logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Metropolis

Kemuliaan Tanpa Panggung

Lukman Husain by Lukman Husain
Sunday, 21 December 2025
in Metropolis
0
Kemuliaan Tanpa Panggung
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Anang S. Otoluwa

 

NAMANYA Hayunnisa. Artinya perempuan dengan kehidupan yang baik. Sebuah nama yang pada dirinya memikul harapan besar, meski sejak awal kehidupan ia diuji dengan kenyataan yang tidak ringan. Ia lahir di Bolango Utara, Bone Bolango Gorontalo, tanpa anus yang terbentuk sempurna. Kini usianya 3 tahun 5 bulan.

Sejak hari-hari pertamanya, hidup Hayunnisa bergantung pada sebuah saluran “sementara” di perutnya. Dr. Yunus Lihawa, Sp.B melakukan itu sebagai ikhtiar medis agar ia tetap bisa bertahan, tumbuh, dan tersenyum seperti anak-anak lain seusianya.

Related Post

Api Mengamuk di Lereng Suwawa

Delapan Jabatan Strategis di Polres Bonbol Berganti

Ombudsman Sidak Lapas Gorontalo, Periksa Administrasi, Layanan Hingga Fasilitas Warga Binaan

Kursi Direktur RS Ainun Segera Diisi Plt

Selama tiga tahun lebih, orang tuanya menjalani hari-hari penuh kerepotan, kewaspadaan, dan kesabaran yang nyaris tak terucap. Sampai suatu ketika, foto Hayunnisa beredar.

Bukan untuk mengundang iba, tetapi sebagai panggilan nurani. Foto itu sampai ke tangan saya tanggal 26 November, lewat ajudan Wakil Gubernur, dan dari Kepala Dinas Sosial, Ibu Sagita. Pesannya sederhana namun mendesak: anak ini harus segera dibantu.

Upaya rujukan ke Makassar menjadi pilihan paling rasional, sebab di Gorontalo belum tersedia dokter ahli bedah anak. Namun di situlah realitas birokrasi menunjukkan batasnya. Dana talangan di Dinkes tidak bisa digunakan, karena kasus ini bisa ditanggung BPJS.

Kami lalu berpaling mohon bantuan ke Baznas. Baznas pun memiliki aturan yang sama ketatnya: bantuan tidak boleh membiayai pelayanan rumah sakit, hanya boleh transportasi pasien dan keluarga. Artinya, dana dari Baznas bisa dipakai bila Hayunnisa dioperasi di Makassar. Namun rencana itu pun tersendat, karena orang tua Hayunnisa ternyata takut naik pesawat.

Di titik itulah harapan nyaris berhenti, sampai kemudian datang kabar baik yang terasa seperti keajaiban kecil. Melalui dr. Yunus saya mendapat kabar, jika Dr. Ahmad Wirawan SpB, SpBA siap membantu. Dia bersedia datang ke Gorontalo. Operasi bisa dilakukan di RS Toto. Tidak perlu rujukan jauh.

Tidak perlu ketakutan terbang. Yang dibutuhkan hanya satu hal: tiket untuk mendatangkan sang dokter. Dokter Ahmad tak perlu hotel, sebab dia mau nginap di rumah dr. Yunus, sahabat lamanya saat mengambil spesialis bedah.

Namun sekali lagi, aturan berdiri kaku. Dana Baznas tidak dapat digunakan untuk transportasi dokter Ahmad. Seolah-olah sistem telah berkata cukup, dan tidak menyediakan celah lagi.

Di situlah kemuliaan manusia mengambil alih ruang yang tak mampu dijangkau aturan. Teman-teman berinisiatif patungan. Tanpa rapat panjang. Tanpa proposal berlembar-lembar.

Tanpa menunggu perintah. Mereka menyumbang sebagai sesama manusia yang memahami bahwa di balik istilah “kasus”, ada seorang anak kecil bernama Hayunnisa yang sedang menunggu masa depannya diperbaiki.

Tanggal 20 Desember, sebagaimana direncanakan, operasi itu akhirnya terlaksana. Kemuliaan seorang dokter bedah anak tidak selalu hadir di ruang operasi yang megah atau konferensi ilmiah bergengsi.

Kadang ia hadir dalam kesediaan meninggalkan rutinitas, menempuh perjalanan jauh, dan mengabdikan keahliannya demi satu nyawa kecil di daerah yang serba terbatas.

Dr. Ahmad menunjukkan bahwa sumpah dokter bukan sekadar teks, melainkan komitmen hidup. Dan kepedulian tidak selalu berbentuk kebijakan besar atau anggaran milyaran. Ia bisa hadir dalam donasi kecil, dalam jamuan sederhana, dalam niat tulus orang-orang yang bersedia membantu.

Hayunnisa mungkin belum mengerti semua ini. Tapi suatu hari, ketika ia tumbuh besar, ia akan hidup dengan tubuh yang lebih utuh karena ada orang-orang yang memilih untuk peduli, melampaui birokrasi, aturan, dan kepentingan pribadi.

Di situlah kita belajar: bahwa kemanusiaan sejati selalu menemukan jalannya, asal ada hati yang mau mendengar panggilan hidup. Dari sinj juga kita bisa belajar bahwa kemuliaan itu bisa datang tanpa sebuah panggung.(*)

Tags: Anang S OtoluwaCatatan Anang S. OtoluwaTulisan Anang S. Otoluwa

Related Posts

Kursi Direktur RS Ainun Segera Diisi Plt

Kursi Direktur RS Ainun Segera Diisi Plt

Thursday, 8 October 2026
Api Mengamuk di Lereng Suwawa

Api Mengamuk di Lereng Suwawa

Thursday, 8 October 2026
Delapan Jabatan Strategis di Polres Bonbol Berganti

Delapan Jabatan Strategis di Polres Bonbol Berganti

Thursday, 8 October 2026
Ombudsman Sidak Lapas Gorontalo, Periksa Administrasi, Layanan Hingga Fasilitas Warga Binaan

Ombudsman Sidak Lapas Gorontalo, Periksa Administrasi, Layanan Hingga Fasilitas Warga Binaan

Thursday, 8 October 2026
Irjen Pol. Nurworo Terima Pataka Polda Gorontalo

Irjen Pol. Nurworo Terima Pataka Polda Gorontalo

Wednesday, 7 October 2026
Puslitbang Mabes Polri Bidik Polres, Turun Gunung Evaluasi Mutu Pengadaan Barang dan Jasa

Puslitbang Mabes Polri Bidik Polres, Turun Gunung Evaluasi Mutu Pengadaan Barang dan Jasa

Wednesday, 7 October 2026
Next Post
Tim PTWP Gorontalo Juara Dekan FOK Cup: Kekompakan Jadi Kunci Kemenangan

Tim PTWP Gorontalo Juara Dekan FOK Cup: Kekompakan Jadi Kunci Kemenangan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

Sunday, 11 October 2026
Proyek Command Center, PH Klaim Hamka Tak Terlibat

Proyek Command Center, PH Klaim Hamka Tak Terlibat

Tuesday, 4 August 2026
Kunjungan Industri: Siswa SMKN 1 Boalemo Geruduk Gorontalo Post

Kunjungan Industri: Siswa SMKN 1 Boalemo Geruduk Gorontalo Post

Friday, 9 October 2026
Rumah Dinas TNI Dijadikan Markas Judol, Jenderal Maruli: Sangat Memalukan!

Rumah Dinas TNI Dijadikan Markas Judol, Jenderal Maruli: Sangat Memalukan!

Friday, 9 October 2026

Pos Populer

  • Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Warisan “Portugis” di Gorontalo

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Usai Mopotilolo, Irjen Pol Nurworo Danang Disambut Pedang Pora di Mapolda Gorontalo 

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Polda Gorontalo Sita Emas dan Merkuri di Lokasi PETI, Dua Orang Jadi Tersangka

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Irjen Nurworo Resmi Kapolda Gorontalo, Tambang Ilegal, Penimbunan BBM Subsidi, dan Tipikor Butuh Keseriusan

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.