Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kondisi Pelabuhan Perikanan Inengo (PPI) Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo sungguh memprihatinkan. Pasalnya, sejumlah fasilitas bangunan hingga cool storage yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah malah bubazir. Pasalnya, fasilitas tersebut sama sekali tidak difungsikan sebagaimana mestinnya.
Pantauan Gorontalo Post, ada dua bangunan yang tidak tidak dimanfaatkan yakni bangunan pasar ikan bersih dan bangunan kantor atau sekretariat PPI. Untuk bangunan pasar ikan bersih tampak tidak terurus lagi. Sejumlah meja batu untuk pedagang ikan ada yang sudah dipenuhi kotoran. Begitu pula pada bagian lantainya tampak kotor.
Menurut haji Ton salah satu nelayan yang juga pemilik kapal penangkap ikan saat ditemui wartawan media ini mengatakan, bangunan PPI yang aktif dan berfungsi saat ini hanya satu bangunan saja di bagian depan. Bangunan itu dimanfaatkan warga untuk jualan ikan maupun untuk penampungan sementara ikan yang disalin dari kapal ke boks atau basket.
“Setahu saya kalua bangunan pasar ikan bersih itu hanya digunakan saat diresmikan saja. Selanjutnya tidak ada pedagang yang mau menempati bangunan tersebut,”kata Haji Ton. Begitu pula dengan kantor PPI yang juga tidak berpenghuni dan sama sekali tidak ada aktivitas.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo Aryanto Husain saat dikonfirmasi mengatakan, PPI Kabila Bone sebelumnya menjadi kewenangan Pemerinah Kabupaen Bone Bolango. Namun, pada 2024 lalu telah diserahkan P3D-nya ke Pemerintah Provinsi Gorontalo,
“Ya, tindaklanjut dari proses penyerahan P3D tersebut ke Pemprov Gorontalo, DKP Provinsi Gorontalo melakukan upaya ke kementerian KKP untuk mendapatkan anggaran DAK 2025. Alhamdulilah mendapat alokasi anggaran DAK KP 2025 untuk rehabilitasi termasuk pasar higienis,”kata Aryanto.
Hanya saja diakui Aryanto, karena kebijakan fiskal nasional dan daerah mengalami pengurangan anggaran, sehingganya DAK KP 2025 seluruh Indonesia di NOL kan. Sehingga pihaknya belum bisa melalukan pembenahan. Untuk sementra jelas Aryanto, kelembagaan pengololaan ditugasakn di bawah pelabuhan perikanan Tenda dengan personel yang sangat terbatas.
“Untuk saat ini pelabuhan untuk bongkar muat penangkapan ikan terukur. Kami juga telah menawarkan Pemkab Bone Bolango untuk mengelola kembali aktivitas lelang. Sekarang saya lagi di KKP untuk perjuangkan anggaran pembenahan PP Inengo itu,”tutup Aryanto.
Sementara itu Kepala Dinas DKP Bone Bolango Kusno membenarkan bahwa saat ini pengelolaan PP Inengo sudah diserahkan ke DKP Provinsi Gorontalo. Yang masih menjadi tanggungjawab DKP Bone Bolango di PP Inengo saat ini tinggal Cold Storage merupakan fasilitas penyimpanan dingin khusus untuk ikan.
Cold storage memegang peran vital dalam menjaga kualitas, kesegaran, serta kea Manan ikan dan hasil laut. Dengan suhu penyimpanan yang tepat. Hanya saja diakui Kusno Cold storage tersebut juga sudah tidak berfungsi lagi karena sudah rusak. “Kami masih berupaya untuk mengganti kembali Cold storage yang baru yang harganya sekitar Rp 500 Juta,”tandas Kusno. (roy)













Discussion about this post