logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Venezuela Kanada

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 29 January 2026
in Disway
0
Ilustrasi Venezuela--

Ilustrasi Venezuela--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SELURUH raksasa migas diundang ke Gedung Putih: Selasa kemarin. Temanya: Velezuela. Yakni bagaimana agar minyak Venezuela bisa secepat mungkin ditarik dari perut buminya.

Maksudnya: agar uang hasil minyak itu bisa segera untuk Amerika Serikat, perusahaan minyak Amerika dan untuk rakyat Venezuela.

Related Post

Sel Janin

Bagi Hasil

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Presiden Donald Trump membuka acara dengan pamer proyek ballroom di komplek Gedung Putih: yang kalau sudah jadi kelak akan menjadi ballroom terbesar dan terhebat di dunia –ia biasa bicara serba ”ter” seperti itu.

Di depan para CEO minyak itu, Wakil Presiden JD Vance memuji kepemimpinan Trump setinggi langit: hanya Trump yang bisa melakukan operasi begitu besar di Venezuela: tanpa satu pun tentara Amerika kehilangan nyawa.

Wapres duduk di kanan Trump. Di sebelah kirinya: Menlu Marco Rubio –yang juga menyanjung Trump setinggi sanjungan yang diberikan wapres. Dua tokoh itu sendiri akan bersaing di Pilpres tiga tahun lagi. Utamanya manakala Trump tidak bisa nyapres kali ketiga.

Venezuela adalah pemilik cadangan minyak terbesar di dunia. Harus diamankan Amerika.

“Saya tidak mau Tiongkok dan Rusia di sana,” ujar Trump. Mereka boleh dapat minyak Venezuela hanya sebatas sebagai pembelinya.

Dengan menguasai Venezuela, terjaminlah pasok energi Amerika. Dalam jangka yang sangat panjang. Amerika menjadi yang terkuat cadangan energinya di dunia.

Trump lantas seperti mengabsen satu per satu para CEO itu: kapan mulai menggarap minyak Venezuela. Seolah Venezuela sudah menjadi negara bagian AS ke-52 –dengan ke-51-nya Kanada.

CEO Chevron diminta yang pertama bicara. Chevron sudah beroperasi di Venezuela sejak tahun 1940-an. Karyawan lokalnya mencapai 3.000 orang. Pun dalam keadaan krisis ekonomi berkepanjangan di Venezuela, Chevron tetap bertahan di sana.

Maka Chevron tidak perlu menjelaskan kapan mulai. Exxon mendapat giliran berikutnya. Lalu Conoco Philips. Dan seterusnya. Intinya: mereka sudah siap memompa minyak di Venezuela.

Saya pun menduga-duga: dengan menguasai Venezuela Trump sedang cari terobosan terbesar untuk mengatasi kesulitan mendasar Amerika.

Anda sudah tahu: Amerika menyimpan sakit kanker yang berat. Utang negara itu kini mencapai USD38 triliun. Utang itu masih naik terus. Tak peduli siapa pun presidennya. Saat partai Republik pegang kuasa, utang itu meningkat. Pun ketika partai Demokrat yang pegang kuasa ya sama saja.

Padahal semua orang tahu: utang itu akan meledak pada saatnya. Tinggal tunggu waktu.

Untuk sementara Amerika memang masih bisa mengatasi dengan cara terus menambah utang. Tapi ada waktunya kelak: Amerika runtuh karena utang.

Tentu Amerika tidak mau runtuh. Trump sangat jeli. Juga sangat sadar cara di film cowboy bisa diterapkan. Venezuela dikuasai. Minyaknya bisa dipakai mengatasi sakit kankernya.

Kalau cara itu berhasil Trump akan dicatat sebagai presiden terhebat di Amerika –bisa mengatasi utang yang fantastis itu. Soal cara memang akan dicatat sebagai “kejahatan” sejarah. Tapi kemampuannya menyelamatkan Amerika dari kanker stadium empat akan lebih diingat.

Apalagi Trump punya alasan pembenar: toh kekayaan minyak Venezuela itu, selama ini terbukti tidak bisa memakmurkan rakyatnya.

Soal caranya menguasai Venezuela kita semua pasti mencela. Tapi itulah cara terbaik bagi Amerika untuk keluar dari bom waktu: kuras minyak Venezuela.

Kalau ternyata kurang: masih ada Iran.

Bisa saja Trump menyalahkan Kanada: gara-gara Kanada tidak mau dijadikan negara bagian ke-51, Amerika “terpaksa” menyerang Venezuela. Gajah AS dan gajah Kanada bertikai pelanduk Venezuela yang mati.

Bisa saja sebenarnya Kanadalah yang diincar: negara ini kaya raya dengan energi. Tapi memang lebih sulit. Menundukkan Venezuela lebih mudah.

Dengan mengerahkan para raksasa minyak dunia ke Venezuela, Trump seperti ingin mengatakan: Amerika kini benar-benar tidak memerlukan Kanada.

Bahkan Amerika menilai Kanada itu sangat tergantung ke Amerika. “Kanada bisa hidup karena Amerika,” ujar Trump pekan lalu.

Di mata Amerika, Kanada memang kecil. Penduduknya hanya sama dengan satu negara bagian California: sekitar 40 juta. Pun kekuatan ekonominya: satu negara Kanada hanya separo kekuatan ekonomi California. GDP California USD4,5 triliun. Kanada USD2,2 triliun.

Karena itu Trump sangat pede Kanada akan sangat kesulitan tanpa Amerika. Selama ini di minyak mentah saja Kanada kirim 4 juta barrel ke Amerika. Lewat pipa. Untuk diolah di berbagai negara bagian di Amerika.

Ekspor Kanada terbanyak juga lewat pelabuhan Amerika. Itu karena infrastruktur antara Kanada-Amerika sudah seperti di satu negara.

Tapi Kanada sudah membuat keputusan: tidak mau lagi tergantung kepada Amerika. Kanada akan membangun sendiri pelabuhan-pelabuhan besar. Lalu jalan kereta api barang menuju pelabuhan itu. Dari pelabuhan itu barang Kanada akan langsung dikirim ke Asia –Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Boleh dikata Kanada akan mengalihkan sebagian besar kegiatan ekonominya ke dalam negeri. Berarti Amerika akan kehilangan banyak sekali perputaran ekonomi.

Tak terbayangkan hubungan Kanada-Amerika bisa begitu berubah drastis. Perang dagang terbesar tidak lagi Amerika-Tiongkok. Sudah beralih ke tetangga sendiri.

Bagi Amerika kehilangan Kanada yang cerewet tidak apa. Ia sudah dapat ganti yang lebih patuh: Venezuela.

Masalahnya tidak hanya kehilangan. Mungkin harus berantem. Anda pernah mengalami: berantem dengan tetangga sendiri memang lebih asyik. Apalagi di sana tidak ada ketua RT yang bisa mendamaikannya.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Sel Janin

Monday, 15 June 2026
--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
Next Post
Wow… Ada Promo Akhir Bulan dari DAW, Segera Datangi Dealer Honda di Gorontalo

Wow... Ada Promo Akhir Bulan dari DAW, Segera Datangi Dealer Honda di Gorontalo

Discussion about this post

Rekomendasi

Polda Gorontalo akan memperketat pengamanan di wilayah, jelang pelaksanaan kegiatan PENAS Petani Nelayan ke-XVII.

Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

Wednesday, 17 June 2026
Perwakilan ahli waris Kisman Tilameo saat menyampaikan dua tuntutan ke Walikota Adhan Dambea terkait pemindahan pekuburan di eks Terminal 42 Andalas. Tuntutan itu disampaikan saat Rakor dan diskusi bersama para ahli waris di Aula Rumah Jabatan Walikota Gorontalo, Selasa (16/6/2026). (Foto: Istimewa).

Dua Tuntutan Ahli Waris ke Walikota, Terkait Pemindahan Makam di Eks Terminal 42

Wednesday, 17 June 2026
SENSUS EKONOMI- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyematkan tanda pengenal petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 pada apel siaga di halaman rumah jabatan gubernur, Senin (15/6). ( Foto : Dok-Pemprov/Valen)

Gubernur Gorontalo Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Wednesday, 17 June 2026
Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026

Pos Populer

  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dukung Edukasi Jurnalis dan Pelajar, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Kupas Tuntas UU ITE dan Hak Cipta

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.