Gorontalopost.co.id, MAROS — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar masih dilakukan. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 1 korban Tragedi Pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport dengan melalui medan ekstrem selama 30 jam.
Di bawah guyuran hujan, hingga Rabu, 21 Januari dini hari, operasi SAR masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan bekerja tanpa jeda di tengah medan terjal dan cuaca yang berubah-ubah.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa pada Selasa(20/1), tim berhasil mengevakuasi korban kedua dari kedalaman jurang dengan tingkat kesulitan tinggi.
“Sore tadi, tim SAR gabungan fokus melanjutkan pencarian dan evakuasi di beberapa sektor dengan membagi kekuatan menjadi enam Search and Rescue Unit (SRU), termasuk SRU darat dan vertical rescue. Dan akhirnya, korban kedua berjenis kelamin perempuan berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter dengan kondisi medan yang sangat ekstrem,” ujar Arif pada Selasa, 20 Januari 2026 malam.
Arid menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Sebab, lokasi medan atau kondisi geografis adalah lembah curam, tebing terjal, serta jarak pandang terbatas akibat hujan dan kabut.
“Evakuasi korban membutuhkan teknik vertical rescue dan koordinasi lintas unsur yang sangat ketat. Tim bekerja dari lembah menuju puncak dengan peralatan khusus, dan saat ini sementara menuju ke Posko Tompobulu, untuk kemudian diserahkan ke tim DVI,” tambahnya.
Arif Anwar juga menegaskan bahwa operasi SAR ini melibatkan kekuatan besar, dengan total 1.075 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, komunitas pecinta alam, hingga unsur medis.
Dukungan alutsista darat dan udara, seperti helikopter, pesawat intai, dan drone thermal, turut dikerahkan untuk mempercepat pencarian. Dalam video yang diterima Disway.id, Tim SAR berjibaku menuruni tanah basah di kegelapan malam. Di bawah guyuran hujan deras hingga dini hari tadi, TIM SAR dengan peralatan terus berupaya membawa turun jenazah korban yang berhasil ditemukan di hutan belantara.
“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat. Operasi ini adalah wujud nyata sinergi dan kemanusiaan. Fokus kami tetap pada pencarian seluruh korban dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan,” tegasnya.
Hingga laporan ini disampaikan, operasi SAR masih terus berjalan dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi serta kondisi cuaca di lapangan. Satu korban selanjutnya dievakuasi melalui helikopter menuju Lanud Sultan Hasanuddin, Rabu (21/1) pagi kemarin.
“Pagi ini cuaca cukup mendukung sehingga evakuasi dapat dilakukan menggunakan helikopter Basarnas Dauphin HR-360,” kata Andi yang juga Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar.
Dia menjelaskan bahwa sebelum dievakuasi melalui udara, jenazah korban terlebih dahulu dievakuasi oleh tim darat dari dasar jurang menuju punggungan Lampeso.
Helikopter Basarnas Dauphin HR-3601 kemudian lepas landas dari Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA. Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara, untuk dilakukan identifikasi. (disway)










Discussion about this post