaman Ayatullah Khamenei di Teheran. Terkesan dengan hangatnya penyambutan.

Lalu Mega mengundangnya ke Indonesia. Baik untuk menghadiri musyawarah besar alim ulama sedunia maupun ulang tahun KTT Asia Afrika.

Lalu ada yang bertanya di medsos: “apakah presiden Indonesia sudah mengucapkan duka cita?”

Saya juga belum pernah membaca ada ucapan duka cita itu. Mungkin karena saya tidak tahu –sedang di Shanghai. Yang sudah saya baca adalah dari perdana menteri Pakistan, Bangladesh, Irak, dan tetangga di utara Iran. Termasuk Presiden Turkiye Thayib Erdogan. Lalu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Negara-negara barat juga belum ada yang mengucapkan duka cita. Bukan belum, mungkin memang tidak mau.

Malaysia juga tidak. Pun Mesir. Apalagi negara-negara Arab sekitarnya yang kini ikut jadi sasaran kemarahan Iran –karena ada pangkalan militer Amerika di negara-negara itu.

Saya bukan lulusan hubungan internasional. Saya tidak tahu seperti apa  tata krama internasional dalam menghadapi kejadian seperti itu.

Mungkin negara-negara Barat menganggap Ayatollah Khamenei adalah penjahat sehingga untuk apa memberi simpati kepadanya.

Megawati menganggap Ayatollah Khamenei sebagai teladan konsistensi seorang kepala negara dalam membela kedaulatan. Tapi Megawati bukan lagi kepala negara.

Di ucapan duka cita itu dia mewakili pribadi, presiden Indonesia ke-5, keluarga PDI-Perjuangan, dan keluarga besar Bung Karno.

Mega tidak perlu merasa takut akan konsekuensi ucapan duka cita itu. Beda dengan posisi kepala negara yang masih menjabat. Apalagi kepala negara itu baru saja menandatangani perjanjian dagang dengan Amerika –yang salah satu pasalnya mengatur sikap apa yang boleh dilakukan terhadap negara lain yang sedang dimusuhi Amerika.

Itu bisa menjadi isu sensitif di dalam negeri. Maka para jagoan diplomasi harus bisa menemukan kalimat khusus yang bisa ditafsirkan simpati oleh Iran tapi tidak bisa  ditafsirkan membela Iran oleh Amerika. Diplomat mestinya ahli dalam menemukan rumusan kalimat “penyelamat” yang diperlulan.

Ini baik juga untuk latihan bagi mahasiswa jurusan hubungan internasional: cobalah temukan kalimat itu lalu kirim ke dosen Anda. Siapa tahu Anda bisa langsung diwisuda jadi sarjana.

Presiden Donald Trump terbukti menyusahkan dunia. Termasuk menyusahkan Indonesia: pasar modal Indonesia kembali hancur. Kemarin. Lebih hancur dari situasi genting bulan lalu.

Indek Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia jatuh ke level di bawah kejatuhan yang lalu: kemarin sore ditutup dengan angka tinggal 7.548. Anjlok habis.

Saham-saham energi berguguran. GoTo kembali ke gocap. ELPI yang di krisis bulan lalu justru paling moncer kali ini tersungkur. Saham perusahaan logistik perkapalan offshore itu jadi “juara” jatuh yang terdalam. Padahal perusahaan itu baru saja dapat kredit dari Bank Mandiri Rp 395 miliar.

Semua bursa saham di Asia memang rontok. Bahkan di seluruh dunia. Serangan IsAm ke Iran telah begitu buruk akibatnya –tidak hanya bagi Iran. Rupiah pun ikut tersungkur. Kelihatannya orang berduit ramai-ramai cari selamat. Mereka lari ke emas dan dolar. Rupiah sudah melemah ke posisi Rp 16.872/dolar. Sedih.

Duka cita rupanya tidak hanya untuk Ayatollah Khamenei. Tapi juga untuk harga saham dan kurs mata uang di Indonesia. Untung tadi pagi matahari masih tetap terbit. Masih dari timur. Pun di langit  Shanghai ini.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Next Post
UNTUK GORONTALO - Pertemuan para politisi Gorontalo yang digagas Wali Kota Adhan Dambea berlangsung penuh kekeluargaan dan harmonis, Kamis (5/3) di Hotel Grand Q Kota Gorontalo. (foto: istimewa)

Adhan Kumpul Para Politisi, Tak Ada Sekat, Idah Serukan Harmonisasi

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026
Rawat Tradisi, Wali Kota Gorontalo Hadirkan Festival Tumbilotohe 2026, Ada Lomba Koko’o dan Vokalia

Rawat Tradisi, Wali Kota Gorontalo Hadirkan Festival Tumbilotohe 2026, Ada Lomba Koko’o dan Vokalia

Thursday, 5 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.