logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Persepsi

Pilkada Langsung dan Makna Kedaulatan Rakyat

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 19 January 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Ridwan Monoarfa

 

WACANA mengembalikan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD kembali mengemuka. Perdebatan pun mengeras antara dua pandangan: mereka yang menilai pilkada langsung sebagai perwujudan kedaulatan rakyat, dan mereka yang memandang mekanisme tidak langsung lebih efisien serta rasional. Namun, perdebatan ini kerap berhenti pada soal prosedur, bukan pada makna substantif kedaulatan rakyat itu sendiri.

Dalam demokrasi, kedaulatan rakyat sering disederhanakan menjadi hak memilih secara langsung. Padahal, seperti diingatkan Bapak Demokrasi Indonesia — Dr. Mohammad Hatta, — demokrasi bukan semata soal siapa memilih siapa, melainkan soal siapa yang sungguh-sungguh berkuasa atas arah kehidupan bersama.

Related Post

Memaknai Kebijakan Pemberian Kesempatan & Perpanjangan Waktu dalam Penganggaran & Pembayaran Melampaui Tahun Anggaran

Politik Rangkul Ulama

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Pemilu—termasuk pilkada—bagi Hatta hanyalah alat, bukan tujuan akhir demokrasi.

Kedaulatan Rakyat dan Demokrasi Prosedural

Pilkada langsung memang menawarkan simbol kedaulatan rakyat yang paling kasatmata. Rakyat memilih pemimpinnya tanpa perantara, dan dari situ lahir legitimasi politik yang kuat. Dalam konteks pasca-Orde Baru atau di era Reformasi, pilkada langsung juga menjadi koreksi atas sentralisasi kekuasaan dan politik elitis yang lama membatasi partisipasi warga. Namun, pengalaman dua dekade terakhir menunjukkan bahwa legitimasi prosedural tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas pemerintahan.

Biaya politik yang tinggi, lemahnya pelembagaan partai, serta terbatasnya mekanisme akuntabilitas pascapemilu membuat kedaulatan rakyat kerap berhenti di bilik suara. Dalam situasi ini, pemilihan langsung tidak otomatis melahirkan kepemimpinan yang responsif terhadap kepentingan publik. Kedaulatan berubah menjadi peristiwa elektoral, bukan praktik politik yang berkelanjutan.

Dinamika Demokrasi Lokal: Pelajaran dari Gorontalo

Dalam konteks daerah seperti Gorontalo, perdebatan pilkada langsung dan tidak langsung memperlihatkan dinamika demokrasi lokal yang khas. Sebagai provinsi dengan skala demografis relatif kecil dan jejaring sosial yang saling beririsan, proses politik berlangsung dalam ruang interaksi yang rapat antara aktor politik, birokrasi, dan ekonomi lokal. Kondisi ini membentuk relasi kekuasaan yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan hanya melalui mekanisme elektoral formal.

Pilkada langsung di Gorontalo membuka ruang partisipasi warga dalam memilih pemimpin daerah. Namun, kedekatan sosial antar pelaku politik juga menghadirkan tantangan tersendiri. Relasi personal, jaringan kekerabatan, serta ketergantungan ekonomi menjadi faktor yang memengaruhi preferensi politik pemilih. Dalam situasi demikian, pilihan politik warga tidak selalu lahir dari pertimbangan programatik, melainkan dipengaruhi oleh konteks sosial yang melingkupinya.

Sementara itu, wacana pilkada melalui DPRD menghadirkan pertanyaan mengenai kapasitas dan fungsi lembaga perwakilan di tingkat daerah. DPRD dihadapkan pada tuntutan untuk menjalankan peran representasi secara efektif di tengah kuatnya pengaruh partai politik dan kepentingan di luar parlemen daerah. Tanpa mekanisme transparansi dan akuntabilitas yang memadai, pemilihan tidak langsung berpotensi mempersempit ruang keterlibatan publik.

Menggeser Perdebatan ke Substansi Demokrasi

Rangkaian persoalan tersebut menunjukkan bahwa problem utama pilkada, baik di Gorontalo maupun di daerah lain, tidak semata-mata terletak pada pilihan mekanisme pemilihan. Tantangan yang lebih mendasar berkaitan dengan kualitas institusi politik, terutama peran partai politik dalam rekrutmen kepemimpinan dan fungsi lembaga perwakilan sebagai pengawas kekuasaan. Selama aspek-aspek ini belum diperkuat, perubahan prosedur pilkada cenderung menghasilkan dampak yang terbatas.

Dalam konteks ini, pemikiran Mohammad Hatta kembali relevan. Hatta menegaskan bahwa kedaulatan politik tidak dapat dilepaskan dari kedaulatan ekonomi. Rakyat yang lemah secara ekonomi akan sulit menjalankan kedaulatan politiknya secara utuh. Demokrasi yang hanya mengandalkan prosedur elektoral berisiko melahirkan kekuasaan yang sah secara formal, tetapi rapuh secara sosial.

Karena itu, perdebatan pilkada seharusnya diarahkan pada penguatan substansi demokrasi: demokratisasi internal partai politik, transparansi pembiayaan politik, serta penguatan fungsi lembaga perwakilan. Pilkada—baik langsung maupun tidak langsung—hanyalah instrumen dalam proses yang lebih panjang untuk membangun tata kelola demokrasi yang bertanggung jawab.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan demokrasi tidak terletak pada cara memilih kepala daerah, melainkan pada sejauh mana rakyat tetap berdaulat setelah pemilihan usai—dalam kebijakan publik, pengelolaan sumber daya, dan arah pembangunan daerahnya. Tanpa itu, kedaulatan rakyat akan terus menjadi slogan, bukan kenyataan. (*)

 

Penulis adalah Politisi Partai Nasdem

Tags: Harian PersepsipersepsiRidwan Monoarfatulisan persepsiTulisan Ridwan Monoarfa

Related Posts

Yusran Lapananda

Memaknai Kebijakan Pemberian Kesempatan & Perpanjangan Waktu dalam Penganggaran & Pembayaran Melampaui Tahun Anggaran

Thursday, 5 March 2026
Muhammad Makmun Rasyid

Politik Rangkul Ulama

Tuesday, 3 March 2026
Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Tuesday, 3 March 2026
Ridwan Monoarfa

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Tuesday, 3 March 2026
Husin Ali

Ketika Bandara Mengajar: Make Up School dan Cara Torang Bekeng Bae Kota Gorontalo

Monday, 2 March 2026
Basri Amin

Jejak “Islam Gorontalo” di Nusantara

Monday, 2 March 2026
Next Post
Kelapa menjadi salah satu komoditi perkebunan andalan di Gorontalo, saat ini diminati investor asal Sri Lanka. (foto: dok/ gorontalopost)

Investor Sri Lanka Tertarik dengan Kelapa Gorontalo

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.