Gorontalopsot.co.id, GORONTALO — Sebuah tempat produksi atau pabrik batu bata atau kiln (oven batu bata) milik warga Dusun Toluludu, Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo ludes terbakar, Rabu pagi (20/01/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kejadian kebakaran pabrik batu bata milik HM (41) itu pertama kali terlihat sekitar pukul 07.30 Wita oleh salah seorang warga bernama RT saat hendak pulang ke rumahnya. Peristiwa tersebut bermula ketika HM pemilik pabrik batu bata melakukan proses pembakaran batu bata sejak Selasa malam pukul 19.30 Wita hingga Rabu dinihari pukul 04.00 Wita.
Setelah merasa proses berjalan aman, HM kembali ke rumah untuk beristirahat. Namun, sekitar pukul 07.30 Wita, salah satu warga RT melihat kobaran api dari arah oven batu bata tersebut, dan segera menghubungi pemilik.
Saat itu juga mereka meminta bantuan warga setempat untuk memadamkan api. Namun, apalah daya amukan api kian membesar mengingat bangunan tempat pembakaran batu bata itu berbahan kayu dan atap daun kelapa dan rumbia yang mudah terbakar.
Kapolsek Tibawa IPTU Maryono saat dikonfirmasi mengatakan, setelah menerima informasi adannya kebakaran, pihaknya bersama Unsur TNI dari Koramil langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan hingga identifikasi penyebab kebakaran.
“Berdasarkan keterangan yang kami kumpulkan di lokasi kejadian, api diduga berasal dari uap panas berlebih akibat pembakaran yang melebihi kapasitas, sehingga kondisi atap gubuk yang terbuat dari kayu dan daun kelapa kering membuat api dengan cepat menjalar dan menghanguskan seluruh bangunan pelindung oven,”ungkap Kapolsek.
Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. “Atas peristiwa ini, tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Pemilik juga tidak mengizinkan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) melakukan penyiraman, karena dikhawatirkan kualitas dan daya tahan batu bata akan rusak jika terkena air dalam kondisi panas tinggi. Dan lokasinya pun jauh dari pemukiman warga” jelas Kapolsek.
Pihak Polsek juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengusaha batu bata, agar lebih waspada dan tidak meninggalkan lokasi pembakaran dalam keadaan tanpa pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (roy)











Discussion about this post