Gorontalopost.co.id, LIMBOTO — Lima rumah yang ada di Kecamatan Tilango, tepatnya di Desa Lawonu dan Desa Tenggela, diporak porandakan oleh angin putting beliung yang terjadi pada Sabtu, (31/1).
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, peristiwa alam ini terjadi pada sore hari. Saat itu cuaca berubah mendadak menjadi buruk, awan hitam dengan hujan deras disertai angin kencang, bertiup secara tiba-tiba.
Angin puting beliung datang dengan cepat dan kuat, membuat atap serta bagian rumah warga porak poranda. Tidak hanya itu, petir juga menyambar sebuah tiang listrik yang ada di Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, yang berakibat pada padamnya aliran listrik di Kecamatan Tilango selama beberapa saat.
Camat Tilango Ronal Ismail saat dikonfirmasi membenarkannya. Dikatakannya, ada lima rumah yang ada di Kecamatan Tilango yang porak poranda.
“Iya benar, ada 5 rumah di Tilango porak-poranda diterjang puting beliung. Empat rumah berada di Desa Tenggela dan satu rumah lagi berada di Desa Lauwonu,” terang Ronal Minggu (01/02/2026).
Beruntung kata Ronal, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Ia pula menyampaikan, satu rumah yang ada di Desa Lauwonu adalah milik Yusuf Dunggio yang ditinggali oleh lima jiwa.
Selanjutnya di Desa Tenggela ada empat rumah yang rusak. Masing-masing milik dari Saripa Abdillah, Yakob Husain, Marten Pulu Musa, Anton Hanuli dan Husin Mustapa.
“Kami sudah menyampaikan laporan kepada pihak BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo terkait kejadian bencana puting beliung ini,” jelasnya.
Disampaikan pula, seluruh aparat pemerintah kecamatan dan juga desa, serta segenap elemen masyarakat, kiranya senantiasa waspada dengan berbagai bencana yang akan timbul saat cuaca buruk. Masyarakat pula diharapkan agar saling membantu dengan kondisi lingkungan disekitarnya.
“Kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa, agar segera melaporkan kondisi kejadian di wilayah, bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Selain itu melakukan koordinasi dan komunikasi bersama unsur lintas sektor, pemerintah, unsur TNI-POLRI, PLN, Babinsa dan Babinkantibmas,” harapnya. (Wie)













Discussion about this post