logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel

Biomasa
Home Disway

Puisi Ayah

Lukman Husain by Lukman Husain
Sunday, 21 December 2025
in Disway
0
Puisi Ayah
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh: Dahlan Iskan

 

Saya ikut menitikkan air mata saat puisi seorang ayah ini dibaca. Inilah seorang ayah yang memiliki satu anak, seorang putri, yang kemarin ia nikahkan dengan seorang lelaki dari negeri nan jauh: orang Amerika kelahiran Nigeria.

Saya dua kali berlinang ketika menghadiri akad nikah adat Banggai di kota Luwukkemarin pagi.

Pertama saat pengantin itu sungkem dengan gaya Banggai –yang mirip dengan adat mana pun di Indonesia.

Related Post

Iri Masyaallah

Oei Al-Kaff

Mata Lasik

Carilah Muka

Ayah putri itu, Adrin Sululing, tampak meneguhkan hati saat disungkemi, tapi jebol juga pertahanannya. Apalagi ibunda sang putri: sampai sesenggukan. Putri tunggalnya itu akan dibawa sang menantu menjauh dari Banggai.


—
Air mata kedua jatuh saat puisi sang ayah dibacakan. Yang membaca salah satu “anak binaan Adrin”. Risal Panigoro. Ia seorang ustad muda dengan jenggot panjang yang lebat dari kelompok Wahdah Islamiyah yang berpusat di Makassar.

Rupanya sang ayah merasa tidak akan mampu membaca puisi bikinannya sendiri itu. Dari puisi itu terasa sang ayah sedang berjuang untuk belajar ikhlas. Yakni ikhlasnya seorang ayah yang sudah mengembara ke seluruh Indonesia, yang sudah berhasil ikhlas melepas duniawi, tapi terlihat belum bisa sepenuhnya merelakan kepergian sang putri.

Sang putri, Reski Sululing, ikut sesenggukan saat puisi sang ayah dibacakan.

Sang suami tentu tidak mengerti arti puisi itu. Tapi Ahmed Ipesa-Balogun, pengantin pria, berusaha meredakan gejolak jiwa istrinya:

Reski, anakku…

Namamu bisa diartikan sebagai anugerah terbaik dalam hidupku, peluruh haus seorang pengembara.

Setiap hari kau tumbuh sedikit lebih tinggi…

Sedikit lebih jauh…

Hati papa sudah mulai berat untuk belajar melepasmu pelan-pelan… seperti daun yang jatuh…lalu mengerti bahwa angin pun punya tugasnya…

Hari ini kau dipersunting, padahal papa baru akan mau belajar berjalan tanpamu…belajar merelakan saat kau memilih langkahmu sendiri…walau setiap langkahmu selalu membuat papa ingin ikut menjaga..

Reski…

Jika nanti kau merasa sendirian…

ingat nak…tubuhmu mungkin jauh…tapi namamu selalu tinggal di dada papa dalam doa yang tak pernah selesai…

Papa mungkin tidak selalu bisa memberi apa yang kau inginkan,

tapi papa tidak pernah rela kau menangis sendirian…

Biarkan air mata itu jatuh di pelukan yang dulu membawamu tidur…pelukan yang diam-diam takut kehilanganmu…

Sekarang tangan lain yang akan menggenggam tanganmu…membawamu berjalan lebih jauh dari rumah kita…

Papa akan mengangguk, tersenyum,

dan diam-diam mengemas sesak di dada…seperti baju lama yang tak pernah ingin dilipat…

Saat ini ada laki-laki yang mencintaimu…tapi biarkan papa memahamkan dia…bahwa pernah ada cinta untukmu yang tak mampu ia lampaui…

Reski…meski dunia nanti mengikat waktumu…

Ingatlah…hati papa akan selalu menjadi tempat kembalimu seletih apa pun…

Selalu ada ruang kosong di hati papa…

Ada pintu yang tidak pernah dikunci…karena kaulah kuncinya..

Jendela rumah kecil kita selalu tersenyum…untuk setiap langkahmu yang ingin pulang…

untuk setiap rindu yang kau lantunkan dalam doa…

Reski…bagaimana pun kau pergi…hati papa tidak pernah benar-benar melepaskan…hanya belajar menyembunyikan rindu

dalam kata yang paling sederhana…“Hati-hati ya, Nak.”

“Berjalanlah dengan nafasku dan keridhaanNya”.

***


—

Begitu lulus fakultas teknik (sipil) Universitas Hadanuddin Makassar, sang ayah, Adrin, diterima sebagai pegawai negeri. Yakni di Kementerian Pekerjaan Umum.

Adrin tidak mau jadi pegawai negeri. Ia pilih ikut proyek-proyek swasta. Spesialisasinya adalah irigasi pertanian dan pengukuran tanah.

Ia tidak pernah mau naik jabatan. Tetap ingin di lapangan. Pun walau harus sampai ke pulau We di Sabang dan Merauke. Waktu bandara Digul di pedalaman Papua dibangun ia berbulan-bulan di sana.

Pekerjaan terakhirnya adalah pengukuran tanah untuk bandara Luwuk. Lalu pensiun. Ia membeli tanah di desa. Bukan di kota. Yakni di desa Bunga, setengah jam dari kota Luwuk. Ia bangun sendiri rumah di situ –untuk mencukup-cukupkan uangnya.

Rumah itu terlalu sederhana, terutama ukurannya. Saat diadakan acara adat mappacci di rumah itu, orang berjejal. Ruang tamu tempat acara itu hanya cukup untuk delapan orang. Berjejal. Saya sampai sulit untuk memotret.

Terasnya hanya cukup untuk duduk enam orang. Tamu-tamu dari Amerika dan Nigeria terlihat tidak ada yang canggung berdesakan di rumah desa seperti itu.

Akad nikahnya sendiri di lantai lima Hotel Santika, Luwuk. Pakai dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Yang menikahkan ayah Reski sendiri. Pakai bahasa Indonesia. Jawaban Ahmed, pengantin pria, juga dalam bahasa Indonesia –dengan cara membaca terpatah-patah teks yang sudah disiapkan.

Pengantinnya sendiri mengenakan pakaian adat Nigeria. Baik pengantin pria maupun wanitanya. Ternyata wanita yang disungkemi Resi itu bukan ibu mertua; itu nenek Ahmed dari ibunya yang sudah meninggal dunia. Sedang ayah Ahmed, seorang pengusaha real estate di Lagos, duduk di sebelahnyi.

Lagos bukan ibu kota Nigeria, tapi kota terbesar di negara itu. Kota pelabuhan. Besarnya mirip Jakarta. Penduduknya sekitar 17 juta –termasuk mega city yang sangat cepat berkembang.

Itu kontras dengan Luwuk. Kota begitu kecil. Terpencil. “Tapi Luwuk ini indah sekali,” ujar Rilwan, anggota keluarga Ahmed yang datang dari Lagos.

Jodoh tidak bisa lari ke mana. Pun ketika seorang ayah begitu berat melepaskan putrinya.(*)

Tags: BanggaiCatatan DahlanDahlan IskanDiswayluwukNigeriaPuisi Ayah

Related Posts

--

Oei Al-Kaff

Wednesday, 1 April 2026
--

Iri Masyaallah

Wednesday, 1 April 2026
--

Mata Lasik

Monday, 30 March 2026
Carilah Muka

Carilah Muka

Sunday, 29 March 2026
--

Pantat Kuda

Monday, 16 March 2026
Mojtaba Khamenei Diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru di Tengah Ketegangan Perang---dok. iMArabic

Tamparan Mojtaba

Thursday, 12 March 2026
Next Post
Resign dari Karyawan, Banting Setir Jualan Tempe, Hasilnya Wow!

Resign dari Karyawan, Banting Setir Jualan Tempe, Hasilnya Wow!

Discussion about this post

Rekomendasi

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat melihat program MBG di SMA Negeri 1 Buntulia, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa 16 Desember 2025. (Foto – Fadly/Diskominfotik)

16 SPPG Gorontalo Ditutup, Idah: Ada yang Terkait IPAL 

Thursday, 2 April 2026
Basri Amin

Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

Monday, 30 March 2026
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea, Wawali Indra Gobel, bersama mantan Wali Kota Marten Taha, mantan Wawali Charles Budi Doku, dan sejumlah politisi dalam pertemuan di Grand Q Kota Gorontalo, akhir pekan.

Marten Dapat Kejutan, Adhan: Seribu Kawan Terlalu Sedikit

Monday, 1 September 2025
Adhan Dambea

Adhan Bongkar Mafia Obat di RSAS, Termasuk di RS Otanaha, Diduga Libatkan ASN dan Vendor

Thursday, 26 March 2026

Pos Populer

  • Seorang pemuda di Gorontalo ditahan oleh Ditreskrimum Polda Gorontalo atas dugaan pencabulan anak.

    Polda Tahan Seorang Pemuda di Gorontalo, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • 16 SPPG Gorontalo Ditutup, Idah: Ada yang Terkait IPAL 

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
  • Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Petani di Kabgor Ditemukan Tak Bernyawa

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.