Gorontalopost.co.id, POHUWATO -– Kurang lebih ada 120 personel Polri disiagakan untuk melakukan pengamanan Operasi Ketupat Otanaha 2026 di wilayah Pohuwato. Selain itu, ada pula personel lainnya dari pihak TNI, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Data yang dirangkum Gorontalo Post, ada kurang lebih lima pos yang dibangun di daerah Pohuwato. Diantaranya, tiga pos pengamanan (Pos Pam) yang dibuat di perbatasan Popayato, seputaran objek wisata Pohon Cinta Marisa, dan di Kecamatan Paguat. Sedangkan untuk Pos Pelayanan (Pos Yan), dibangun di lokasi timbangan dan untuk Pos Terpadu, dipusatkan di Pelabuhan Paguat.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga,S.H. saat memimpin pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Otanaha 2026 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah mengatakan, apel gelar pasukan ini merupakan suatu bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergisitas lintas sector, dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib dan lancar.
“Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta orang atau turun sebesar 1,75 persen yaitu 2,5 juta orang, dibanding pada 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Meski demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakannya. Terlebih lagi, terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere,” jelasnya.
Lanjut kata Bupati Saiful A. Mbuinga, guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri dan libur lebaran, Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait, menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi ‘Ketupat-2026’ selama 13 hari, mulai 13 sampai dengan 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.
Berdasarkan hasil Rakor Lintas Sektoral, puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, di mana puncak arus mudik diprediksiterjadi pada 14 sampai dengan 15 Maret 2026 dan 18 sampai dengan 19 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 sampai dengan 25 Maret 2026 dan 28 sampai dengan 29 Maret 2026. Selain itu, Polri telah menyiapkan 2.746 pos, yang terdiri dari 1.624 Pos Pam, 779 Pos Yan, serta 343 Pos Terpadu, sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.

Pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
“Berdasarkan mapping kerawanan, terdapat beberapa prediksi gangguan Kamtibmas yang perlu diantisipasi. Antara lain kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, dan perkelahian antar kelompok. Untuk itu, lakukan patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa, utamanya pada titik-titik dan jam rawan.
Selain itu, lakukan pendataan rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik dan sediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di Kantor Kepolisian, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kemudian, berdasarkan prediksi BMKG, secara umum potensi cuaca wilayah Indonesia pada saat arus mudik lebaran dalam kondisi berawan hingga hujan lebat.
Oleh karena itu, perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada tahap pra, saat dan pasca bencana.
Seluruh pelaksanaan operasi tentunya harus didukung dengan strategi komunikasi publik yang baik. Pastikan masyarakat mengetahui seluruh informasi layanan Kepolisian, pesan-pesan Kamtibmas hingga penerapan rekayasa lalu lintas.
Selain itu, optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan Kepolisian yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran rekan-rekan, baik dalam menginformasikan perkembangan situasi hingga menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat,” terangnya.
Ditambahkan pula, pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel pengamanan gabungan, baik dari unsur TNI-Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, Pramuka dan mitra Kamtibmas lainnya, yang telah berpartisipasi dalam mendukung Operasi Ketupat 2026.
“Perlu saya tekankan kembali, keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’.
Selamat bertugas, jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan bagi masyarakat, bangsa, dan negara sebagai ladang ibadah untuk mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya. (kif)













Discussion about this post