Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) di Gorontalo mencapai puncaknya pada 10 Desember 2025 dengan digelarnya aksi damai oleh puluhan aktivis perempuan dan mahasiswa di depan Polda Gorontalo.
Aksi di mulai pada Pukul 17.20 Wita. Rabu (10/12). Aksi yang mengusung tema “Kekerasan Pada Perempuan Adalah Pelanggaran HAM” itu diinisiasi Jaringan Advokasi Perempuan dan Anak (JEJAK PUAN), bersama berbagai organisasi mahasiswa dan lembaga masyarakat sipil.
Para peserta aksi menegaskan bahwa masih banyak korban perempuan di Gorontalo yang gagal memperoleh keadilan. Situasi ini, menurut mereka, menandakan perlunya evaluasi terhadap cara kerja aparat penegak hukum serta pentingnya perubahan sistemik dalam menangani kasus-kasus yang menyasar perempuan.
Dalam orasi yang bergantian disampaikan, koalisi mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap lambannya penanganan sejumlah kasus yang terjadi di Gorontalo sepanjang tahun terakhir.
Kasus femisida di Gentuma, dugaan kekerasan seksual yang melibatkan mantan Rektor UNUGO, peristiwa kekerasan oleh seorang Wakasek SMA di Kabupaten Gorontalo, hingga kasus mantan Praja IPDN yang diduga melakukan kekerasan seksual, disebut sebagai contoh nyata minimnya keberpihakan terhadap korban.
Mereka menilai bahwa proses penyidikan dan penegakan hukum kerap terhambat oleh budaya menyalahkan korban, kurangnya pemahaman mengenai perspektif gender, dan lemahnya perlindungan terhadap perempuan saat melapor. Kondisi ini, kata mereka, memperburuk trauma korban dan membuka ruang impunitas.
Mega Mokoginta, perwakilan Jejak Puan, menegaskan bahwa rangkaian 16 HAKTP bukanlah ritual tahunan yang dibiarkan berlalu begitu saja. Menurutnya, aksi ini adalah pengingat keras bagi negara bahwa masih banyak perempuan Gorontalo yang menanti keadilan.
“Ini bukan sekadar peringatan. Kami datang untuk menagih komitmen negara. Perempuan korban kekerasan masih harus berjuang sendiri menembus sistem yang tidak berpihak. Itu harus dihentikan,” ujar Mega dalam pernyataannya.(tha)













Discussion about this post