logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Kisah Anak SD BunDir di NTT, Tak Mampu Beli Buku, Mama Pelit Sekali

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 5 February 2026
in Headline
0
PILU- Secarik kertas berisi pesan perpisahan dari siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, kepada ibunya, sebelum ditemukan meninggal dunia. (foto: istimewa)

PILU- Secarik kertas berisi pesan perpisahan dari siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, kepada ibunya, sebelum ditemukan meninggal dunia. (foto: istimewa)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, NGADA — Tamparan keras bagi dunia pendidikan, peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa kelas IV SD, nekat menyudahi hidupnya dengan cara tragis, hanya lantaran orang tuanya tidak mampu membeli buku tulis dan pensil untuk dia bersekolah.

Dua benda paling penting bagi anak sekolah, yang harganya tak lebih mahal dari satu omprengan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibanggakan pemerintah. MBG menggerus dana pendidikan, ratusan triliun rupiah.

Sebelum nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali di atas pohon cengkih, siswa SD berusia 10 tahun ini, meninggalkan pesan menyayat hati, yang ditulisnya dari sisa kertas buku tulis yang ia miliki.

Surat kecil dari kertas lusuh itu, ditemukan Polisi saat mengevakuasi korban. Surat itu ditulis menggunakan bahasa daerah Nganda. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya. Dalam surat itu, ia menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya.

Related Post

Gubernur Gusnar Ismail Hadiri Panen Raya Jagung Bersama Polda Gorontalo

Desain Kantor Wali Kota Baru, Megah, Ikon Baru Gorontalo

Kabar Baik, Suku Bunga PNM Mekaar Turun Hingga 9 Persen, Itu Instruksi Presiden

Peserta LCC MPR asal Kalbar Diundang ke Jakarta, Wapres Gibran Ajari Trik Public Speaking

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

Di sekitar lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang bukti, termasuk tali nilon, pakaian korban, dan selembar kertas tulisan tangan dalam bahasa daerah. Polisi membenarkan menemukan kertas berisi pesan itu.

Informasi yang diperoleh, malam sebelum kejadian, korban sempat mengeluh sakit kepala kepada ibunya. Ia kemudian dinasehati agar tidak mandi hujan karena dapat memperburuk kondisi.

Paginya, rutinitas seperti biasanya, korban dibangunkan untuk pergi ke sekolah, tetapi mengaku masih pusing. Ibunya tetap meminta agar anaknya pergi ke sekolah, lantaran dalam seminggu telah beberapa kali tidak masuk.

Korban kemudian dititipkan kepada tukang ojek untuk diantar ke pondok milik neneknya, Welumina Nenu, karena seragam sekolah berada di pondok tersebut. Di sana, korban sempat terlihat belajar di bale-bale. Saat ditanya mengapa tidak pergi ke sekolah, korban menjawab masih sakit kepala.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.00 WITA, seorang saksi yang hendak mengikat kerbau di sekitar pondok nenek korban menemukan korban tergantung pada salah satu dahan pohon cengkeh. Saksi berteriak meminta pertolongan, dan warga sekitar segera menghubungi petugas.
Personel Polres Ngada tiba di lokasi, mengamankan tempat kejadian, melakukan olah TKP, dan mengidentifikasi jenazah korban sebelum dibawa ke Puskesmas Dona Jerebuu untuk visum et repertum.

Di lokasi, petugas menemukan beberapa barang bukti, antara lain tali nilon, pakaian milik korban, dan selembar kertas tulisan tangan berisi pesan perpisahan dalam bahasa daerah Ngada.

Peristiwa memilukan ini memicu reaksi keras dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Kematian siswa tersebut dinilai sebagai bukti nyata lumpuhnya perlindungan negara terhadap hak dasar anak-anak, terutama mereka yang terhimpit kemiskinan.

“Di tengah klaim pemerintah tentang anggaran pendidikan yang terus naik, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa nyawa seorang anak bisa melayang hanya karena harga sebuah buku dan pena yang tak terjangkau,” ujar Ubaid Matraji, Koordinator Nasional JPPI, Rabu (4/1).

Belakangan, sempat muncul pernyataan dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyebut faktor utama anak putus sekolah adalah karena “tidak bisa jajan”. Namun, kasus tragis di NTT ini menjadi tamparan keras bagi narasi tersebut.

Ubaid menegaskan bahwa alasan ‘tidak bisa jajan’ adalah bentuk penghinaan terhadap realitas kemiskinan yang dialami jutaan keluarga. “Kasus di NTT ini secara langsung membantah dan membungkam narasi tersebut. Anak-anak kita putus sekolah bukan karena mereka tidak bisa jajan cilok di kantin. Mereka menyerah karena biaya pendidikan yang mencekik,” tegas Ubaid.

Meskipun pemerintah gencar mengampanyekan “Wajib Belajar 13 Tahun”, realitas biaya sekolah yang kian mahal tetap menjadi momok. “Ketika sekolah diwajibkan, terus bayarnya bagaimana?” tambah Ubaid.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengungkap keluarga dari bocah SD yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, tak masuk dalam daftar keluarga penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

“Ini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata adminduk dia belum diamankan,” kata Melki, di Kupang, Rabu (4/2).

Melki menyampaikan itu ketika ditanya terkait orang tua korban yang tidak terdaftar dalam daftar warga penerima bantuan sosial dari pemerintah. Dia pun meminta agar pemerintah setempat segera membereskan hal tersebut, karena hal ini hanya menyangkut selembar kertas.

“Ini, kan, cuma soal kertas selembar. Segera bereskan, yang begini-begini kan seharusnya tidak terjadi,” ucapnya. Melki mengatakan tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, yang menjadi penyebab orang tua korban tidak menerima bantuan.

PENTING: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan jika mengalami gejala yang mengarah pada perilaku menyimpang dan membahayakan. (tro/jp)

Tags: Anak SD Bunuh DiriBunuh dirinttnusa tenggara timur

Related Posts

TARGET SWASEMBADA - Panen Raya jagung dilaksanakan di Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Bone Bolango, Sabtu (16/5). (Foto : Dok-Pemprov/Bahrian)

Gubernur Gusnar Ismail Hadiri Panen Raya Jagung Bersama Polda Gorontalo

Monday, 18 May 2026
SEGERA DIBANGUN - Desain kantor Wali Kota Gorontalo yang baru, akan di bangun di Jln Prof. J.A Katili, eks terminal 1942 Andalas, Kota Gorontalo. (fot0: dok-pempkot/istimewa)

Desain Kantor Wali Kota Baru, Megah, Ikon Baru Gorontalo

Monday, 18 May 2026
Kabar Baik, Suku Bunga PNM Mekaar Turun Hingga 9 Persen, Itu Instruksi Presiden

Kabar Baik, Suku Bunga PNM Mekaar Turun Hingga 9 Persen, Itu Instruksi Presiden

Thursday, 14 May 2026
Gas Aman! Gorontalo Dapat Tambahan 24.663 Tabung LPG 3 KG Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus

Gas Aman! Gorontalo Dapat Tambahan 24.663 Tabung LPG 3 KG Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus

Thursday, 14 May 2026
Peserta LCC MPR asal Kalbar Diundang ke Jakarta, Wapres Gibran Ajari Trik Public Speaking

Peserta LCC MPR asal Kalbar Diundang ke Jakarta, Wapres Gibran Ajari Trik Public Speaking

Thursday, 14 May 2026
Dituntut 18 Tahun Penjara, Mantan Mendiknas Nadiem Makarim Bingung: Lebih Besar dari Teroris  

Dituntut 18 Tahun Penjara, Mantan Mendiknas Nadiem Makarim Bingung: Lebih Besar dari Teroris  

Thursday, 14 May 2026
Next Post
Antrian Panjang terjadi di SPBU Tinaloga, di Kelurahan Dulomo Selatan, Kota Utara, Kota Gorontalo. Truk yang mengantri solar mengular hingga kawasan Matobonebol atau malioboro Gorontalo Jl. Tengah Toto Selatan, Kabupaten Bone Bolango baru-baru ini. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Antrian Parah di SPBU Tinaloga, Truk Mengular dari Kota Hingga Bone Bolango

Discussion about this post

Rekomendasi

DALAM GENGGAMAN-Aplikasi Daya Auto memberikan berbagai kemudahan bagi para konsumen Sepeda Motor Honda. (foto: dok-daw)

Daya Auto, Layanan Konsumen Kini dalam Genggaman

Monday, 18 May 2026
Pulau Rhun vs Pulau Manhattan.--

New Rhun

Monday, 18 May 2026
Jembatan penghubung antara Kelurahan Biawu dan Kelurahan Biowao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, perlu di perbaiki. (F. Natharahman/ Gorontalo Post)

Jembatan Penghubung di Kota Selatan Rusak Parah

Monday, 18 May 2026
Personel Polsek Bone berhasil menggagalkan penyelundupan minuman keras (Miras) dari wilayah Sulawesi Utara (Sulut) menuju ke Gorontalo.

Polsek Bone Gagalkan Penyelundupan Miras

Monday, 18 May 2026

Pos Populer

  • Dedy S. Palyama, SE. M.Si

    Revolusi Gusnar-Idah: Gorontalo Meledak 7,68%

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Sadis! Usai Pesta Miras Seorang Pria di Popayato Arahkan Senapan Angin ke Temanya, Lalu Dor 

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Tepian Utara Nusantara (Miangas, Manado, Popayato)

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Bom Waktu di Meja Akad: Menggugat Ketidaksesuaian Nasab dan Urgensi Perlindungan Penghulu

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Pengadaan 45 Unit MacBook Deprov, Espin Tulie: Mendukung Digitalisasi

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.