logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Guinness Patrick

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 9 February 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SELAIN Bahlil ada lagi orang hebat dari Fakfak: Patrick Winata –tidak ada hubungannya dengan konglomerat Tomy Winata. Patrick marga Huang. Tomy marga Guo.

Bahlil hebat karena bisa menjabat ketua umum Golkar dalam proses yang mencapai rekor tercepat di dunia.

Related Post

FDI Purbaya

Makan Susu

Bulan Bulat

Buka Blak

Patrick hebat karena ini: menandai acara ulang tahun ke 40-nya dengan capaian gelar pemegang Guinness World Records.

Ketika ganti presiden –dari Jokowi ke Prabowo– Bahlil tetap jadi menteri ESDM. Patrick tetap di usaha lamanya: klinik kesehatan. Di Senayan, Jakarta.

Dua tokoh ini sangat bangga menyebut diri masing-masing sebagai ”Putra Fakfak”, Papua.

Di hari ulang tahunnya itu Patrick bikin acara khusus: Proyek 24. Yakni bertinju di atas ring selama 24 jam.

Patrick berhasil mencapai puncak rekor lewat tinju. Bahlil mencapainya lewat silat –persilatan politik.

Patrick memang suka tinju sejak masih SD dan SMP –di Fakfak. Gara-garanya sederhana: sering jadi korban bullying. Kakeknya, kelahiran Fujian, bekerja sebagai nelayan di Fakfak.

Waktu kecil Patrick sering diancam-ancam. Ditantang berkelahi. Patrick jadi penakut. Takut kematian akan menimpa dirinya.

Di kelas akhir SMP itulah Patrick minta izin ke orang tuanya: ingin jadi pastor. Ia pun ingin masuk seminari menengah.

Orang tuanya bijak: tidak menentang keinginan sang anak. Toh empat anaknya laki-laki semua. Salah satu jadi pastor masih ada tiga.

Hanya saja sang ayah minta: masuk seminarinya setelah tamat SMA.

Patrick pun dikirim ke Jawa. Diikutkan pamannya. Di Tangerang. Di situ Patrick masuk SMA Santa Laurensia, Alam Sutera.

Di usia SMA itu Patrick menyadari: dunia ini ternyata luas. Maklum ia biasa di Fakfak. Yang tanah pergaulannya sangat sempit. Di depan rumahnya sudah laut. Di belakang rumahnya sudah gunung.

Patrick pun masuk Trisakti. Jurusan arsitektur. Ia berhasil jadi arsitek. Tapi hobi tinjunya terus berlanjut.

Tinju membuatnya sehat. Untuk bisa terus bertinju ia harus jaga badan: jaga makanan. Hati-hatinya amat disiplin. Setelah bangun pukul 07.00 ia minum kopi.

Sarapannya telur empat butir: scramble. Lalu buah: pisang dan kurma. Atau anggur. Ia sangat suka anggur. Juga kiwi.

Makan siang Patrick juga monoton: biasanya daging ayam yang hanya direbus. Bagian dada. Dengan bumbu yang sangat ringan. Kalau toh berganti menu, ayam itu diganti ikan. Sejak kecil makanannya memang ikan –banyak ikan tongkol di Fakfak.

Selera makannya sudah terbentuk seperti itu. Tidak ada lagi selera lain. Soto, sate, gule, dan sebangsanya sudah tidak menarik air liurnya sama sekali.

Makan malam pun sudah tidak penting. Agar tetap bisa bertinju itulah yang terpenting. Untuk yang terpenting itu di ultah ke-40 1 November lalu ia mengadakan pertandingan tinju kelas dunia. Di BSD, Tangerang. Di arena tinju terkenal: QBIG.

Peserta pertandingan dibatasi. Yang boleh mendaftar hanya satu orang: ia sendiri. ”Lawannya”-lah yang banyak: enam orang. Semua pelatih tinju. Patrick lawan para pelatih itu. Secara bergantian. Terus menerus. Selama 24 jam.

Dimulainya tanggal 30 Oktober 2025, pukul 13.00. Diakhirinya 1 November 2025. Pada jam yang sama.

Sukses. Patrick dapat gelar juara dunia tinju 24 jam nonstop. Piagam Guinness World Records pun ia dapatkan. Itulah kado termahal di ultah ke-40-nya.

Itu juga kado yang penuh risiko. Istrinya, Fivi Ariyanti, menentang rencana capaian dunia itu. Ganti dia yang takut suaminyi mati.

Bertinju 24 jam tidak seperti bernyanyi 24 jam. Perlu ketahanan fisik yang lebih-lebih.

“Sepuluh menit terakhir semua badan saya seperti kram,” ujar Patrick Minggu sore lalu. Hari itu saya berjanji bertemu Linda, tokoh wanita yang juga bangga menyebut diri Putri Fakfak. Patrick dan istri ternyata ikut datang bersama Linda.

Sepuluh menit terakhir itu, kata Patrick, praktis hanya satu tangan yang masih bisa terus meninju pertahanan pelatih. Tangan kirinya sudah total kram.

Pun kaki Patrick. Sudah tidak bisa digerakkan. Dua-duanya Sudah kram. Sudah seperti tinggal terpaku di lantai ring.

Kejujuran pertandingan itu dikontrol oleh dua kamera yang posisinya berlawanan. Termasuk merekam gerak digital perubahan waktu: apakah benar setiap ronde (tiga menit) Patrick melancarkan pukulan minimal 15 kali.

Apakah benar satu rondenya berlangsung utuh tiga menit. Apakah benar istirahat di sela-sela ronde itu tidak lebih satu menit.

Pelaksanaannya persis seperti di pertandingan tinju sebenarnya. Ada lonceng yang dibunyikan wasit di akhir ronde. Lalu ada lonceng lagi untuk memulai ronde berikutnya.

Ada kursi di pojok ring agar petinju duduk di situ sebelum memulai ronde yang baru.

Satu pertandingan Patrick terdiri dari 12 ronde. Lalu istirahat 30 menit. Lalu bertanding lagi, 12 ronde. Begitu seterusnya. Sampai 24 jam. Asupan nutrisi dilakukan di saat istirahat 30 menit itu.

Selain diawasi dua kamera pertandingan itu juga disiarkan langsung: live streaming. Itu bukan live streaming biasa.

Itu sekaligus donasi. Penonton bisa nyawer 24 jam di situ. Hasil saweran sepenuhnya untuk yayasan kanker anak-anak.

Ada satu rumah singgah untuk penderita kanker di Tangerang. Anak-anak desa yang sedang menjalani kemo bisa tinggal di situ –agar tidak wira-wiri ke desa mereka.

Rp 200 juta lebih uang yang terkumpul dari live streaming –sudah diserahkan sepenuhnya.

Tentu Anda bertanya: pada jam berapa Patrick merasa paling berat –termasuk dalam melawan kantuk?

Jawabnya, normal: sekitar pukul 02.00 – 03.00. Tapi Patrick punya cara mengatasinya. Berhari-hari sebelumnya ia berpesan kepada teman-teman terbaiknya: agar menonton pada jam-jam yang berat itu. Sekitar 15 teman memenuhi permintaan itu. Bahkan sebagian mereka menonton sampai pagi.

Kunci ketahanan Patrick datang dari persiapan yang baik: latihan berat selama empat bulan. Termasuk melakukan ”maraton” di treadmill –42 km lengkap dengan tanjakan dan turunannya.

Dokter juga mengawasinya tanpa henti. Termasuk memeriksa detak jantungnya di setiap akhir ronde.

Begitu sukses mencapai 24 jam Patrick berendam di air dingin selama 30 menit. Ada fasilitas itu di QBIG. Lalu mandi dengan air normal.

Badan pun kembali segar. Ganti baju. Perayaan ulang tahun dilaksanakan. Para penderita kanker dari rumah singgah ikut hadir: hari itu ternyata juga ulang tahun rumah singgah tersebut.

“Sudah pernah bertemu Pak Bahlil?”

“Belum”.

“Apa rencana Anda berikutnya?”

“Membuka klinik yang sama di Kemang dan PIK,” katanya. “Lalu berikutnya lagi buka di Bali”.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi Menkeu Purbaya soal pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi Indonesia.--

FDI Purbaya

Monday, 9 February 2026
--

Makan Susu

Friday, 6 February 2026
--

Bulan Bulat

Thursday, 5 February 2026
HARGA SAHAM yang memerah ditampilkan di Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia) Kamis,29 Januari 2026.-Yasuyoshi Chiba-AFP-

Buka Blak

Wednesday, 4 February 2026
Friderica Widyasari Dewi selaku Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK mengungkapkan 8 langkah mempercepat reformasi pasar modal Indonesia.-dok disway-

Ibadah Stres

Tuesday, 3 February 2026
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengundurkan diri bersama 2 Petinggi lainnya imbas anjloknya IHSG-Dok. OJK-

PT Bukan

Monday, 2 February 2026
Next Post
Basri Amin

Semesta Sulawesi

Discussion about this post

Rekomendasi

Penyiapan makanan bergizi gratis (MBG) di SPPG Polres Pohuwato.

SPPG Polres Pohuwato Mulai Salurkan 979 Porsi

Monday, 9 February 2026
Salah seorang oknum pengemudi mobil tak terima diberikan surat teguran.

Pengemudi Mobil Diduga Dorong Anggota Lantas

Monday, 9 February 2026
PILU- Secarik kertas berisi pesan perpisahan dari siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, kepada ibunya, sebelum ditemukan meninggal dunia. (foto: istimewa)

Kisah Anak SD BunDir di NTT, Tak Mampu Beli Buku, Mama Pelit Sekali

Thursday, 5 February 2026
Personel Satuan Reskrim Polres Pohuwato membongkar, mengamankan dan membakar lokasi judi sabung ayam yang ada di Kecamatan Marisa.

Lokasi Sabung Ayam Dibakar Polisi, Ganggu Kamtibmas, Masyarakat Diminta Proaktif Untuk Melaporkan

Monday, 9 February 2026

Pos Populer

  • PILU- Secarik kertas berisi pesan perpisahan dari siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, kepada ibunya, sebelum ditemukan meninggal dunia. (foto: istimewa)

    Kisah Anak SD BunDir di NTT, Tak Mampu Beli Buku, Mama Pelit Sekali

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • SK DPP Dianggap Ilegal, Kader PPP Tolak Ismet

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Tinggalkan Golkar, Ismet Nakhodai PPP Gorontalo

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Pelabuhan Perikanan Inengo Terbengkalai

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • SPPG Polres Pohuwato Mulai Salurkan 979 Porsi

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.